Aku kira waktu akan membuat semuanya menjadi biasa saja. Aku kira semakin lama, rasa rindu ini akan semakin memudar dan kenangan tentangmu akan perlahan memudar. Ternyata, ada hal-hal yang justru semakin terasa ketika kita sudah tidak lagi meilikinya. Terutama ketika aku menyadari bahwa momen yang dulu kuanggap biasa ternyata adalah bagian terindah yang pernah kumiliki.
Aku masih sering mengingat hal-hal kecil tentang kita. Cara kita berbicara, tawa yang pernah memenuhi hari-hari, dan kebersamaan yang dulu terasa sederhana tetapi kini begitu mahal untuk dikenang. Aku ingin melupakannya agar tidak lagi merasa sakit, tetapi setiap kali mencoba, hatiku justru kembali pada tempat yang sama pada kenangan yang pernah membuatku bahagia sekaligus kini membuatku terluka.
Barangkali yang paling menyakitkan bukan karena kita pernah berpisah, melainkan karena aku tahu tidak akan ada kesempatan untuk mengulang semuanya dengan cara yang sama. Waktu tidak bisa diputar kembali, dan kita pun mungkin sudah menjadi dua orang yang berbeda. Tapi jika boleh jujur, di dalam hati ini masih ada rindu yang belum selesai, masih ada kenangan yang belum mampu kulepaskan, dan masih ada bagian diriku yang diam-diam berharap meski tahu harapan itu mungkin sudah tidak berarti ๐ฅ
2026-10-21 05:40:44
2
lotus flame๐ชท :
Diam lebih baik dari pada menjelaskan,karena setiap orang pernah mengalami tapi tidak pernah memaham
2026-10-20 14:24:01
5
@_minskyy_ :
"lebih baik terjebak di hutan belantara
dari pada terjebak di sebuah perasaan
yang hanya di anggap sebagai teman.. ๐ฅ
2026-10-20 15:00:49
4
yusuf alfatih :
carilah uang sebanyak banyaknya ,karma pria tanpa dana sulit di terima
dan di buang karna alasan blm punya apa" itu sangat menyakitian