@pml.n.official1: آپ نے کپڑے ایسے پہنے ہوئے تھے۔ تو وہ جو آٹھ آٹھ، دس دس مہینے کی بچیوں کے ساتھ ہو رہا ہے، وہ کپڑے کس نے پہنے ہوئے ہیں؟ وہ کپڑوں کی بات کہاں جاتی ہے؟

PMLN OFFICIAL
PMLN OFFICIAL
Open In TikTok:
Region: PK
Tuesday 20 October 2026 17:31:28 GMT
32013
3070
162
21

Music

Download

Comments

prazedent.russia
*, Shahid*2730. :
best wishes
2026-10-20 22:08:04
0
user3126915281304
Junior :
love this woman 😭
2026-10-20 21:57:18
0
shahid.majeed462
Shahid Malick :
Dear cm shiba plz plz plz action for multan incident we wait for justice plz active ccd plz
2026-10-20 23:03:26
0
rozzi7299
Rozzi :
Wrong english
2026-10-20 20:25:38
0
umerf407
Ûmêr Fârœq :
100% agree aese logon ki nishandhi KR k unka mustqil ilaj kia jay detail investigation ki jay takeh pta chly k 9 mAh ki bchi se kon KR skta he bchon ko dekh k tou py rehm or Pyar Ata he tou kon inko ye Sikha rha he he, isky ilawah
2026-10-20 18:24:43
0
waqaskhan.257
WAQASKHAN.804 :
King 😎
2026-10-20 17:35:43
17
shamas_ul_haq786
Shamas_Ul_Haq :
sherni
2026-10-20 19:44:09
0
rajahemran
Emran :
Mryam Nawaz sharif CM punjab brave leader
2026-10-20 18:00:15
4
twofriends650
★彡[ᴛᴏᴍ ᴀɴᴅ ᴊᴇʀʏ]彡★ :
2026-10-20 19:55:42
3
zk__177
♛ 𝓩𝓚 ♛ :
جو بچہ ملتان ما شہید ہوّہا اوس پر بات کرو بہت ccd. کر تا ہو اب غریب کو انصاف دو 🥲
2026-10-20 17:38:59
1
abrarbhangoo
ابرار حسین بھنگو :
2026-10-20 17:39:58
8
user61559
ALI Butt 🇧🇷🇵🇰🇺🇸 :
2026-10-20 17:35:41
6
shahjahanmehdi1
Shah Jahan shah 1214 :
I am big fan mam
2026-10-20 18:04:34
3
sajjadawan99
Ⓜ️Sajjad awan🌀 :
2026-10-20 19:35:22
3
ikkhan80458
ikKhan804 :
2026-10-20 17:45:33
3
222jgsunday
khan baba :
🥰🥰🥰
2026-10-20 17:34:56
4
nsns6470
🇸🇦Madiha Saudia🇸🇦 :
2026-10-20 19:55:38
0
mubashir_akash
Mubashir_Akash🩵 :
2026-10-20 19:21:00
1
pm_khan6
PM KHAN x TMM :
2026-10-20 18:55:13
1
shahidsr04
shahidrafiq :
well done 👍 Keep it up.💯
2026-10-20 18:24:19
1
muhammadsajjad32123
𝐉U𝐓𝐓 🦅🇧🇭🇧🇭🇧🇭🇧🇭🇧🇭 :
2026-10-20 22:39:07
0
mehtabjadoon6
🇸🇦M𝖊𝖍𝖙𝖆𝖇 J𝖆d𝖔𝖔𝖓︻╦╤─ :
Multan wala bachaa ko insaf milaa ga ab cm sahiba ?
2026-10-20 23:31:41
0
syed66756
syed :
2026-10-20 23:23:29
0
usmanrsheed2
عثمان غنیUAE🇦🇪🇵🇰دوبئ :
2026-10-20 22:54:37
0
ranasajid1497
ranasajid1497 :
شیر کی بیٹی شیرنی
2026-10-20 23:38:40
0
To see more videos from user @pml.n.official1, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI – Seorang warga Kenali Asam berinisial E dilaporkan meninggal dunia saat berorasi bersama warga terdampak zona merah Pertamina di posko perjuangan, Minggu (18/10/2026), sekitar pukul 21.40 WIB. Peristiwa ini terjadi ketika warga masih menuntut kepastian hak atas tanah yang terdampak pemblokiran sertifikat. Kematian E menjadi duka bagi warga sekaligus kembali menyoroti persoalan zona merah di Kota Jambi yang hingga kini disebut belum menemukan penyelesaian tuntas. Aksi tersebut juga menjadi respons atas kunjungan kerja DPR RI serta penagihan janji Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI untuk menyelesaikan persoalan zona merah dalam 100 hari kerja. Dampak pemblokiran sertifikat disebut meluas, mulai dari hambatan jual-beli tanah, pemecahan sertifikat, pengurusan warisan, hingga penggunaan sertifikat sebagai agunan pinjaman bank. Sejumlah warga pemilik rumah melalui skema KPR juga dilaporkan menghentikan pembayaran cicilan akibat ketidakpastian status aset mereka. Wilayah yang disebut terdampak meliputi Kenali Asam Atas, Kenali Asam Bawah, Talang Gulo, Sukakarya, Paal Lima, hingga Mayang Mangurai. Di tengah situasi tersebut, warga menuntut pemerintah dan lembaga terkait memberikan kejelasan mengenai status tanah serta langkah konkret penyelesaian konflik. Bagi masyarakat, tanah bukan sekadar sertifikat, melainkan tempat tinggal, sumber penghidupan, dan jaminan masa depan keluarga. Meski penyebab langsung kematian E masih perlu dipastikan melalui keterangan saksi dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan, peristiwa ini menambah urgensi penyelesaian persoalan zona merah secara terbuka dan terukur. Sampai kapan warga harus menunggu kepastian atas hak tanah mereka? Publik kini menanti penjelasan dan langkah nyata pemerintah serta pihak terkait agar persoalan berkepanjangan ini tidak terus membebani masyarakat. #Jambi #ZonaMerahPertamina #KenaliAsam #SertifikatTanah #KonflikPertanahan
TANYAFAKTA.CO, KOTA JAMBI – Seorang warga Kenali Asam berinisial E dilaporkan meninggal dunia saat berorasi bersama warga terdampak zona merah Pertamina di posko perjuangan, Minggu (18/10/2026), sekitar pukul 21.40 WIB. Peristiwa ini terjadi ketika warga masih menuntut kepastian hak atas tanah yang terdampak pemblokiran sertifikat. Kematian E menjadi duka bagi warga sekaligus kembali menyoroti persoalan zona merah di Kota Jambi yang hingga kini disebut belum menemukan penyelesaian tuntas. Aksi tersebut juga menjadi respons atas kunjungan kerja DPR RI serta penagihan janji Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI untuk menyelesaikan persoalan zona merah dalam 100 hari kerja. Dampak pemblokiran sertifikat disebut meluas, mulai dari hambatan jual-beli tanah, pemecahan sertifikat, pengurusan warisan, hingga penggunaan sertifikat sebagai agunan pinjaman bank. Sejumlah warga pemilik rumah melalui skema KPR juga dilaporkan menghentikan pembayaran cicilan akibat ketidakpastian status aset mereka. Wilayah yang disebut terdampak meliputi Kenali Asam Atas, Kenali Asam Bawah, Talang Gulo, Sukakarya, Paal Lima, hingga Mayang Mangurai. Di tengah situasi tersebut, warga menuntut pemerintah dan lembaga terkait memberikan kejelasan mengenai status tanah serta langkah konkret penyelesaian konflik. Bagi masyarakat, tanah bukan sekadar sertifikat, melainkan tempat tinggal, sumber penghidupan, dan jaminan masa depan keluarga. Meski penyebab langsung kematian E masih perlu dipastikan melalui keterangan saksi dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan, peristiwa ini menambah urgensi penyelesaian persoalan zona merah secara terbuka dan terukur. Sampai kapan warga harus menunggu kepastian atas hak tanah mereka? Publik kini menanti penjelasan dan langkah nyata pemerintah serta pihak terkait agar persoalan berkepanjangan ini tidak terus membebani masyarakat. #Jambi #ZonaMerahPertamina #KenaliAsam #SertifikatTanah #KonflikPertanahan

About