@bao.ngoc.9997: Vì em đã lâu… #baongocaerobic #embetingting

Bao Ngoc Aerobic
Bao Ngoc Aerobic
Open In TikTok:
Region: AE
Wednesday 21 October 2026 08:57:42 GMT
3282
157
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @bao.ngoc.9997, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

HERMELINDA JEBARUS PEREMPUAN ADAT POCOLEOK BERSUARA DI MK, UNGKAP DAMPAK PERLUASAN PROYEK GEOTERMAL ULUMBU! NTTUPDATE-Perempuan Adat Pocoleok Sampaikan Dampak Perluasan Proyek Geotermal Ulumbu kepada Mahkamah Konstitusi Hermelinda Jebarus, perwakilan masyarakat adat Pocoleok dari Gendang Lungar, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyampaikan kesaksian mengenai perubahan kehidupan masyarakat adat sejak wilayah mereka menjadi sasaran rencana perluasan proyek geotermal Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu. Di hadapan Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Hermelinda menjelaskan bahwa tanah bagi masyarakat adat tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengandung fungsi sosial dan budaya. Kebun menjadi sumber penghidupan keluarga, membiayai pendidikan anak, serta memperkuat hubungan gotong royong antarwarga. Ia menegaskan bahwa perempuan adat memiliki peran penting dalam mengelola kebun, menjaga ketersediaan pangan, merawat keluarga, serta melestarikan hubungan dengan alam dan ritual adat. Menurutnya, akses terhadap tanah, air, dan tanaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan perempuan adat. Hermelinda menilai, apabila akses terhadap tanah terganggu, beban perempuan dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan mempertahankan kehidupan sehari-hari akan semakin berat. Karena itu, pengetahuan dan pengalaman perempuan dalam merawat lingkungan perlu didengar sejak awal dalam proses pengambilan keputusan terkait pembangunan. Ia juga mengungkapkan bahwa kehidupan masyarakat Pocoleok sebelumnya berjalan dengan bertumpu pada tata kehidupan adat. Namun, rencana perluasan proyek geotermal Ulumbu disebut telah menimbulkan ketidakpastian bagi masyarakat setempat. Menurut Hermelinda, rencana pengeboran dan pembukaan jalan akses memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan lahan produktif, sumber air, rumah warga, serta ruang hidup masyarakat adat. Bagi perempuan, kondisi tersebut dinilai menimbulkan beban ganda. Di satu sisi, mereka tetap harus memenuhi kebutuhan keluarga, sementara di sisi lain harus menghadapi ketegangan sosial, mencari informasi, dan berjuang mempertahankan ruang hidup serta hak-hak masyarakat adat. Melalui kesaksiannya, Hermelinda menekankan pentingnya mempertimbangkan perspektif perempuan dan masyarakat adat dalam setiap kebijakan pembangunan yang berpotensi memengaruhi lingkungan, sumber penghidupan, dan keberlangsungan budaya lokal. #NTT #NTTUPDATE
HERMELINDA JEBARUS PEREMPUAN ADAT POCOLEOK BERSUARA DI MK, UNGKAP DAMPAK PERLUASAN PROYEK GEOTERMAL ULUMBU! NTTUPDATE-Perempuan Adat Pocoleok Sampaikan Dampak Perluasan Proyek Geotermal Ulumbu kepada Mahkamah Konstitusi Hermelinda Jebarus, perwakilan masyarakat adat Pocoleok dari Gendang Lungar, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyampaikan kesaksian mengenai perubahan kehidupan masyarakat adat sejak wilayah mereka menjadi sasaran rencana perluasan proyek geotermal Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulumbu. Di hadapan Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Hermelinda menjelaskan bahwa tanah bagi masyarakat adat tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mengandung fungsi sosial dan budaya. Kebun menjadi sumber penghidupan keluarga, membiayai pendidikan anak, serta memperkuat hubungan gotong royong antarwarga. Ia menegaskan bahwa perempuan adat memiliki peran penting dalam mengelola kebun, menjaga ketersediaan pangan, merawat keluarga, serta melestarikan hubungan dengan alam dan ritual adat. Menurutnya, akses terhadap tanah, air, dan tanaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan perempuan adat. Hermelinda menilai, apabila akses terhadap tanah terganggu, beban perempuan dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan mempertahankan kehidupan sehari-hari akan semakin berat. Karena itu, pengetahuan dan pengalaman perempuan dalam merawat lingkungan perlu didengar sejak awal dalam proses pengambilan keputusan terkait pembangunan. Ia juga mengungkapkan bahwa kehidupan masyarakat Pocoleok sebelumnya berjalan dengan bertumpu pada tata kehidupan adat. Namun, rencana perluasan proyek geotermal Ulumbu disebut telah menimbulkan ketidakpastian bagi masyarakat setempat. Menurut Hermelinda, rencana pengeboran dan pembukaan jalan akses memunculkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan lahan produktif, sumber air, rumah warga, serta ruang hidup masyarakat adat. Bagi perempuan, kondisi tersebut dinilai menimbulkan beban ganda. Di satu sisi, mereka tetap harus memenuhi kebutuhan keluarga, sementara di sisi lain harus menghadapi ketegangan sosial, mencari informasi, dan berjuang mempertahankan ruang hidup serta hak-hak masyarakat adat. Melalui kesaksiannya, Hermelinda menekankan pentingnya mempertimbangkan perspektif perempuan dan masyarakat adat dalam setiap kebijakan pembangunan yang berpotensi memengaruhi lingkungan, sumber penghidupan, dan keberlangsungan budaya lokal. #NTT #NTTUPDATE

About