@barbad_halk_99:

ᗷ𝔸ℝ𝔹𝔸𝔻_حلک
ᗷ𝔸ℝ𝔹𝔸𝔻_حلک
Open In TikTok:
Region: PK
Tuesday 20 October 2026 10:53:41 GMT
3488
262
4
10

Music

Download

Comments

mehranwaxir3
MEHRAN WAXIR :
💐💐💐
2026-10-20 13:22:20
0
user9710094579053
نصرت ځواک :
🥰🥰🥰
2026-10-20 12:37:17
0
.shams.zazai
اسلام اخلاقی شوخیلShams Zazai :
🥰🥰🥰
2026-10-20 12:03:09
0
abdullahwazir151
abdullahwazir151 :
[Heartwarming][Heartwarming][Heartwarming]
2026-10-20 13:53:35
0
To see more videos from user @barbad_halk_99, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Seorang dokter umum di Kota Bandung berinisial IS diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak kandungnya yang masih balita. Kini, terduga pelaku juga diduga membawa kabur korban sejak 28 September 2026 dan belum ditemukan hingga Selasa (20/10). Kuasa hukum ibu korban, Debi Agusfriansa, mengatakan laporan dugaan kekerasan seksual tersebut telah disampaikan ibu korban ke Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Barat pada 28 September 2026, bertepatan dengan dugaan dibawanya korban oleh ayah kandungnya. Menurut Debi, terduga pelaku berprofesi sebagai dokter umum dan memiliki klinik mandiri beserta apotek di Kota Bandung. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari hasil penyelidikan, terduga pelaku sementara diduga masih berada di wilayah Jawa Barat. Debi menjelaskan, ibu korban mulai mencurigai adanya dugaan kekerasan seksual sekitar November 2025. Kecurigaan itu muncul setelah korban mengeluhkan rasa sakit saat buang air kecil. Ibu korban kemudian membawa anaknya untuk menjalani pemeriksaan medis. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Debi, dokter menemukan adanya luka pada organ intim korban dan menyarankan pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn). Debi menuturkan, setelah dugaan kekerasan seksual diketahui, ibu korban sempat berfokus memulihkan kesehatan anaknya. Keluarga juga berupaya menjaga korban di rumah. Namun, terduga pelaku kemudian kembali berkomunikasi dengan istrinya dengan alasan ingin bertemu anak-anak mereka. Pertemuan itu disebut berujung pada dugaan pengambilan paksa korban. Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya mengawal kasus ini. Melalui unggahan di media sosial, Atalia meminta kepolisian, khususnya Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Barat, segera melacak keberadaan terduga pelaku dan menyelamatkan korban. Atalia menyoroti kondisi korban yang hingga kini masih berada dalam penguasaan terduga pelaku. Ia meminta aparat penegak hukum segera mengambil langkah untuk memastikan keselamatan anak tersebut. 📸: Dok. Shutterstock/Ilustrasi, Instagram @ataliapr. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ ⁠ 📝: newsupdate | update | news | svl | R176 | E164 #bicarafaktalewatberita #2TahunPrabowoGibran
Seorang dokter umum di Kota Bandung berinisial IS diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak kandungnya yang masih balita. Kini, terduga pelaku juga diduga membawa kabur korban sejak 28 September 2026 dan belum ditemukan hingga Selasa (20/10). Kuasa hukum ibu korban, Debi Agusfriansa, mengatakan laporan dugaan kekerasan seksual tersebut telah disampaikan ibu korban ke Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Barat pada 28 September 2026, bertepatan dengan dugaan dibawanya korban oleh ayah kandungnya. Menurut Debi, terduga pelaku berprofesi sebagai dokter umum dan memiliki klinik mandiri beserta apotek di Kota Bandung. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari hasil penyelidikan, terduga pelaku sementara diduga masih berada di wilayah Jawa Barat. Debi menjelaskan, ibu korban mulai mencurigai adanya dugaan kekerasan seksual sekitar November 2025. Kecurigaan itu muncul setelah korban mengeluhkan rasa sakit saat buang air kecil. Ibu korban kemudian membawa anaknya untuk menjalani pemeriksaan medis. Berdasarkan keterangan yang disampaikan Debi, dokter menemukan adanya luka pada organ intim korban dan menyarankan pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn). Debi menuturkan, setelah dugaan kekerasan seksual diketahui, ibu korban sempat berfokus memulihkan kesehatan anaknya. Keluarga juga berupaya menjaga korban di rumah. Namun, terduga pelaku kemudian kembali berkomunikasi dengan istrinya dengan alasan ingin bertemu anak-anak mereka. Pertemuan itu disebut berujung pada dugaan pengambilan paksa korban. Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya mengawal kasus ini. Melalui unggahan di media sosial, Atalia meminta kepolisian, khususnya Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Barat, segera melacak keberadaan terduga pelaku dan menyelamatkan korban. Atalia menyoroti kondisi korban yang hingga kini masih berada dalam penguasaan terduga pelaku. Ia meminta aparat penegak hukum segera mengambil langkah untuk memastikan keselamatan anak tersebut. 📸: Dok. Shutterstock/Ilustrasi, Instagram @ataliapr. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ ⁠ 📝: newsupdate | update | news | svl | R176 | E164 #bicarafaktalewatberita #2TahunPrabowoGibran

About