@tantuan_2004: Honda Accord 2021 lướt chuẩn 35.000km 😍#hondacivictyper #hondaaccord #hondacivic #xuhuong #viral

Tuấn chuyên xe lướt🚘
Tuấn chuyên xe lướt🚘
Open In TikTok:
Region: VN
Wednesday 21 October 2026 11:03:10 GMT
5334
192
17
14

Music

Download

Comments

3525quctrng
Trạng Nghiện Civic🚘 :
Cũng tối thui nữa
2026-10-21 11:56:28
0
nhocboyxadoa
Bước Qua Đời Nhau :
5 mấy thế shop
2026-10-22 04:23:12
0
haitrungkim_2402
🎄🌴🌳Hải Trung Kim🌳🌴🎄 :
Giá
2026-10-21 17:31:44
0
nguyenxddd2010
Nguyen Nguyen :
giá bán bao nhiêu a
2026-10-21 23:04:44
0
socbong1919
Sóc Bông :
giá bn
2026-10-22 03:02:46
0
thanhthanhtrn26
Tạp Hoá 262628 :
Xe ở đâu thế bác. E có con City 2025 thì bù tầm nhiêu ạ
2026-10-22 01:40:31
0
khanh_thegioioto
Khánh - Thế Giới Ô Tô :
Đẹp quá a 😍😍😍
2026-10-21 12:25:58
0
15041986tt
TUẤN CẦM AUTO :
2026-10-21 11:39:25
1
kyuthienn6
🐁 :
💓
2026-10-21 13:05:28
0
To see more videos from user @tantuan_2004, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Membalas @dewilingga19  KENAPA HARUS KOPI PAHIT? Refleksi Malam — Tentang Perempuan, Kehidupan, dan Luka yang Tak Selalu Bisa Diceritakan. Malam ini, udara Kemang, Jakarta Selatan, terasa sedikit lembap. Gue duduk bersama Winda, Liza, dan Joseph di sebuah café outdoor tempat Jessica bekerja. Lampu-lampu temaram menyinari meja kami. Musik mengalun pelan, sementara kendaraan sesekali melintas di jalanan Kemang. Jessica datang membawa pesanan kami. Seperti biasa, secangkir Americano hitam tanpa gula diletakkannya tepat di depan gue. “Bang Rey, gue penasaran. Kenapa sih Abang selalu pesan kopi pahit? Emang gak pengin hidupnya manis sedikit?” godanya. Kami tertawa. “Jess, kebetulan ada yang nanya begitu juga di komentar TikTok gue. Namanya Dewi Iriyana Lingga. Dia nanya, 'Kenapa kopi pahit, Bang?'” Winda tersenyum. “Nah, gue juga mau tahu jawabannya.” Gue mengangkat cangkir, menyesap sedikit, lalu meletakkannya kembali. “Karena kopi pahit mengingatkan gue pada kehidupan, terutama kehidupan perempuan-perempuan hebat yang sering kita lihat tersenyum, padahal hatinya sedang tidak baik-baik saja.” Liza yang sejak tadi diam mulai menatap gue. “Maksud lo, Rey?” “Lihat kopi ini, Liz. Pahitnya gak pernah berbohong. Dia gak berpura-pura manis hanya supaya disukai orang.” Joseph mengangguk pelan. “Dan perempuan?” tanyanya. Gue menarik napas. “Justru banyak perempuan yang terpaksa berpura-pura manis di hadapan dunia, bahkan ketika hidup sedang memperlakukannya dengan pahit.” Winda menunduk. Gue melanjutkan. “Ada perempuan yang setiap pagi menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya, padahal semalam dia menangis sampai tertidur.” “Ada istri yang masih menyambut suaminya dengan senyuman, meskipun hatinya sudah lama kehilangan kehangatan.” “Ada ibu yang bilang dirinya sudah makan, padahal uang di dompetnya cuma cukup untuk membeli makanan anak-anaknya.” Jessica terdiam sambil memegang nampannya. “Bang, kok jadi sedih...” bisiknya. “Karena kenyataannya memang begitu, Jess.” “Some women don't cry because they're weak. They cry because they've been strong for too long.” Liza mengusap sudut matanya. “Kadang perempuan cuma pengin ditanya kabarnya, Rey. Bukan selalu diminta memahami keadaan orang lain.” Gue mengangguk. “Dan yang paling menyedihkan, Liz, ada perempuan yang begitu pandai menyembuhkan luka orang lain, tetapi gak tahu harus bercerita kepada siapa ketika hatinya sendiri hancur.” Malam mendadak terasa lebih sunyi. Gue kembali mengangkat cangkir. “Dewi, kalau lo membaca tulisan ini, sekarang lo tahu kenapa gue menyukai kopi pahit.” “Karena dari secangkir kopi ini gue belajar, sesuatu yang pahit tidak selalu buruk. Dan sesuatu yang terlihat manis belum tentu memberikan kebahagiaan.” Untuk kalian, perempuan hebat yang malam ini sedang menahan tangis... Jangan merasa harus selalu tersenyum demi membuat dunia nyaman. Kalian juga berhak lelah. Berhak didengarkan. Berhak dipeluk tanpa harus menjelaskan alasan kalian menangis. “You deserve a gentle life, even after everything you've been through.” Dan semoga suatu hari, setelah begitu banyak kepahitan yang kalian telan sendirian, kehidupan menghadiahkan ketenangan yang tidak perlu lagi kalian perjuangkan dengan air mata. Salam kopi pahit dari gue. ☕ @Rey Reflection sekalian buat @TATIA BUCHORI SAMIRA  yang request cover lagu
Membalas @dewilingga19 KENAPA HARUS KOPI PAHIT? Refleksi Malam — Tentang Perempuan, Kehidupan, dan Luka yang Tak Selalu Bisa Diceritakan. Malam ini, udara Kemang, Jakarta Selatan, terasa sedikit lembap. Gue duduk bersama Winda, Liza, dan Joseph di sebuah café outdoor tempat Jessica bekerja. Lampu-lampu temaram menyinari meja kami. Musik mengalun pelan, sementara kendaraan sesekali melintas di jalanan Kemang. Jessica datang membawa pesanan kami. Seperti biasa, secangkir Americano hitam tanpa gula diletakkannya tepat di depan gue. “Bang Rey, gue penasaran. Kenapa sih Abang selalu pesan kopi pahit? Emang gak pengin hidupnya manis sedikit?” godanya. Kami tertawa. “Jess, kebetulan ada yang nanya begitu juga di komentar TikTok gue. Namanya Dewi Iriyana Lingga. Dia nanya, 'Kenapa kopi pahit, Bang?'” Winda tersenyum. “Nah, gue juga mau tahu jawabannya.” Gue mengangkat cangkir, menyesap sedikit, lalu meletakkannya kembali. “Karena kopi pahit mengingatkan gue pada kehidupan, terutama kehidupan perempuan-perempuan hebat yang sering kita lihat tersenyum, padahal hatinya sedang tidak baik-baik saja.” Liza yang sejak tadi diam mulai menatap gue. “Maksud lo, Rey?” “Lihat kopi ini, Liz. Pahitnya gak pernah berbohong. Dia gak berpura-pura manis hanya supaya disukai orang.” Joseph mengangguk pelan. “Dan perempuan?” tanyanya. Gue menarik napas. “Justru banyak perempuan yang terpaksa berpura-pura manis di hadapan dunia, bahkan ketika hidup sedang memperlakukannya dengan pahit.” Winda menunduk. Gue melanjutkan. “Ada perempuan yang setiap pagi menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya, padahal semalam dia menangis sampai tertidur.” “Ada istri yang masih menyambut suaminya dengan senyuman, meskipun hatinya sudah lama kehilangan kehangatan.” “Ada ibu yang bilang dirinya sudah makan, padahal uang di dompetnya cuma cukup untuk membeli makanan anak-anaknya.” Jessica terdiam sambil memegang nampannya. “Bang, kok jadi sedih...” bisiknya. “Karena kenyataannya memang begitu, Jess.” “Some women don't cry because they're weak. They cry because they've been strong for too long.” Liza mengusap sudut matanya. “Kadang perempuan cuma pengin ditanya kabarnya, Rey. Bukan selalu diminta memahami keadaan orang lain.” Gue mengangguk. “Dan yang paling menyedihkan, Liz, ada perempuan yang begitu pandai menyembuhkan luka orang lain, tetapi gak tahu harus bercerita kepada siapa ketika hatinya sendiri hancur.” Malam mendadak terasa lebih sunyi. Gue kembali mengangkat cangkir. “Dewi, kalau lo membaca tulisan ini, sekarang lo tahu kenapa gue menyukai kopi pahit.” “Karena dari secangkir kopi ini gue belajar, sesuatu yang pahit tidak selalu buruk. Dan sesuatu yang terlihat manis belum tentu memberikan kebahagiaan.” Untuk kalian, perempuan hebat yang malam ini sedang menahan tangis... Jangan merasa harus selalu tersenyum demi membuat dunia nyaman. Kalian juga berhak lelah. Berhak didengarkan. Berhak dipeluk tanpa harus menjelaskan alasan kalian menangis. “You deserve a gentle life, even after everything you've been through.” Dan semoga suatu hari, setelah begitu banyak kepahitan yang kalian telan sendirian, kehidupan menghadiahkan ketenangan yang tidak perlu lagi kalian perjuangkan dengan air mata. Salam kopi pahit dari gue. ☕ @Rey Reflection sekalian buat @TATIA BUCHORI SAMIRA yang request cover lagu "Making Love Out of Nothing at All" ini semoga terhibur, dan selamat menikmati lagunya sambil ngopi malam ya..☕🙏 Rey Inspire 📚✍️Emotional Healing Author | Digital Storyteller 🎧Founder — Ruang Refleksi Rey Inspire #balaskomentar #refleksidiri #perempuanhebat #kopipahit #reyreflection

About