@abistepp: #satrialumba #satria2tak #twostroke #🐬 #twostrokeindonesia

Isalstepp_
Isalstepp_
Open In TikTok:
Region: ID
Tuesday 20 October 2026 06:58:43 GMT
2993
258
7
17

Music

Download

Comments

dangwitars
Dang•Boy♠︎ :
info mentahan na a
2026-10-24 10:46:30
1
gamamay
Muhamad Rafiiii :
2026-10-21 10:28:57
0
_grrrrrr21
B E C K M A N :
2026-10-22 15:12:31
0
emfannnn_3
empan :
nu entos" mah entos weh a😥
2026-10-20 10:15:39
0
toriq_saepud
Andre toriq :
Jemping a 5 rebue
2026-10-20 07:41:05
0
To see more videos from user @abistepp, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Fransisca Mawar, pemilik akun Threads yang mengunggah kritik terkait pemadaman listrik atau *blackout* di Batam pada 12 Oktober 2026, memenuhi panggilan klarifikasi Ditreskrimsus Polda Kepri, Senin (19/10). Ia menjalani pemeriksaan selama sekitar tiga jam, mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB, dengan didampingi penasihat hukum Yopta Eka Saputra. Usai pemeriksaan, Yopta mengatakan kliennya memenuhi panggilan sebagai bentuk penghormatan terhadap prosedur hukum. Namun, ia mempertanyakan dasar pelaporan terhadap unggahan yang menurutnya merupakan ekspresi keresahan masyarakat atas gangguan listrik. “Kami baru mengetahui bahwa pelapornya atas nama Deni. Kami tidak mengetahui hubungan langsung pelapor dengan postingan tersebut,” kata Yopta. Menurut Yopta, ada dua unggahan yang menjadi perhatian penyidik. Unggahan pertama menautkan berita media daring mengenai Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, terkait peristiwa *blackout*. Unggahan kedua menyinggung keterlibatan media asing dalam pemberitaan pemadaman listrik. Yopta menegaskan unggahan tersebut bukan bentuk keberpihakan kepada pihak asing, melainkan ekspresi keresahan warga Batam yang terdampak pemadaman selama berjam-jam. “Kami tegaskan, kami bukan antek asing. Ini murni keresahan warga Batam terkait blackout,” ujarnya. Ia juga mempertanyakan pihak yang merasa dirugikan serta hubungan langsung pelapor dengan konten yang dipersoalkan. Sementara itu, dasar hukum laporan dan kedudukan hukum pelapor masih perlu dikonfirmasi kepada penyidik Polda Kepri. Reporter: Azis Maulana Editor Video: Ari #blackoutbatam #poldakepri #kebebasanberekspresi
Fransisca Mawar, pemilik akun Threads yang mengunggah kritik terkait pemadaman listrik atau *blackout* di Batam pada 12 Oktober 2026, memenuhi panggilan klarifikasi Ditreskrimsus Polda Kepri, Senin (19/10). Ia menjalani pemeriksaan selama sekitar tiga jam, mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WIB, dengan didampingi penasihat hukum Yopta Eka Saputra. Usai pemeriksaan, Yopta mengatakan kliennya memenuhi panggilan sebagai bentuk penghormatan terhadap prosedur hukum. Namun, ia mempertanyakan dasar pelaporan terhadap unggahan yang menurutnya merupakan ekspresi keresahan masyarakat atas gangguan listrik. “Kami baru mengetahui bahwa pelapornya atas nama Deni. Kami tidak mengetahui hubungan langsung pelapor dengan postingan tersebut,” kata Yopta. Menurut Yopta, ada dua unggahan yang menjadi perhatian penyidik. Unggahan pertama menautkan berita media daring mengenai Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, terkait peristiwa *blackout*. Unggahan kedua menyinggung keterlibatan media asing dalam pemberitaan pemadaman listrik. Yopta menegaskan unggahan tersebut bukan bentuk keberpihakan kepada pihak asing, melainkan ekspresi keresahan warga Batam yang terdampak pemadaman selama berjam-jam. “Kami tegaskan, kami bukan antek asing. Ini murni keresahan warga Batam terkait blackout,” ujarnya. Ia juga mempertanyakan pihak yang merasa dirugikan serta hubungan langsung pelapor dengan konten yang dipersoalkan. Sementara itu, dasar hukum laporan dan kedudukan hukum pelapor masih perlu dikonfirmasi kepada penyidik Polda Kepri. Reporter: Azis Maulana Editor Video: Ari #blackoutbatam #poldakepri #kebebasanberekspresi

About