@a991237: جمال امطار الحصمه#جازان_الان #اكسبلورexplore #CapCut #الشعب_الصيني_ماله_حل😂😂 #moon

نـومـي❣️
نـومـي❣️
Open In TikTok:
Region: SA
Wednesday 21 October 2026 01:59:00 GMT
2205
112
7
1

Music

Download

Comments

user2675561821452
وحيد الدار 😏😏 :
طلعنا جيران 🙆‍♂️🙆‍♂️
2026-10-21 06:48:24
3
user6276194635046
،💙البرنس🤍 :
هههههههههههه
2026-10-21 08:52:40
1
hdaubtswsyyda
الشاعر يحيى مجربي النواوي :
حصمتك
2026-10-21 10:13:37
0
user55187047768765
٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠٠ :
[قلب أحمر][قلب أحمر][قلب أحمر] سبحان الله الحصمة دوم تمطر
2026-10-21 08:21:33
0
blc291
𝐁𝐋𝐀𝐂𝐊 :
ماشاءالله كلها فتره ونشوف الرياض افضل من حصمتكم
2026-10-21 05:52:10
3
xeo.008
xeo.00 :
😍😍😍👌
2026-10-21 09:43:29
2
rmr594
لااظن انك تذكرني ❤️‍🩹 :
🥰🥰🥰
2026-10-21 13:42:49
0
To see more videos from user @a991237, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dievaluasi mahasiswa Bandung Raya melalui aksi unjuk rasa di beberapa lokasi Kota Bandung, Selasa (20/10/2026). Massa memadati titik-titik aksi di Jalan Ir. H. Djuanda (Dago) – Cikapayang, Jalan Asia Afrika kawasan Gedung Merdeka, hingga depan Gedung DPRD Jawa Barat Jalan Diponegoro. Aksi diikuti mahasiswa dari berbagai kampus se-Bandung Raya. Sejumlah tuntutan disuarakan. Mahasiswa mendesak pemerintah segera menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan menetapkannya sebagai bencana nasional. Mereka juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG), persoalan kabinet, hingga maraknya korupsi.
Dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dievaluasi mahasiswa Bandung Raya melalui aksi unjuk rasa di beberapa lokasi Kota Bandung, Selasa (20/10/2026). Massa memadati titik-titik aksi di Jalan Ir. H. Djuanda (Dago) – Cikapayang, Jalan Asia Afrika kawasan Gedung Merdeka, hingga depan Gedung DPRD Jawa Barat Jalan Diponegoro. Aksi diikuti mahasiswa dari berbagai kampus se-Bandung Raya. Sejumlah tuntutan disuarakan. Mahasiswa mendesak pemerintah segera menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan menetapkannya sebagai bencana nasional. Mereka juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG), persoalan kabinet, hingga maraknya korupsi. "Segera atasi karhutla dan tetapkan sebagai bencana nasional. Geser anggaran Makan Bergizi Gratis ke BBM Subsidi. Benahi Kabinet Gemuk yang tidak substantif dan memboroskan anggaran," kata salah seorang orator di kawasan Asia Afrika. Ketua BEM FISIP Universitas Pasundan, Naufal Fadhilah, menilai dua tahun pemerintahan belum mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Ia menyebut janji penciptaan lapangan pekerjaan dan penyediaan bahan pokok murah belum terwujud. "Jujur saja, belum mampu menyediakan sembako murah bagi masyarakat, dan kabinet gemuk dirasa terlalu politis yang entah tugas dan fungsinya untuk apa," ujar Naufal di depan Gedung DPRD Jabar. Naufal juga menyoroti persoalan korupsi yang dinilai masih dominan. Menurutnya, bahkan anggaran untuk penanganan karhutla pun tidak lepas dari praktik tersebut, sehingga perlu ada tindakan tegas dari pemerintah. 3.248 Personel Gabungan Disiagakan Untuk mengamankan jalannya aksi, Polda Jabar menyiagakan 3.248 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung. Karo Ops Polda Jabar, Kombes Teddy Suhendyawan, mengatakan ribuan personel tersebut disebar di titik-titik konsentrasi massa, seperti DPRD Jabar, kawasan Cikapayang, Simpang Lima, dan Asia Afrika. Pengamanan juga dilakukan di pusat-pusat keramaian. "Semuanya kami amankan dan sudah plotting sesuai dengan yang disampaikan Pak Kapolrestabes. Sudah kami plotting semua," ucap Teddy. Polda Jabar juga memberlakukan penyekatan di wilayah perbatasan Jawa Barat, terutama yang berbatasan langsung dengan Jakarta. Penyekatan tersebut telah dilakukan sejak sehari sebelumnya dengan melibatkan polres jajaran. Terkait lalu lintas, pihaknya menyiapkan rekayasa arus yang bersifat situasional. Dua tim pengurai disiapkan untuk membantu Polrestabes Bandung dalam pengalihan arus jika terjadi kemacetan. Teddy pun mengimbau massa aksi agar tetap tertib dan tidak mengganggu kepentingan umum. "Yang penting tertib, tidak anarkis, tidak merusak fasilitas umum. Karena itu kan berasal dari pajaknya masyarakat juga. Jadi dari masyarakat, oleh masyarakat, untuk masyarakat," pungkasnya.

About