@antara_tv: Karisma Evi Tiarani, Pelari para Indonesia berhasil menyumbangkan emas kelima untuk Indonesia di final 100 meter T63 putri Asian Para Games 2026 pada Rabu (21/10). Dengan catatan waktu 14,59 detik ia mengalahkan dua lawannya dari Jepang, yaitu Tomomi Tozawa dan Kaede Maegawa. Follow @antaratv untuk info terkini lainnya dan saksikan berita selengkapnya di YouTube AntaraTV Indonesia dan antaranews.com/video #tiarani #laricepat #atletik #asianparagames2026 #medaliemas #antaratv

Antara TV Indonesia
Antara TV Indonesia
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 21 October 2026 08:45:01 GMT
23690
167
2
0

Music

Download

Comments

dewisuparti6
Dewi S♥️ :
Hebaaaat,,,Sllu Semangat ♥️♥️♥️💪💪💪
2026-10-21 12:22:23
0
4757fwg
@rt :
🥰🥰🥰
2026-10-21 11:12:25
0
To see more videos from user @antara_tv, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Keluhan ini awalnya dianggap muntah biasa akibat masuk angin atau salah makan. Seorang anak mulai mengalami muntah berulang, namun karena tidak ada demam dan masih bisa beraktivitas seperti biasa, keluhan ini terus dibiarkan tanpa diperiksakan ke dokter. Orang tua maupun anak sendiri menganggap ini akan membaik dengan sendirinya seiring waktu. Namun kondisinya justru semakin memburuk. Muntah yang awalnya berisi sisa makanan, lama-kelamaan berubah menjadi cairan berwarna kuning dengan rasa pahit yang sangat mengganggu. Disertai pula nyeri perut yang semakin terasa dan sulit ditahan. Karena sudah tidak bisa dibiarkan lagi, anak tersebut akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan intensif. Setelah diperiksa, dokter menjelaskan bahwa cairan kuning dengan rasa pahit yang keluar saat muntah merupakan cairan empedu, yang seharusnya bekerja di usus halus untuk membantu mencerna lemak, bukan naik ke lambung apalagi sampai keluar saat muntah. Kondisi ini dikenal sebagai refluks empedu, salah satu bentuk komplikasi dari GERD yang sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang tepat. Menurut penjelasan medis, ketika keluhan muntah dibiarkan berulang tanpa diperiksakan, iritasi pada dinding lambung dan kerongkongan bisa terus berkembang. Dinding lambung yang terus-menerus terpapar asam dan empedu lama-kelamaan mengalami peradangan yang lebih dalam, sehingga tubuh merespons dengan rasa nyeri yang semakin intens dan muntah yang semakin sulit dikendalikan. Kasus seperti ini jadi pengingat penting bagi orang tua untuk tidak menyepelekan keluhan muntah berulang pada anak, apalagi bila sudah disertai perubahan warna cairan yang keluar atau rasa pahit yang tidak biasa. Tanda-tanda ini bukan sekadar muntah akibat masuk angin biasa, melainkan sinyal bahwa ada gangguan pada sistem pencernaan yang butuh penanganan medis segera. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain muntah yang berulang lebih dari satu dua kali, perubahan warna cairan muntah menjadi kekuningan atau kehijauan, rasa pahit di mulut setelahnya, serta nyeri perut yang semakin memberat dari waktu ke waktu. Jangan tunggu sampai kondisi memburuk seperti ini. Kalau anak mengalami muntah berulang, apalagi disertai tanda-tanda tersebut, segera periksakan ke dokter sebelum terlambat. Bagikan ke orang tua lain, biar lebih peka terhadap gejala yang sering dianggap sepele ini. Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis atau saran tenaga medis profesional. #kesehatan #kesehatanindonesia #infokesehatan #edukasikesehatan #tipssehat
Keluhan ini awalnya dianggap muntah biasa akibat masuk angin atau salah makan. Seorang anak mulai mengalami muntah berulang, namun karena tidak ada demam dan masih bisa beraktivitas seperti biasa, keluhan ini terus dibiarkan tanpa diperiksakan ke dokter. Orang tua maupun anak sendiri menganggap ini akan membaik dengan sendirinya seiring waktu. Namun kondisinya justru semakin memburuk. Muntah yang awalnya berisi sisa makanan, lama-kelamaan berubah menjadi cairan berwarna kuning dengan rasa pahit yang sangat mengganggu. Disertai pula nyeri perut yang semakin terasa dan sulit ditahan. Karena sudah tidak bisa dibiarkan lagi, anak tersebut akhirnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan intensif. Setelah diperiksa, dokter menjelaskan bahwa cairan kuning dengan rasa pahit yang keluar saat muntah merupakan cairan empedu, yang seharusnya bekerja di usus halus untuk membantu mencerna lemak, bukan naik ke lambung apalagi sampai keluar saat muntah. Kondisi ini dikenal sebagai refluks empedu, salah satu bentuk komplikasi dari GERD yang sudah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang tepat. Menurut penjelasan medis, ketika keluhan muntah dibiarkan berulang tanpa diperiksakan, iritasi pada dinding lambung dan kerongkongan bisa terus berkembang. Dinding lambung yang terus-menerus terpapar asam dan empedu lama-kelamaan mengalami peradangan yang lebih dalam, sehingga tubuh merespons dengan rasa nyeri yang semakin intens dan muntah yang semakin sulit dikendalikan. Kasus seperti ini jadi pengingat penting bagi orang tua untuk tidak menyepelekan keluhan muntah berulang pada anak, apalagi bila sudah disertai perubahan warna cairan yang keluar atau rasa pahit yang tidak biasa. Tanda-tanda ini bukan sekadar muntah akibat masuk angin biasa, melainkan sinyal bahwa ada gangguan pada sistem pencernaan yang butuh penanganan medis segera. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain muntah yang berulang lebih dari satu dua kali, perubahan warna cairan muntah menjadi kekuningan atau kehijauan, rasa pahit di mulut setelahnya, serta nyeri perut yang semakin memberat dari waktu ke waktu. Jangan tunggu sampai kondisi memburuk seperti ini. Kalau anak mengalami muntah berulang, apalagi disertai tanda-tanda tersebut, segera periksakan ke dokter sebelum terlambat. Bagikan ke orang tua lain, biar lebih peka terhadap gejala yang sering dianggap sepele ini. Informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan diagnosis atau saran tenaga medis profesional. #kesehatan #kesehatanindonesia #infokesehatan #edukasikesehatan #tipssehat

About