@thom.code: Part 5 ~ Your Life at Every Level of Exposing Your Homelab (Port Forward to WAF) This is the full ladder of opening your homelab to the internet, from a port forward named temp to a real web application firewall. The router page that calls it Virtual Server. The internet provider that never gave you a real address. Fourteen subdomains for two users. The bots that found you before your friend pressed play. Your first access log, full of requests for a WordPress you've never installed. The reverse proxy that politely holds the door for everyone. The night the logs finally stop being scary. Then the admin panel, your mom's account, the AI box, and patching on Sundays. You already know which level you're on. ⌚ CHAPTERS 0:00 Intro 0:36 Level one: It only works on the couch 1:31 Level two: The first port forward 2:49 Level three: You buy a domain 3:51 Level four: Something found you in minutes 5:23 Level five: Your first scary access log 6:51 Level six: The reverse proxy and the green padlock 8:28 Level seven: A real WAF in front of everything 11:24 Level eight: Now you expose the admin panel 12:36 Level nine: Your friends and family are now your users 13:51 Level ten: You expose the AI box 15:19 Level eleven: You start patching on sundays 16:21 Level twelve: You become the person who answers the newbie 17:36 Front door 📺 MORE If you made it this far, you'll probably like these: ▸ Your Life at Every Level of a Homelab (Raspberry Pi to Rack) — • Your Life at Every Level of a Homelab (Ras... ▸ Your Life at Every Level of Networking (Your Router to the Ocean Floor) — • Your Life at Every Level of Networking (Yo... ▸ Your Life at Every Level of Running AI Locally (Laptop to 4×3090) — • Your Life at Every Level of Running AI Loc... ▸ Your Life at Every Level of NAS (Phone to Petabyte) — • Your Life at Every Level of NAS (Phone to ... ▸ Why Some People Are Obsessed With Home Servers? (It's Not the Money) — • Why Some People Are Obsessed With Home Ser... 💬 Which level are you on? And what's the strangest request you've ever found in your access log? 🔔 Subscribe for more on the psychology of self-hosters, sysadmins and the people who read their logs before bed. ⚠️ DISCLAIMER It is satire and commentary made for entertainment and educational purposes. The levels are an affectionate exaggeration of real community patterns, not security advice, and no individual is being described. Prices and product details are accurate as of publication; the sale ends Nov 30, 2026. #homelab #selfhosted #homeserver #homelabsecurity #safeline

Thom Code
Thom Code
Open In TikTok:
Region: NG
Tuesday 20 October 2026 16:34:50 GMT
3041
80
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @thom.code, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Suster Katolik Nyanyikan “Donna, Donna” dalam Aksi Solidaritas Korban Karhutla Sociusdemos - Seorang suster Katolik menyanyikan lagu “Donna, Donna” dengan iringan petikan gitar akustik dalam aksi solidaritas dan doa lintas agama untuk korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tugu Proklamasi, Jakarta, Senin (19/10/2026) malam. Para peserta duduk melingkar di ruang terbuka sambil menyalakan lilin dan membentangkan poster berisi aspirasi dalam suasana khidmat dan reflektif. Lagu “Donna, Donna” berasal dari lagu berbahasa Yiddish berjudul “Dana Dana”, dengan lirik karya Aaron Zeitlin dan musik gubahan Sholom Secunda untuk pertunjukan teater Esterke pada 1940–1941. Lagu ini kemudian populer melalui versi bahasa Inggris yang dibawakan penyanyi folk Amerika Serikat, Joan Baez, dalam album debutnya pada 1960. Lagu ini mengisahkan seekor anak sapi yang dibawa menuju p3ny3mbelih4n dan seekor burung yang terbang bebas. Kontras tersebut kerap ditafsirkan sebagai simbol ketidakberdayaan dan kebebasan. Seiring waktu, “Donna, Donna” juga dimaknai sebagai refleksi tentang penindasan, ketidakadilan, dan perjuangan meraih kebebasan. Sejumlah penafsir mengaitkannya dengan penderitaan orang Yahudi pada masa Holocaust, meskipun liriknya tidak secara eksplisit menyebut peristiwa tersebut. Di Indonesia, lagu ini dikenal melalui film Gie (2005), yang dibintangi Nicholas Saputra dan mengangkat kehidupan aktivis mahasiswa Soe Hok Gie. Dalam album soundtrack film tersebut, lagu ini dibawakan oleh Sita Nursanti. Dalam konteks film, “Donna, Donna” dapat ditafsirkan sebagai refleksi tentang kebebasan berpikir, sikap kritis terhadap kekuasaan, dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Namun, pemaknaan tersebut merupakan interpretasi berdasarkan konteks film, bukan satu-satunya makna lagu. Apa Tanggapan Lo? #Sociusdemos
Suster Katolik Nyanyikan “Donna, Donna” dalam Aksi Solidaritas Korban Karhutla Sociusdemos - Seorang suster Katolik menyanyikan lagu “Donna, Donna” dengan iringan petikan gitar akustik dalam aksi solidaritas dan doa lintas agama untuk korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tugu Proklamasi, Jakarta, Senin (19/10/2026) malam. Para peserta duduk melingkar di ruang terbuka sambil menyalakan lilin dan membentangkan poster berisi aspirasi dalam suasana khidmat dan reflektif. Lagu “Donna, Donna” berasal dari lagu berbahasa Yiddish berjudul “Dana Dana”, dengan lirik karya Aaron Zeitlin dan musik gubahan Sholom Secunda untuk pertunjukan teater Esterke pada 1940–1941. Lagu ini kemudian populer melalui versi bahasa Inggris yang dibawakan penyanyi folk Amerika Serikat, Joan Baez, dalam album debutnya pada 1960. Lagu ini mengisahkan seekor anak sapi yang dibawa menuju p3ny3mbelih4n dan seekor burung yang terbang bebas. Kontras tersebut kerap ditafsirkan sebagai simbol ketidakberdayaan dan kebebasan. Seiring waktu, “Donna, Donna” juga dimaknai sebagai refleksi tentang penindasan, ketidakadilan, dan perjuangan meraih kebebasan. Sejumlah penafsir mengaitkannya dengan penderitaan orang Yahudi pada masa Holocaust, meskipun liriknya tidak secara eksplisit menyebut peristiwa tersebut. Di Indonesia, lagu ini dikenal melalui film Gie (2005), yang dibintangi Nicholas Saputra dan mengangkat kehidupan aktivis mahasiswa Soe Hok Gie. Dalam album soundtrack film tersebut, lagu ini dibawakan oleh Sita Nursanti. Dalam konteks film, “Donna, Donna” dapat ditafsirkan sebagai refleksi tentang kebebasan berpikir, sikap kritis terhadap kekuasaan, dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Namun, pemaknaan tersebut merupakan interpretasi berdasarkan konteks film, bukan satu-satunya makna lagu. Apa Tanggapan Lo? #Sociusdemos

About