@tribunjogja: DPRD BANTUL DORONG LITERASI DIGITAL DI KALANGAN PELAJAR, AJAK SISWA SMP MELEK INFORMASI Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, mendorong edukasi literasi digital bagi para siswa sekolah di wilayah Kabupaten Bantul. Langkah ini dilakukan sebagai upaya membentengi generasi muda dari dampak negatif kemajuan teknologi sekaligus mendorong pemanfaatan media digital secara bijak dan produktif. Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bantul, Jumakir, menekankan bahwa pesatnya perkembangan teknologi informasi bagai dua sisi mata uang. Di satu sisi memberikan kemudahan akses informasi dan pembelajaran, namun di sisi lain menyimpan potensi bahaya jika tidak diimbangi dengan pemahaman literasi digital yang memadai. "Kami ingin mengajak para siswa untuk lebih kritis dalam menyaring setiap informasi yang diterima di media sosial serta memahami batasan-batasan saat berinteraksi di ruang digital," katanya, saat pelaksanaan edukasi literasi digital bertajuk Cakap Digital di SMP Negeri 1 Bantul, Rabu (21/10/2026). Selain itu, para siswa turut diajak untuk melek dengan pemberitaan pemerintah daerah serta informasi valid yang disajikan oleh media massa kredibel, guna menangkal paparan disinformasi dan berita bohong (hoaks) yang kerap berseliweran di dunia maya. Tidak hanya itu saja, para siswa juga didorong untuk melihat seperti apa kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul. Lanjutnya, keterbukaan informasi publik dan pemahaman mengenai program-program pembangunan daerah sangat penting agar generasi muda dapat ikut mengawasi serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan di wilayahnya. Apalagi Pemkab Bantul memiliki beberapa media sosial resmi yang dapat dijangkau oleh para siswa SMP. "Dengan memantau kegiatan Pemkab Bantul melalui sosial media, njenengan (siswa SMP) diperbolehkan memberikan saran masukan. Itu dapat menjadi pembelajaran para siswa," tutur dia. Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bantul, Budiyanto, berujar, pemahaman mendalam mengenai etika berinternet serta bijak dalam membagikan informasi pribadi menjadi kunci penting agar para remaja terhindar dari jerat kejahatan siber maupun dampak buruk perundungan siber. "Melalui edukasi literasi digital ini, diharapkan para siswa tidak hanya terhindar dari bahaya perundungan siber, kebocoran data pribadi, maupun ancaman kejahatan digital lainnya, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk hal-hal positif," jelasnya. Praktisi Pendidikan Dasar, Muhammad Asruri Faishal Alam, turut memberikan edukasi kepada generasi alpha pada era digital saat ini. Ia pun menyampaikan beberapa dampak positif maupun negatif dari penggunaan media sosial kepada para siswa. Produser : Ibnu Taufik Juwariyanto Reporter : Neti Rukmana Editor : Afifudin Program : Tribun Jogja News Video Editor : Afifudin #DPRD #Pelajar #Literasi #Digital

tribunjogjadotcom
tribunjogjadotcom
Open In TikTok:
Region: ID
Wednesday 21 October 2026 13:48:53 GMT
2061
27
1
0

Music

Download

Comments

meri_doang
meymup😚 :
macacihhhh
2026-10-21 14:12:01
1
To see more videos from user @tribunjogja, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About