@shadygrady3223:

Every Woman’s Dream
Every Woman’s Dream
Open In TikTok:
Region: US
Wednesday 21 October 2026 15:27:28 GMT
140
4
0
2

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @shadygrady3223, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pengacara keluarga Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai, Petrus Bala Pattyona, menyebut kliennya tak mem-bully Bharada Andika Rahmadani. Menurutnya, keterangan itu ia dapatkan dari penyidik. Sebelumnya, Bharatu Valdo ditembak hingga tewas oleh Bharada Andika di Markas Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan pada Jumat (16/10) dini hari. Menurut Petrus, motifnya karena Andika sering di-bully dan disalahkan para seniornya di Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri. Petrus mengatakan, berdasarkan penjelasan penyidik, Andika diduga melampiaskan kemarahan karena kerap di-bully oleh teman-teman seangkatan Valdo. “Bully-nya seperti apa, di mana, gestur, dan segala macam, penyidik mengatakan kami masih mendalami,” ujar Petrus. Hingga saat ini, Petrus mengatakan Andika diduga menjadi pelaku tunggal. Namun, asal-usul senapan laras panjang yang digunakan dalam kejadian tersebut masih didalami. Sementara itu, Ketua tim kuasa hukum keluarga Valdo, Ardy Mbalembout, menegaskan pihaknya tidak ingin menerima begitu saja penjelasan penyidik mengenai dugaan motif tersebut. Ia meminta penyidik mengungkap rangkaian peristiwa pidana yang menyebabkan Valdo meninggal dunia. Ia juga meminta rekaman CCTV di lokasi kejadian diperlihatkan dan diperiksa secara transparan. 📸: Dok. Istimewa. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ ⁠ 📝: focus | polisivspolisi | news | svl | R158 | R384 | E164 | V157 #bicarafaktalewatberita #kumparan
Pengacara keluarga Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai, Petrus Bala Pattyona, menyebut kliennya tak mem-bully Bharada Andika Rahmadani. Menurutnya, keterangan itu ia dapatkan dari penyidik. Sebelumnya, Bharatu Valdo ditembak hingga tewas oleh Bharada Andika di Markas Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri, Pondok Cabe, Tangerang Selatan pada Jumat (16/10) dini hari. Menurut Petrus, motifnya karena Andika sering di-bully dan disalahkan para seniornya di Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri. Petrus mengatakan, berdasarkan penjelasan penyidik, Andika diduga melampiaskan kemarahan karena kerap di-bully oleh teman-teman seangkatan Valdo. “Bully-nya seperti apa, di mana, gestur, dan segala macam, penyidik mengatakan kami masih mendalami,” ujar Petrus. Hingga saat ini, Petrus mengatakan Andika diduga menjadi pelaku tunggal. Namun, asal-usul senapan laras panjang yang digunakan dalam kejadian tersebut masih didalami. Sementara itu, Ketua tim kuasa hukum keluarga Valdo, Ardy Mbalembout, menegaskan pihaknya tidak ingin menerima begitu saja penjelasan penyidik mengenai dugaan motif tersebut. Ia meminta penyidik mengungkap rangkaian peristiwa pidana yang menyebabkan Valdo meninggal dunia. Ia juga meminta rekaman CCTV di lokasi kejadian diperlihatkan dan diperiksa secara transparan. 📸: Dok. Istimewa. Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.⁠ ⁠ 📝: focus | polisivspolisi | news | svl | R158 | R384 | E164 | V157 #bicarafaktalewatberita #kumparan

About