Teger Beremamanta Bangun :
Empat dari tujuh perusahaan tersebut dimiliki oleh kepentingan bisnis Singapura dan berkedudukan di Singapura. Yang perlu kalian lakukan hanyalah menangkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dan meminta mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Namun, kalian tidak memiliki keberanian untuk bertindak. Apakah kalian takut negara kalian sendiri akan jatuh miskin?
Kalian seolah tidak memiliki apa pun untuk ditawarkan selain kelicikan, kemunafikan, dan ketidakadilan. Kalian melindungi konglomerat besar yang berkuasa, tetapi justru menindas rakyat kecil. Keadilan macam apa ini? Hukum macam apa yang membiarkan orang-orang berkuasa lolos dari pertanggungjawaban, sementara orang-orang yang tidak bersalah harus menanggung penderitaan?
Para pengusaha kalian membakar hutan kami. Kini, ketika asap telah sampai ke halaman rumah kalian sendiri, barulah kalian bersuara dan mengeluh. Selama bertahun-tahun, kalian telah menghirup oksigen bersih yang dihasilkan oleh hutan kami. Namun, kalian tetap bungkam ketika hutan-hutan itu dihancurkan.
Memalukan! Hentikan ketidakadilan!
Kabut asap akibat kebakaran hutan baru saja mulai mereda. Namun, jangan lupa: kami tidak akan terus berdiam diri ketika hutan kami dihancurkan dan tanah kami dieksploitasi demi keuntungan pihak lain. Hutan kami, tanah kami, dan kekayaan alam kami harus dilindungi, bukan dikorbankan demi keserakahan korporasi.
Berhentilah berlindung di balik kepentingan politik dan ekonomi. Berhentilah melindungi pihak-pihak yang merusak lingkungan kami. Inilah saatnya untuk bertindak dengan berani, menegakkan keadilan, dan meminta pertanggungjawaban mereka yang terbukti bersalah.
Tidak ada lagi kemunafikan. Tidak ada lagi standar ganda. Keadilan harus ditegakkan!
2026-10-21 20:49:29