@kbank_live: รับมือตลาดผันผวนอย่างไร ให้พอร์ตไปต่อได้ บทเรียนจากเหตุการณ์ภูมิรัฐศาสตร์ที่ผ่านมา สะท้อนว่าตลาดอาจเผชิญความผันผวนจากข่าวสารและปัจจัยระยะสั้นได้เป็นระยะ สิ่งสำคัญคือการยึดมั่นในเป้าหมายการลงทุนและตัดสินใจอย่างมีวินัยตามแผนที่วางไว้ การจัดพอร์ตแบบ Core Multi-Asset ที่กระจายการลงทุนในหลากหลายสินทรัพย์ อาจเป็นอีกแนวทางที่ช่วยกระจายความเสี่ยงและเพิ่มความเหมาะสมของพอร์ตตามระดับความเสี่ยงที่ยอมรับได้ 👉🏼 สอบถามเพิ่มเติม โทร. 02-8888888 กด 865 👉🏼 ผู้ลงทุนโปรดทำความเข้าใจลักษณะสินค้า เงื่อนไขผลตอบแทน และความเสี่ยงก่อนตัดสินใจลงทุน ติดตามเรื่องราวการเงินดีดีจาก K WEALTH ได้ที่ Website: https://www.kasikornbank.com/th/kwealth #KBank #KBankLive #KWEALTH #WealthPLUSSeries #ลงทุน #กระจายความเสี่ยง

KBank Live
KBank Live
Open In TikTok:
Region: TH
Tuesday 20 October 2026 13:37:19 GMT
255
2
0
3

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @kbank_live, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Gue ga memihak otoritas perpajakan dan ga memihak ke bolosego tapi otoritas perpajakan yang kurang sosialisasi kepada masyarakat, @SUARA KEADILAN:Gue jelasin simpelnya ya, bro: rutin bayar pajak tiap tahun itu beda sama bayar pajak dengan jumlah yang BENAR. Sistem pajak kita itu self-assessment (kita hitung dan lapor sendiri). Nah, tagihan 1,5 M itu keluar biasanya karena Pemeriksaan Pajak (Audit) dari Kantor Pajak (DJP). Ini 3 alasan utama kenapa angkanya bisa meledak sampai 1,5 M: Selisih Omzet (Kurang Bayar) Misal Bolosego lapor omzet usaha 1 M per tahun, tapi pas DJP cek data bank, EDC, atau platform transaksi, ternyata omzet aslinya 3 M. DJP bakal hitung ulang pajak dari selisih 2 M yang belum dipajaki itu buat beberapa tahun ke belakang. Denda & Bunga Berjalan Ini yang bikin membengkak. Begitu ditemuin ada kurang bayar dari tahun-tahun lalu, DJP bakal ngenain sanksi bunga per bulan. Kalau numpuk 2–3 tahun, nilai dendanya bisa sama besar (atau bahkan lebih besar) dari pokok pajaknya. Kena PPN / Lupa Status PKP Kalau omzet usaha udah tembus Rp4,8 M setahun, wajib hukumnya jadi PKP dan mungut PPN 11%. Kalau dari dulu cuma bayar PPh Final (misal 0,5%), DJP bakal nagih PPN 11% yang
Gue ga memihak otoritas perpajakan dan ga memihak ke bolosego tapi otoritas perpajakan yang kurang sosialisasi kepada masyarakat, @SUARA KEADILAN:Gue jelasin simpelnya ya, bro: rutin bayar pajak tiap tahun itu beda sama bayar pajak dengan jumlah yang BENAR. Sistem pajak kita itu self-assessment (kita hitung dan lapor sendiri). Nah, tagihan 1,5 M itu keluar biasanya karena Pemeriksaan Pajak (Audit) dari Kantor Pajak (DJP). Ini 3 alasan utama kenapa angkanya bisa meledak sampai 1,5 M: Selisih Omzet (Kurang Bayar) Misal Bolosego lapor omzet usaha 1 M per tahun, tapi pas DJP cek data bank, EDC, atau platform transaksi, ternyata omzet aslinya 3 M. DJP bakal hitung ulang pajak dari selisih 2 M yang belum dipajaki itu buat beberapa tahun ke belakang. Denda & Bunga Berjalan Ini yang bikin membengkak. Begitu ditemuin ada kurang bayar dari tahun-tahun lalu, DJP bakal ngenain sanksi bunga per bulan. Kalau numpuk 2–3 tahun, nilai dendanya bisa sama besar (atau bahkan lebih besar) dari pokok pajaknya. Kena PPN / Lupa Status PKP Kalau omzet usaha udah tembus Rp4,8 M setahun, wajib hukumnya jadi PKP dan mungut PPN 11%. Kalau dari dulu cuma bayar PPh Final (misal 0,5%), DJP bakal nagih PPN 11% yang "ketinggalan" itu secara paksa buat semua transaksi ke belakang. Langkah yang harus diambil sekarang: Cek SKPKB/STP: Lihat surat resminya. Cek berapa nilai Pokok Pajak-nya dan berapa nilai Denda/Bunga-nya. Ajuin Keberatan / Pengurangan Denda: Kalau hitungan DJP salah, bisa ajuin Keberatan. Kalau hitungannya bener tapi dendanya kemahalan, bisa minta Penghapusan/Pengurangan Sanksi. Panggil Konsultan Pajak: Jangan dihadapin sendiri, angka 1,5 M udah terlalu gede. Mending minta tolong konsultan pajak resmi buat dampingi negosiasi dan sanggahan ke kantor pajak. #bolosego #pajakbolosego #pajakumkm #umkm #infojogjaterkini

About