@wulankenanga: Pernah kepikiran nggak, kalau musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dampaknya bisa nyampe ke piring makan kita sehari-hari? Selama ini kita sering mikir kalau dampak karhutla itu cuma sebatas kabut asap dan emisi. Padahal, ada rantai kerusakan ekosistem yang jauh lebih fatal! Faktanya, fenomena El Niño bukan biang kerok utama. Kebakaran berulang terjadi karena lahan gambut kita mengering akibat kanalisasi berlebihan. Saat gambut mengering, mineral pirit di dalamnya teroksidasi dan menghasilkan asam sulfat. Akibatnya, air sungai tercemar hebat (pH drop ke 2–3) dan membunuh populasi ikan sungai! Kebayang kan, betapa terancamnya sumber pangan masyarakat lokal? Makanya, keragaman pangan lokal seperti umbi-umbian dan sagu jadi kunci penting buat adaptasi di tengah krisis iklim. Aku coba ganti nasi dengan ubi kukus. Yuk, mulai kenal dan apresiasi pangan lokal di sekitar kita! Dan jangan lupa, selalu gunakan frasa lengkap “kebakaran hutan dan lahan” biar edukasinya makin tepat. @ecobloggersquad @pantaugambut @aik_arif #ecobloggersquad #PeatlandIsNotWasteland NB: video dan foto dalam konten ini hanya ilustrasi.
Wulan Kenanga | Author
Region: ID
Wednesday 21 October 2026 04:38:04 GMT
Music
Download
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @wulankenanga, please go to the Tikwm
homepage.