@detikcom: Rumor mengenai kondisi kesehatan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali mencuat. Dia dikabarkan meninggal dunia setelah mengalami koma. Isu tersebut juga diiringi klaim bahwa China mengirim ribuan tentaranya ke Pyongyang di tengah spekulasi pergantian kepemimpinan Korea Utara. Klaim tersebut disampaikan Wanjun Xie, Ketua Partai Demokrasi China (China Democracy Party/CDP), melalui media sosial. Dia menyebut Kim mengalami pendarahan otak parah, mendapat perawatan darurat di Beijing, China, sebelum akhirnya meninggal dunia. Namun, hingga kini belum ada bukti terverifikasi yang memastikan Kim Jong Un meninggal dunia. Tidak ada pula konfirmasi mengenai pergantian kepemimpinan Korea Utara maupun pengerahan tentara China ke negara tersebut. Klaim-klaim itu masih belum terverifikasi. Dilansir dari Sinar Daily, Selasa (20/10/2026), Xie mengklaim tim ahli medis dari Peking Union Medical College Hospital awalnya dikirim ke Korea Utara untuk membantu menangani Kim. Dia kemudian menyebut Kim dipindahkan ke Beijing karena fasilitas medis di negaranya tidak memadai. Xie mengklaim kondisi Kim terlalu parah untuk diselamatkan oleh dokter. Jenazah Kim disebut diam-diam dikembalikan ke Korea Utara, sementara kabar kematiannya ditutup-tutupi. Namun, klaim tersebut belum dapat dibuktikan secara independen. Klaim 9.000 Tentara China Dikirim ke Pyongyang Xie juga mengklaim China mengerahkan 9.000 tentara ke Pyongyang untuk membantu putri Kim, Kim Ju Ae, menstabilkan pemerintahan di tengah potensi krisis suksesi atau pergantian pemimpin. Dalam klaim terpisah, dia menyebut Komando Teater Utara Tentara Pembebasan Rakyat China telah meningkatkan status siaga. Xie juga mengeklaim cuti militer dan pergerakan personel dibatasi. Namun, belum ada bukti terverifikasi yang memastikan pengerahan pasukan maupun peningkatan status siaga militer tersebut benar-benar terjadi. Xie turut mengaitkan kabar kematian Kim dengan dugaan perebutan kekuasaan di lingkaran elite Korea Utara. Meski demikian, belum ada bukti terkonfirmasi bahwa krisis tersebut sedang berlangsung.
detik.com
Region: ID
Tuesday 20 October 2026 03:01:59 GMT
Music
Download
Comments
Yogikampar. :
anis kapan?
2026-10-20 04:38:21
538
Batamnews :
Dulu udh pernah juga diisukan hal serupa tp idup lagi dia.
2026-10-20 13:10:34
449
AKUNASLI :
prabowo gak pengin nemenin?
2026-10-20 04:17:02
1892
Ney grou :
next prabowo🥰
2026-10-20 08:01:49
90
ino :
Wowo kapan
2026-10-20 05:10:18
10
nav.edits46 :
Bro still alive
2026-10-21 00:22:10
0
Mr, secret :
it's time, take over ...... USA ready 😅 but china waiting...how to solve it....mean while the south Korean can only send their kpop
2026-10-20 14:23:03
0
Yehezkiel Golioth 🇦🇱 :
hapus komen klian yg mndoakan prbowo, jgn smbrangan mghina presiden
2026-10-20 04:27:50
599
user76590536 :
Prabowo kapan
2026-10-20 09:16:50
62
haris angga :
stroke
2026-10-21 00:26:54
0
joe :
Woo lihat woo
2026-10-20 05:08:49
61
:
wowo kpn
2026-10-20 06:42:45
7
𝗸𝗵𝗼𝗹𝗶𝗸!𝘇 :
di tunggu versi wowo bang
2026-10-20 08:22:59
261
Figarland Garling :
firasat gue ga enak nih kalo beliau meninggal
2026-10-20 03:52:43
128
Rizky Awaludin :
wowo kapan?
2026-10-20 05:31:12
10
Qoirul Anwar :
media sebesar ini membuat judul berita aja kurang pas...
2026-10-20 04:08:37
6
Galih Gigih :
Lebih baik gibran gantiin kim jong un
2026-10-20 10:25:40
0
Dedk Jampurut :
sumpah yg bilang Prabowo kapan jahat.
bayangin kalau ayah kalian di gituin
2026-10-20 04:19:29
1050
derayy :
PRABOWO KAPAN YA?
2026-10-20 19:57:39
5
:
prab kpn
2026-10-20 03:09:50
4231
ga ada nama :
sudah kehabisan bahan miminnya
2026-10-20 03:52:33
48
21:04 :
wowo kapan 🤔
2026-10-20 04:24:42
1104
Rendang Lengkuas :
Req prab bg udh follow
2026-10-20 04:02:55
14
greeeenthea :
nooooo... jgn bapak ini please, yg goyang gemoy aja please 🙏🏻
2026-10-20 04:10:56
321
:
Anis kapan?
2026-10-20 08:37:44
17
To see more videos from user @detikcom, please go to the Tikwm
homepage.