@tribunnews: Pengamat politik Ray Rangkuti menilai evaluasi terhadap 42 menteri dan wakil menteri yang belum bekerja optimal perlu disertai evaluasi terhadap pola kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan ini disampaikan Ray pada Rabu (21/10/2026) menanggapi temuan Partai Gerindra terkait puluhan pejabat kabinet yang kinerjanya dinilai tidak memenuhi Key Performance Indicator (KPI). Ray menekankan bahwa minimnya performa kabinet bukan hanya persoalan kompetensi menteri, melainkan akibat gaya kepemimpinan yang cenderung sentralistik serta komunikasi satu arah. Ia menyoroti keluhan internal mengenai sulitnya menteri bertemu Presiden secara langsung serta kebiasaan kepemimpinan yang terkesan hanya mau menerima laporan positif. Kondisi tersebut dinilai membuat para menteri ragu dan tidak berani mengambil langkah akselerasi kebijakan karena takut memicu teguran langsung dari pimpinan. Ray mendorong Partai Gerindra agar tidak hanya menyoroti para pembantu Presiden, tetapi juga berani memberi masukan perbaikan tata kelola komunikasi kabinet kepada Prabowo. Bagaimana pandangan Anda melihat pengaruh pola kepemimpinan Presiden terhadap efektivitas dan keberanian kinerja para menteri? #RayRangkuti #PrabowoSubianto #KabinetMerahPutih #Gerindra