@smilelabnt: ✅ Chọn ở ánh sáng tự nhiên — ánh sáng phòng khám có thể làm thay đổi nhận thấy màu sắc ✅ Xem xét cả độ trong suốt viền cắn, không chỉ nhìn màu tổng thể ✅ Tham khảo ý kiến bác sĩ — người có chuyên môn sẽ tư vấn tông màu phù hợp nhất ✅ Màu răng cửa thường sáng hơn răng hàm sau một chút, tạo chiều sâu tự nhiên ✅ Không nên chọn màu quá khác biệt so với răng thật còn lại để tránh trông không tự nhiên 🎯 Mục tiêu cuối cùng: Một bộ răng đẹp không phải là bộ răng trắng nhất, mà là bộ răng hài hòa nhất với gương mặt, nụ cười và tổng thể của chính bạn. ⚕️ Nội dung này chỉ mang tính tham khảo và chia sẻ kiến thức chung. Việc lựa chọn màu sắc và thực hiện điều trị nha khoa cần được thực hiện bởi bác sĩ có chuyên môn. 💛 #VITA #BảngMàuRăng #KiếnThứcNhaKhoa #RăngSứThẩmMỹ #ChọnMàuRăngĐúng

Vuonggia
Vuonggia
Open In TikTok:
Region: VN
Wednesday 21 October 2026 09:38:44 GMT
4391
148
6
18

Music

Download

Comments

dco.dlices
Déco & Délices :
is it gold ?
2026-10-21 18:43:22
1
joo.oliveira883
João Oliveira :
muito legal
2026-10-21 19:02:00
1
trieudung1236
Triệu Dũng :
Tên mấy màu bác phối là j vậy ạ. Màu xanh có phải gray k bác
2026-10-22 01:30:26
0
To see more videos from user @smilelabnt, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

POV 3 : Sedangkan Keonho mulai diam-diam berharap kalau utang itu tidak pernah benar-benar lunas, karena semakin hari dia semakin sadar bahwa alasan yang dulu dia gunakan untuk membuatmu terus datang ternyata sudah tidak ada hubungannya lagi dengan uang yang diberikan ibunya di stasiun. Awalnya dia memang sengaja membuatmu melakukan berbagai macam pekerjaan karena menurutnya itu cara paling gampang untuk membuatmu bertanggung jawab atas uang yang kamu pinjam, tetapi setelah beberapa minggu berlalu, Keonho justru mulai merasa ada sesuatu yang aneh setiap kali kamu tidak datang. Tempat mereka berkumpul terasa lebih sepi, candaan Sean jadi tidak terlalu menghibur, bahkan Juhoon yang biasanya selalu bisa membuat suasana ramai pun tidak cukup untuk mengalihkan perhatiannya dari pintu masuk yang sejak tadi terus dia lihat. Sampai akhirnya sore itu kamu benar-benar datang sambil membawa sebuah amplop kecil yang sejak tadi kamu genggam erat. “Keonho.” panggilmu Cowok yang sedang duduk bersandar di sofa langsung mengangkat kepalanya ketika mendengar suaramu, lalu matanya turun pada amplop yang kamu bawa. “Apa itu?” tanya Keonho. Kamu berjalan mendekat dan meletakkan amplop tersebut tepat di atas meja di hadapannya. “Uang.” Keonho mengerutkan kening, sementara Juhoon dan Sean yang sedang bermain kartu langsung ikut memperhatikan. “Buat apa?” “Buat bayar utang gue.” jawabmu santai sambil menatap wajahnya. Suasana yang tadinya ramai mendadak terasa sedikit berbeda. Keonho menatap amplop itu cukup lama sebelum akhirnya kembali melihatmu dengan ekspresi yang sulit dibaca. “Lo serius?” tanyanya. “Serius lah. Masa gue bawa uang segini cuma buat pajangan?” ucapmu. Sean langsung menahan tawa, sedangkan Juhoon diam-diam melirik Keonho karena dia tahu persis cowok itu tidak akan senang mendengar perkataanmu. Keonho akhirnya mengambil amplop tersebut, tetapi bukannya membuka, dia malah memutarnya di tangannya sambil menatapmu. “Kalau gue terima, terus?” tanya Keonho. Kamu mengangkat bahu dengan santai. “Ya udah, selesai.” “Selesai?” tanya Keonho. “Iya, selesai. Gue nggak perlu lagi datang ke sini, nggak perlu lagi beliin minuman lo, nggak perlu lagi disuruh-suruh sama lo, dan lo juga nggak perlu repot-repot nagih gue setiap hari.” jawabmu Keonho terdiam. Entah kenapa, setiap kata yang kamu ucapkan justru terdengar seperti sesuatu yang tidak ingin dia dengar. Sean bahkan sampai berhenti bermain kartu dan menatap Keonho dengan tatapan penuh arti. Kamu yang tidak menyadari perubahan ekspresinya malah melanjutkan dengan santai. “Enak, kan? Setelah ini kita nggak punya urusan lagi.” ucapmu pada Keonho Keonho menatapmu. Lama. Sampai akhirnya dia berkata dengan suara datar, “Gue nggak mau.” Kamu langsung mengerutkan kening. “Lah, kenapa?” tanyamu heran padanya. “Kurang.” jawabnya santai sambil tersenyum tipis Kamu langsung menatapnya tidak percaya. “Kurang dari mana? Gue udah hitung berkali-kali.” “Pokoknya kurang.” “Keonho, jangan ngarang.” ucapmu “Gue nggak ngarang.” “Terus kurang berapa?” tanyamu Keonho diam. Kamu menyilangkan tangan di depan dada sambil menatapnya penuh kemenangan. “Nah, kan. Nggak bisa jawab.” ucapmu Juhoon yang sejak tadi menahan tawa akhirnya ikut bersuara. “Kalau memang kurang, tinggal bilang jumlahnya berapa.” Keonho langsung melirik Juhoon. “Lu jangan ikut campur.” Juhoon mengangkat kedua tangannya sambil tertawa kecil. “Gue cuma bantu.” Kamu kembali mengambil amplop dari tangan Keonho, lalu memasukkannya ke dalam tas. “Yaudah kalau lo nggak mau, terserah. Tapi mulai besok gue nggak mau datang lagi.” Kalimat itu membuat Keonho langsung menoleh. “Kenapa?” “Karena utang gue udah mau lunas.” jawabmu “Belum.” ucap pria yang benar-benar tidak menginginkan kamu pergi dari hidupnya “Menurut gue udah.” jawabmu singkat “Menurut gue belum.” jawab Keonho tak mau kalah “Ya terserah lo.” Kamu berbalik dan hendak pergi, tetapi baru beberapa langkah berjalan, suara Keonho terdengar dari belakang. “Besok datang.” ucap Keonho ( lanjutan di💬+++) #keonho #sunghoon #pov #cortispov #enhypenpov
POV 3 : Sedangkan Keonho mulai diam-diam berharap kalau utang itu tidak pernah benar-benar lunas, karena semakin hari dia semakin sadar bahwa alasan yang dulu dia gunakan untuk membuatmu terus datang ternyata sudah tidak ada hubungannya lagi dengan uang yang diberikan ibunya di stasiun. Awalnya dia memang sengaja membuatmu melakukan berbagai macam pekerjaan karena menurutnya itu cara paling gampang untuk membuatmu bertanggung jawab atas uang yang kamu pinjam, tetapi setelah beberapa minggu berlalu, Keonho justru mulai merasa ada sesuatu yang aneh setiap kali kamu tidak datang. Tempat mereka berkumpul terasa lebih sepi, candaan Sean jadi tidak terlalu menghibur, bahkan Juhoon yang biasanya selalu bisa membuat suasana ramai pun tidak cukup untuk mengalihkan perhatiannya dari pintu masuk yang sejak tadi terus dia lihat. Sampai akhirnya sore itu kamu benar-benar datang sambil membawa sebuah amplop kecil yang sejak tadi kamu genggam erat. “Keonho.” panggilmu Cowok yang sedang duduk bersandar di sofa langsung mengangkat kepalanya ketika mendengar suaramu, lalu matanya turun pada amplop yang kamu bawa. “Apa itu?” tanya Keonho. Kamu berjalan mendekat dan meletakkan amplop tersebut tepat di atas meja di hadapannya. “Uang.” Keonho mengerutkan kening, sementara Juhoon dan Sean yang sedang bermain kartu langsung ikut memperhatikan. “Buat apa?” “Buat bayar utang gue.” jawabmu santai sambil menatap wajahnya. Suasana yang tadinya ramai mendadak terasa sedikit berbeda. Keonho menatap amplop itu cukup lama sebelum akhirnya kembali melihatmu dengan ekspresi yang sulit dibaca. “Lo serius?” tanyanya. “Serius lah. Masa gue bawa uang segini cuma buat pajangan?” ucapmu. Sean langsung menahan tawa, sedangkan Juhoon diam-diam melirik Keonho karena dia tahu persis cowok itu tidak akan senang mendengar perkataanmu. Keonho akhirnya mengambil amplop tersebut, tetapi bukannya membuka, dia malah memutarnya di tangannya sambil menatapmu. “Kalau gue terima, terus?” tanya Keonho. Kamu mengangkat bahu dengan santai. “Ya udah, selesai.” “Selesai?” tanya Keonho. “Iya, selesai. Gue nggak perlu lagi datang ke sini, nggak perlu lagi beliin minuman lo, nggak perlu lagi disuruh-suruh sama lo, dan lo juga nggak perlu repot-repot nagih gue setiap hari.” jawabmu Keonho terdiam. Entah kenapa, setiap kata yang kamu ucapkan justru terdengar seperti sesuatu yang tidak ingin dia dengar. Sean bahkan sampai berhenti bermain kartu dan menatap Keonho dengan tatapan penuh arti. Kamu yang tidak menyadari perubahan ekspresinya malah melanjutkan dengan santai. “Enak, kan? Setelah ini kita nggak punya urusan lagi.” ucapmu pada Keonho Keonho menatapmu. Lama. Sampai akhirnya dia berkata dengan suara datar, “Gue nggak mau.” Kamu langsung mengerutkan kening. “Lah, kenapa?” tanyamu heran padanya. “Kurang.” jawabnya santai sambil tersenyum tipis Kamu langsung menatapnya tidak percaya. “Kurang dari mana? Gue udah hitung berkali-kali.” “Pokoknya kurang.” “Keonho, jangan ngarang.” ucapmu “Gue nggak ngarang.” “Terus kurang berapa?” tanyamu Keonho diam. Kamu menyilangkan tangan di depan dada sambil menatapnya penuh kemenangan. “Nah, kan. Nggak bisa jawab.” ucapmu Juhoon yang sejak tadi menahan tawa akhirnya ikut bersuara. “Kalau memang kurang, tinggal bilang jumlahnya berapa.” Keonho langsung melirik Juhoon. “Lu jangan ikut campur.” Juhoon mengangkat kedua tangannya sambil tertawa kecil. “Gue cuma bantu.” Kamu kembali mengambil amplop dari tangan Keonho, lalu memasukkannya ke dalam tas. “Yaudah kalau lo nggak mau, terserah. Tapi mulai besok gue nggak mau datang lagi.” Kalimat itu membuat Keonho langsung menoleh. “Kenapa?” “Karena utang gue udah mau lunas.” jawabmu “Belum.” ucap pria yang benar-benar tidak menginginkan kamu pergi dari hidupnya “Menurut gue udah.” jawabmu singkat “Menurut gue belum.” jawab Keonho tak mau kalah “Ya terserah lo.” Kamu berbalik dan hendak pergi, tetapi baru beberapa langkah berjalan, suara Keonho terdengar dari belakang. “Besok datang.” ucap Keonho ( lanjutan di💬+++) #keonho #sunghoon #pov #cortispov #enhypenpov

About