@kdowning92: Search my disney villain character couldn't be more accurate! #pain #disney #malificent #betrayal #youaskedforthis

Grace & Thread
Grace & Thread
Open In TikTok:
Region: US
Tuesday 20 October 2026 13:44:42 GMT
20039
472
15
20

Music

Download

Comments

jennyk1984
Jennifer Knight :
I got the shadow man
2026-10-28 08:28:06
1
ashley.lm_l986
🌺 Ashley 🌺 :
lol I got Eris goddess of Chaos
2026-10-23 01:24:14
1
daniscrochettiktok2026
Dani's Crochet TikTok :
Eris, the Goddess, though I'm sure she's not Disney
2026-10-24 04:34:03
2
wolfqueen030
Crystal McDannel :
2026-10-29 02:21:49
1
adrock606
Ad Rock :
Why did I get Lilith? She’s not a villain??
2026-10-23 15:56:54
1
77justbecause
user9740306842077 :
A whole bunch pop up??
2026-10-23 08:08:13
0
kayla.daniels083
Kayla Daniels :
I got Papa… 🤷‍♀️😂
2026-10-22 02:37:13
1
kellywilliams7660
kellywilliams7660 :
2026-10-24 19:14:16
1
clinton.knight
Clinton Knight :
Dude had a queen and turned it in for a throne room and all the bullshit that goes with it.
2026-10-24 14:37:45
1
To see more videos from user @kdowning92, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dalam keterangannya, Mentan Amran menyampaikan informasi awal yang diterimanya menyebutkan jumlah beras yang ditemukan dalam kasus tersebut mencapai sekitar 600 ton. Ia menduga jumlah beras yang terkait dengan praktik tersebut dapat mencapai ribuan ton.  Namun, besaran keseluruhan masih harus dipastikan melalui pendalaman aparat penegak hukum. “Yang jelas penemuan saat ini sekarang 600 ton, berarti ini ribuan ton. Ini sudah tidak sehat ini,” ujar Mentan Amran. Ia menjelaskan, beras SPHP yang disubsidi pemerintah disebut dijual dengan harga Rp12.500 per kilogram. Beras tersebut diduga kemudian dioplos atau diubah penyajiannya untuk dipasarkan sebagai beras premium dengan harga Rp17.000 per kilogram. “Ini kemasan khusus untuk rakyat Indonesia dan ini disubsidi. Ini dibongkar, kita jual hanya Rp12.500, dibongkar kemudian dijual Rp17.000 ke pasar,” katanya. Mentan Amran menilai dugaan praktik tersebut berpotensi mengganggu tata niaga beras dan merugikan masyarakat. Beras yang seharusnya membantu menjaga keterjangkauan harga justru diduga dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan melalui penjualan dengan harga lebih tinggi. Meski demikian, mekanisme pengoplosan, volume keseluruhan beras yang terlibat, nilai kerugian negara, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab masih perlu didalami oleh kepolisian. Mentan Amran menyatakan penghitungan kerugian negara akan dilakukan setelah data dan fakta terkait kasus tersebut diperjelas. Video editor: Hirzi  Produser: Eko Supriyadi  #Republika #DailyNews #BerasOplos #RepublikaOfficial #CekRepublikaAja
Dalam keterangannya, Mentan Amran menyampaikan informasi awal yang diterimanya menyebutkan jumlah beras yang ditemukan dalam kasus tersebut mencapai sekitar 600 ton. Ia menduga jumlah beras yang terkait dengan praktik tersebut dapat mencapai ribuan ton. Namun, besaran keseluruhan masih harus dipastikan melalui pendalaman aparat penegak hukum. “Yang jelas penemuan saat ini sekarang 600 ton, berarti ini ribuan ton. Ini sudah tidak sehat ini,” ujar Mentan Amran. Ia menjelaskan, beras SPHP yang disubsidi pemerintah disebut dijual dengan harga Rp12.500 per kilogram. Beras tersebut diduga kemudian dioplos atau diubah penyajiannya untuk dipasarkan sebagai beras premium dengan harga Rp17.000 per kilogram. “Ini kemasan khusus untuk rakyat Indonesia dan ini disubsidi. Ini dibongkar, kita jual hanya Rp12.500, dibongkar kemudian dijual Rp17.000 ke pasar,” katanya. Mentan Amran menilai dugaan praktik tersebut berpotensi mengganggu tata niaga beras dan merugikan masyarakat. Beras yang seharusnya membantu menjaga keterjangkauan harga justru diduga dimanfaatkan untuk memperoleh keuntungan melalui penjualan dengan harga lebih tinggi. Meski demikian, mekanisme pengoplosan, volume keseluruhan beras yang terlibat, nilai kerugian negara, serta pihak-pihak yang bertanggung jawab masih perlu didalami oleh kepolisian. Mentan Amran menyatakan penghitungan kerugian negara akan dilakukan setelah data dan fakta terkait kasus tersebut diperjelas. Video editor: Hirzi Produser: Eko Supriyadi #Republika #DailyNews #BerasOplos #RepublikaOfficial #CekRepublikaAja

About