@horseusi: #fyppppppppppppppppppppppp #foryoupageofficiall

horseusi
horseusi
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 20 October 2026 07:10:29 GMT
17
0
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @horseusi, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

👤𝐗𝐁 | 𝐏𝐋𝐀𝐘𝐄𝐑 𝐒𝐏𝐎𝐓𝐋𝐈𝐆𝐇𝐓: 𝙈𝙖𝙧𝙠𝙪𝙨 𝙃𝙤𝙧𝙞𝙨𝙤𝙣 Lahir di Pangkalan Brandan pada 14 Maret 1981, Markus Horison Ririhina dikenal sebagai salah satu penjaga gawang ikonik Indonesia pada era 2000-an. Ia pernah memperkuat PSMS Medan, Persik Kediri, Arema, dan Persib Bandung, serta menjadi bagian dari Timnas Indonesia di Piala Asia 2007 dan Piala AFF 2010. Ciri khasnya adalah refleks cepat, keberanian menghadapi penyerang, serta keunggulan dalam mengantisipasi bola-bola udara. Dengan kepala plontos dan gaya bermain yang khas, Markus menjadi sosok yang mudah dikenali di bawah mistar. Pada 2009, ia bahkan masuk nominasi pemain terbaik Asia bersama sejumlah pemain dari negara lain. Salah satu momen paling ikoniknya terjadi saat Indonesia menghadapi Uruguay dalam laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 8 Oktober 2010. Menghadapi tim yang baru saja mencapai semifinal Piala Dunia 2010, Markus beberapa kali melakukan penyelamatan penting pada awal pertandingan ketika Uruguay terus menekan melalui pemain seperti Luis Suárez dan Edinson Cavani. Indonesia bahkan sempat unggul 1-0 lewat Boaz Solossa pada menit ke-17. Namun, Uruguay akhirnya bangkit dan menang telak 7-1. Meski hasil akhirnya mengecewakan, penampilan Markus pada fase awal laga tetap dikenang karena kesigapannya menghadapi serangan para penyerang kelas dunia tersebut. Setelah pensiun sebagai pemain profesional pada 2017, Markus tidak meninggalkan dunia sepak bola. Ia melanjutkan pengabdiannya melalui pembinaan penjaga gawang dan mendirikan MH Soccer Academy, yang diluncurkan pada 4 Mei 2025 di Bandung. Akademi tersebut berfokus mengembangkan kemampuan teknis sekaligus karakter pemain muda agar memiliki kesempatan meniti karier profesional. Perjalanannya kini menjadi bukti bahwa kontribusi seorang legenda tidak harus berakhir ketika ia gantung sarung tangan. Dari benteng terakhir Timnas Indonesia hingga pembina generasi berikutnya, Markus Horison tetap membawa pengalaman panjangnya untuk masa depan sepak bola Indonesia. #markushorison #timnasindonesia #PlayerSpotlight #ExploreFootball #eXBallid
👤𝐗𝐁 | 𝐏𝐋𝐀𝐘𝐄𝐑 𝐒𝐏𝐎𝐓𝐋𝐈𝐆𝐇𝐓: 𝙈𝙖𝙧𝙠𝙪𝙨 𝙃𝙤𝙧𝙞𝙨𝙤𝙣 Lahir di Pangkalan Brandan pada 14 Maret 1981, Markus Horison Ririhina dikenal sebagai salah satu penjaga gawang ikonik Indonesia pada era 2000-an. Ia pernah memperkuat PSMS Medan, Persik Kediri, Arema, dan Persib Bandung, serta menjadi bagian dari Timnas Indonesia di Piala Asia 2007 dan Piala AFF 2010. Ciri khasnya adalah refleks cepat, keberanian menghadapi penyerang, serta keunggulan dalam mengantisipasi bola-bola udara. Dengan kepala plontos dan gaya bermain yang khas, Markus menjadi sosok yang mudah dikenali di bawah mistar. Pada 2009, ia bahkan masuk nominasi pemain terbaik Asia bersama sejumlah pemain dari negara lain. Salah satu momen paling ikoniknya terjadi saat Indonesia menghadapi Uruguay dalam laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 8 Oktober 2010. Menghadapi tim yang baru saja mencapai semifinal Piala Dunia 2010, Markus beberapa kali melakukan penyelamatan penting pada awal pertandingan ketika Uruguay terus menekan melalui pemain seperti Luis Suárez dan Edinson Cavani. Indonesia bahkan sempat unggul 1-0 lewat Boaz Solossa pada menit ke-17. Namun, Uruguay akhirnya bangkit dan menang telak 7-1. Meski hasil akhirnya mengecewakan, penampilan Markus pada fase awal laga tetap dikenang karena kesigapannya menghadapi serangan para penyerang kelas dunia tersebut. Setelah pensiun sebagai pemain profesional pada 2017, Markus tidak meninggalkan dunia sepak bola. Ia melanjutkan pengabdiannya melalui pembinaan penjaga gawang dan mendirikan MH Soccer Academy, yang diluncurkan pada 4 Mei 2025 di Bandung. Akademi tersebut berfokus mengembangkan kemampuan teknis sekaligus karakter pemain muda agar memiliki kesempatan meniti karier profesional. Perjalanannya kini menjadi bukti bahwa kontribusi seorang legenda tidak harus berakhir ketika ia gantung sarung tangan. Dari benteng terakhir Timnas Indonesia hingga pembina generasi berikutnya, Markus Horison tetap membawa pengalaman panjangnya untuk masa depan sepak bola Indonesia. #markushorison #timnasindonesia #PlayerSpotlight #ExploreFootball #eXBallid

About