@cha.ht.cm.di.chs: #xuhuong #capcut

cha hết cấm di chs đổi tên
cha hết cấm di chs đổi tên
Open In TikTok:
Region: VN
Wednesday 21 October 2026 15:16:39 GMT
11227
497
18
68

Music

Download

Comments

bankiemtien61
nghia nguyen :
1k lượt thích
2026-10-21 15:28:59
1
anhh.thuu289
. :
hahahahahahahah
2026-10-21 15:28:08
1
laviemk11
dv. :
con dng di vsinh ba oii
2026-10-21 15:29:51
1
nhuquinh.5
𝓺𝓾𝔂𝓷𝓱 :
ba hết cấm đi chs chưa ah
2026-10-21 15:19:47
1
thydngtrnphan2
Thùy Dương :
lop trg cx suy à
2026-10-21 15:18:49
1
baotrwn_16
𝒕𝒓𝒂𝒏 𝒘𝒊𝒃𝒖 :
sáng ngủ dậy có khi xh
2026-10-21 15:18:44
1
iuubinnnhieuuu
lỡ r kệ đi :
ừ
2026-10-21 15:18:03
1
baoni74
m :
ừ cũng biet suy
2026-10-21 15:59:37
0
_meodthgg
𝒢𝒾𝒶 ℋ𝒶̂𝓃 𐙚 :
xoá côi
2026-10-22 00:32:07
1
songkhongnucuoi_101
ngoc bel cute >< :
quen lung tung
2026-10-21 15:18:28
1
chanchanoi1
🫩😑🙂‍↕️ :
😁😁😁
2026-10-21 15:18:18
0
To see more videos from user @cha.ht.cm.di.chs, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bupati Murka Lihat Lahan Terbakar di Konsesi Dua Perusahaan, Dugaan Pembukaan Sawit Disorot NANGA BULIK – Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di areal konsesi PT Grace Putri Perdana dan PT Pancaran Wana Nusa, Selasa (20/10). Kedua perusahaan tersebut masuk dalam daftar perusahaan yang rencananya akan dicabut izinnya oleh Kementerian Kehutanan. Melihat luasnya hamparan lahan yang terbakar, Bupati tampak geram. Ia menyoroti kesiapan perusahaan dalam menghadapi kebakaran yang dinilai belum memadai, meski areal konsesi mereka terdampak karhutla. Tak hanya soal penanganan kebakaran, Bupati juga menaruh perhatian terhadap dugaan pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit di dalam kawasan konsesi tersebut. Ia menduga ada pemodal besar yang terlibat dalam aktivitas pembukaan lahan itu. Dugaan tersebut muncul setelah melihat kondisi di lapangan. Sejumlah bagian lahan tampak memiliki pola pembukaan menyerupai aktivitas penggunaan alat berat untuk menyiapkan lahan perkebunan sawit. Dari rekaman video udara, terlihat pula titik-titik api yang membentuk pola berbaris di sejumlah jalur yang diduga telah dibuat sebelumnya. Temuan visual tersebut dinilai perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab. “Pas panen (sawit) semua berebut lahan, kalau kejadian begini (kebakaran), tidak ada yang mengaku lahan siapa,” cetus Bupati. Rizky menegaskan, persoalan ini tidak boleh berhenti pada penanganan kebakaran semata. Menurutnya, perlu ada penelusuran untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak-pihak yang memanfaatkan areal konsesi untuk membuka lahan perkebunan sawit dalam skala luas. Tidak cukup hanya pencabutan ijin perusahaan saja, Ia pun meminta aparat penegak hukum menelusuri dugaan pembakaran lahan serta mengidentifikasi pihak yang berada di balik aktivitas tersebut. Terlebih, luasan lahan yang diduga dibuka untuk perkebunan sawit diperkirakan mencapai ratusan hektare. Meski demikian, Bupati mengakui hingga peninjauan dilakukan, dirinya belum menerima pemberitahuan resmi mengenai pencabutan izin kedua perusahaan tersebut dari Kementerian Kehutanan. Karena itu, ia meminta dugaan pelanggaran di lapangan ditindaklanjuti melalui penyelidikan agar pihak yang bertanggung jawab dapat diungkap.#bupatilamandau #pembukaanlahan #karhutla #izindicabut #lamandau
Bupati Murka Lihat Lahan Terbakar di Konsesi Dua Perusahaan, Dugaan Pembukaan Sawit Disorot NANGA BULIK – Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di areal konsesi PT Grace Putri Perdana dan PT Pancaran Wana Nusa, Selasa (20/10). Kedua perusahaan tersebut masuk dalam daftar perusahaan yang rencananya akan dicabut izinnya oleh Kementerian Kehutanan. Melihat luasnya hamparan lahan yang terbakar, Bupati tampak geram. Ia menyoroti kesiapan perusahaan dalam menghadapi kebakaran yang dinilai belum memadai, meski areal konsesi mereka terdampak karhutla. Tak hanya soal penanganan kebakaran, Bupati juga menaruh perhatian terhadap dugaan pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit di dalam kawasan konsesi tersebut. Ia menduga ada pemodal besar yang terlibat dalam aktivitas pembukaan lahan itu. Dugaan tersebut muncul setelah melihat kondisi di lapangan. Sejumlah bagian lahan tampak memiliki pola pembukaan menyerupai aktivitas penggunaan alat berat untuk menyiapkan lahan perkebunan sawit. Dari rekaman video udara, terlihat pula titik-titik api yang membentuk pola berbaris di sejumlah jalur yang diduga telah dibuat sebelumnya. Temuan visual tersebut dinilai perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab. “Pas panen (sawit) semua berebut lahan, kalau kejadian begini (kebakaran), tidak ada yang mengaku lahan siapa,” cetus Bupati. Rizky menegaskan, persoalan ini tidak boleh berhenti pada penanganan kebakaran semata. Menurutnya, perlu ada penelusuran untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak-pihak yang memanfaatkan areal konsesi untuk membuka lahan perkebunan sawit dalam skala luas. Tidak cukup hanya pencabutan ijin perusahaan saja, Ia pun meminta aparat penegak hukum menelusuri dugaan pembakaran lahan serta mengidentifikasi pihak yang berada di balik aktivitas tersebut. Terlebih, luasan lahan yang diduga dibuka untuk perkebunan sawit diperkirakan mencapai ratusan hektare. Meski demikian, Bupati mengakui hingga peninjauan dilakukan, dirinya belum menerima pemberitahuan resmi mengenai pencabutan izin kedua perusahaan tersebut dari Kementerian Kehutanan. Karena itu, ia meminta dugaan pelanggaran di lapangan ditindaklanjuti melalui penyelidikan agar pihak yang bertanggung jawab dapat diungkap.#bupatilamandau #pembukaanlahan #karhutla #izindicabut #lamandau

About