@damomontana4: #damomontana#ibamontana

🔒DAMO MONTANA ☠️
🔒DAMO MONTANA ☠️
Open In TikTok:
Region: IT
Tuesday 20 October 2026 17:42:39 GMT
12147
2823
79
80

Music

Download

Comments

baba.sow948
Baba Sow :
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰👋👋🏽👋🏽👋🏽👋🏽👋🏿👋🏿👋🏿👋🏿👋🏿👋🏿👋🏿👋🏿👋🏿👋🏽👋🏽👋🏽👋🏽👋🏿👋🏿👋🏿👋🏿👋🏽👂👂
2026-10-20 18:27:12
1
zoumce.leuro
Zoumce L’euro :
2026-10-21 00:32:37
0
adama.jdallo6
Adama Jdallo :
💪💪💪💪💪💪💪
2026-10-20 17:48:18
0
petitsodaga
petitsodaga :
👍👍👍👍🧡🧡🧡💕💕🥰
2026-10-20 19:09:52
0
sitiboy73
siti boy officiel🐊🐊🤞 :
👊🫥🫥🫥 Tana avie 👌
2026-10-20 23:48:36
0
konate.tidjane67
Konate Tidjane6 :
🥰🥰🥰
2026-10-21 02:06:55
0
prire76
prière :
♥️♥️♥️
2026-10-21 00:09:38
0
tanacoulibay
tanacoulibay :
💯💯💯
2026-10-21 01:15:29
0
badjoukou.f7
Badjoukou f :
🙏🙏🙏
2026-10-21 01:15:24
0
soloyaro8
soloyaro95 :
🌹🌹🌹
2026-10-21 01:13:41
0
moutou.traore57
Moutou Traore :
🥰🥰🥰
2026-10-21 00:57:43
0
moutou.traore57
Moutou Traore :
❤️❤️❤️
2026-10-21 00:57:11
0
mariam.sacko7518
mariam sacko75 :
🥰🥰🥰
2026-10-21 00:52:42
0
gansta.karambe
Gansta Karambe :
🥰🥰🥰
2026-10-21 00:52:25
0
issatraore5374
Issa Traore :
🥰🥰🥰
2026-10-21 00:51:46
0
le.bosam10
✳️LE BOSAM ✅✅ :
❤️❤️❤️
2026-10-21 00:41:52
0
user9935781683331
Soboua Koné :
♥️♥️♥️
2026-10-21 00:25:41
0
fofana.soumala77
FOFANA boyka :
🥰🥰🥰
2026-10-21 00:17:44
0
moussa.le.motard4
Dybala lhe motard :
🥰🥰🥰
2026-10-21 01:31:50
0
user65507401280076
oumar 5 :
🥰🥰🥰
2026-10-21 00:06:10
0
damokareine0
damokareine0 :
[Réconfortant][Réconfortant][Réconfortant]
2026-10-21 00:02:38
0
ibemajo3
ibe major 💪 :
♥️♥️♥️
2026-10-21 02:14:06
0
ma.motoucoulibaly9
eeuurt8itffui :
🥰🥰🥰
2026-10-20 23:47:41
0
ordinateur.kone
ordinateur kone :
🥰🥰🥰
2026-10-20 23:46:37
0
deuxmontant
wizi🇪🇸⚔️ :
💪💪💪
2026-10-20 17:43:50
0
To see more videos from user @damomontana4, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Londres, diciembre de 1952. Durante cinco días, una niebla espesa y tóxica cubrió la ciudad y convirtió el aire en una trampa. La llamada Great Smog se formó entre el 5 y el 9 de diciembre de 1952. Londres atravesaba días muy fríos y miles de hogares quemaban grandes cantidades de carbón para calentarse. Al mismo tiempo, fábricas, centrales y chimeneas emitían humo y gases contaminantes. Una situación de inversión térmica, con aire frío atrapado cerca del suelo bajo una capa de aire más cálido, impidió que toda esa contaminación se dispersara. El humo quedó atrapado y se mezcló con la niebla natural, formando una masa densa de color amarillo-gris. La visibilidad llegó a reducirse a solo unos pocos metros en muchas zonas. El transporte de superficie quedó gravemente afectado, peatones se desorientaban incluso en barrios que conocían bien y la vida cotidiana se volvió cada vez más difícil. La niebla además contenía enormes cantidades de partículas, dióxido de azufre y otros contaminantes procedentes principalmente de la combustión del carbón. Las consecuencias fueron devastadoras. Los registros oficiales de la época mostraron un aumento extraordinario de las muertes y de los ingresos hospitalarios por enfermedades respiratorias y cardíacas. Un comunicado del Ministerio de Salud británico del 19 de diciembre de 1952 registró 4.703 muertes en una sola semana en el Gran Londres, más del doble que en las semanas anteriores. Hoy se acepta que alrededor de 4.000 personas murieron directamente durante el episodio, aunque estudios posteriores consideran que el número total pudo ser bastante mayor. La tragedia cambió para siempre la política ambiental británica. La presión pública y la evidencia sanitaria ayudaron a impulsar el Clean Air Act de 1956, que restringió las emisiones de humo negro y promovió combustibles más limpios en las ciudades. Este reel intenta mostrar cómo pudo sentirse vivir aquel día desde dentro: seguir caminando, coger el metro, refugiarse en una cafetería y tratar de volver a casa mientras Londres desaparecía poco a poco dentro del smog. #ia #pov #historia #pasado #londres #smog
Londres, diciembre de 1952. Durante cinco días, una niebla espesa y tóxica cubrió la ciudad y convirtió el aire en una trampa. La llamada Great Smog se formó entre el 5 y el 9 de diciembre de 1952. Londres atravesaba días muy fríos y miles de hogares quemaban grandes cantidades de carbón para calentarse. Al mismo tiempo, fábricas, centrales y chimeneas emitían humo y gases contaminantes. Una situación de inversión térmica, con aire frío atrapado cerca del suelo bajo una capa de aire más cálido, impidió que toda esa contaminación se dispersara. El humo quedó atrapado y se mezcló con la niebla natural, formando una masa densa de color amarillo-gris. La visibilidad llegó a reducirse a solo unos pocos metros en muchas zonas. El transporte de superficie quedó gravemente afectado, peatones se desorientaban incluso en barrios que conocían bien y la vida cotidiana se volvió cada vez más difícil. La niebla además contenía enormes cantidades de partículas, dióxido de azufre y otros contaminantes procedentes principalmente de la combustión del carbón. Las consecuencias fueron devastadoras. Los registros oficiales de la época mostraron un aumento extraordinario de las muertes y de los ingresos hospitalarios por enfermedades respiratorias y cardíacas. Un comunicado del Ministerio de Salud británico del 19 de diciembre de 1952 registró 4.703 muertes en una sola semana en el Gran Londres, más del doble que en las semanas anteriores. Hoy se acepta que alrededor de 4.000 personas murieron directamente durante el episodio, aunque estudios posteriores consideran que el número total pudo ser bastante mayor. La tragedia cambió para siempre la política ambiental británica. La presión pública y la evidencia sanitaria ayudaron a impulsar el Clean Air Act de 1956, que restringió las emisiones de humo negro y promovió combustibles más limpios en las ciudades. Este reel intenta mostrar cómo pudo sentirse vivir aquel día desde dentro: seguir caminando, coger el metro, refugiarse en una cafetería y tratar de volver a casa mientras Londres desaparecía poco a poco dentro del smog. #ia #pov #historia #pasado #londres #smog
Ketiga keluhan ini sering muncul bersamaan, tapi karena masing-masing terlihat ringan, kebanyakan orang langsung menganggapnya sebagai masuk angin biasa. Mual yang datang tiba-tiba, mulut terasa pahit terutama setelah bangun tidur atau di sela aktivitas, ditambah dada yang terasa sesak atau tidak nyaman, biasanya cukup diatasi dengan istirahat atau obat masuk angin yang dijual bebas. Padahal, menurut penjelasan medis, kombinasi ketiga gejala ini merupakan tanda khas dari GERD atau refluks asam lambung, terutama ketika asam lambung sudah naik cukup tinggi hingga memengaruhi area dada dan tenggorokan. Rasa mual muncul karena iritasi pada lambung dan kerongkongan, mulut pahit berasal dari cairan asam atau empedu yang ikut naik ke area mulut, sementara dada terasa sesak terjadi karena otot di sekitar kerongkongan dan dada bereaksi terhadap iritasi yang berulang, bukan karena masalah pada paru-paru atau jantung seperti yang sering dikhawatirkan. Yang membuat kondisi ini sering disalahartikan sebagai masuk angin, gejalanya memang mirip pada awalnya, badan terasa tidak enak, perut tidak nyaman, dan dada terasa penuh. Namun berbeda dengan masuk angin yang biasanya membaik dalam satu dua hari, ketiga gejala akibat GERD ini cenderung berulang, terutama setelah makan, saat berbaring, atau di pagi hari setelah bangun tidur. Bila dibiarkan terus-menerus tanpa penanganan yang tepat, paparan asam lambung yang berulang ke area dada dan tenggorokan bisa menyebabkan iritasi yang semakin parah, bahkan berisiko memengaruhi kenyamanan bernapas dan kualitas tidur dalam jangka panjang. Beberapa tanda tambahan yang bisa membantu membedakannya dari masuk angin biasa antara lain gejala yang memburuk setelah makan atau saat posisi berbaring, sensasi seperti ada yang mengganjal di tenggorokan, serta keluhan yang tidak kunjung membaik meski sudah minum obat masuk angin atau istirahat cukup. Kalau kamu sering mengalami ketiga gejala ini secara bersamaan dan berulang, jangan buru-buru menyimpulkan ini cuma masuk angin. Ada baiknya mulai memperhatikan pola makan, menghindari makan terlalu larut malam, tidak langsung berbaring setelah makan, dan bila gejala terus berlanjut, segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya. Bagikan ke orang terdekatmu yang masih sering menganggap gejala ini sebagai masuk angin biasa. Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis atau saran tenaga medis profesional. #kesehatan #kesehatanindonesia #infokesehatan #edukasikesehatan #tipssehat
Ketiga keluhan ini sering muncul bersamaan, tapi karena masing-masing terlihat ringan, kebanyakan orang langsung menganggapnya sebagai masuk angin biasa. Mual yang datang tiba-tiba, mulut terasa pahit terutama setelah bangun tidur atau di sela aktivitas, ditambah dada yang terasa sesak atau tidak nyaman, biasanya cukup diatasi dengan istirahat atau obat masuk angin yang dijual bebas. Padahal, menurut penjelasan medis, kombinasi ketiga gejala ini merupakan tanda khas dari GERD atau refluks asam lambung, terutama ketika asam lambung sudah naik cukup tinggi hingga memengaruhi area dada dan tenggorokan. Rasa mual muncul karena iritasi pada lambung dan kerongkongan, mulut pahit berasal dari cairan asam atau empedu yang ikut naik ke area mulut, sementara dada terasa sesak terjadi karena otot di sekitar kerongkongan dan dada bereaksi terhadap iritasi yang berulang, bukan karena masalah pada paru-paru atau jantung seperti yang sering dikhawatirkan. Yang membuat kondisi ini sering disalahartikan sebagai masuk angin, gejalanya memang mirip pada awalnya, badan terasa tidak enak, perut tidak nyaman, dan dada terasa penuh. Namun berbeda dengan masuk angin yang biasanya membaik dalam satu dua hari, ketiga gejala akibat GERD ini cenderung berulang, terutama setelah makan, saat berbaring, atau di pagi hari setelah bangun tidur. Bila dibiarkan terus-menerus tanpa penanganan yang tepat, paparan asam lambung yang berulang ke area dada dan tenggorokan bisa menyebabkan iritasi yang semakin parah, bahkan berisiko memengaruhi kenyamanan bernapas dan kualitas tidur dalam jangka panjang. Beberapa tanda tambahan yang bisa membantu membedakannya dari masuk angin biasa antara lain gejala yang memburuk setelah makan atau saat posisi berbaring, sensasi seperti ada yang mengganjal di tenggorokan, serta keluhan yang tidak kunjung membaik meski sudah minum obat masuk angin atau istirahat cukup. Kalau kamu sering mengalami ketiga gejala ini secara bersamaan dan berulang, jangan buru-buru menyimpulkan ini cuma masuk angin. Ada baiknya mulai memperhatikan pola makan, menghindari makan terlalu larut malam, tidak langsung berbaring setelah makan, dan bila gejala terus berlanjut, segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya. Bagikan ke orang terdekatmu yang masih sering menganggap gejala ini sebagai masuk angin biasa. Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis atau saran tenaga medis profesional. #kesehatan #kesehatanindonesia #infokesehatan #edukasikesehatan #tipssehat

About