@muffinsss01:

Muffins🧁
Muffins🧁
Open In TikTok:
Region: KZ
Wednesday 21 October 2026 16:18:57 GMT
16373
1185
13
22

Music

Download

Comments

inaburhneyyyy
ᖇᗩYᗩᑎᑎ•♡ :
two diamond 🥺😝
2026-10-21 16:27:27
4
youfindme17
Vloria★ :
she is my sister
2026-10-21 16:26:01
1
tithi0410
🐾 ᥫᩣTITHI🧃🐼 :
2026-10-21 16:20:27
3
fhd31184
F :
2026-10-21 16:23:20
0
toutouvarrah
❤️ :
❤️
2026-10-21 16:46:37
0
.rayah382
رR :
PG pig Puskara Kiko GOGG
2026-10-21 17:53:27
0
anirkara
AnirKara :
😍😍😍
2026-10-21 16:32:29
1
suliman.sarzad
SULIMAN :
🥰🥰🥰
2026-10-21 16:28:23
1
nvjkkhchjzh
하나 :
🥰🥰🥰
2026-10-21 17:13:10
0
femo977s
￴ ￴￴ ￴ ￴￴ ￴ ￴￴￴ ￴￴ ￴￴ ￴￴￴￴￴ ￴ :
[Heartwarming][Heartwarming][Heartwarming]
2026-10-21 16:38:43
0
douae25dfsj
🖤𝑫𝒐𝒖𝒂𝒆🐆 :
😂😂😂
2026-10-21 16:23:13
0
sajjad.132542
Sajjad.132542 :
🥰🥰🥰
2026-10-21 16:21:39
0
yourpahki60
~ت~ :
🖤🖤🖤
2026-10-21 20:25:57
0
To see more videos from user @muffinsss01, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pemilik Bolosego, Dyah Fardisa atau yang akrab disapa Mbak Dy, akhirnya buka suara soal video food truck miliknya yang viral setelah berjualan di kawasan Alun-Alun Kidul Yogyakarta. Ia mengaku kaget karena video yang awalnya hanya dibuat untuk membagikan pengalaman pribadi itu justru menyebar luas di berbagai platform. Bahkan, banyak pihak kemudian menghubunginya, mulai dari media, kepolisian hingga pihak Keraton. Mbak Dy menegaskan, cerita yang disampaikannya dalam video sebelumnya merupakan pengalaman yang ia alami. Menurutnya, Bolosego sudah mengurus izin berjualan secara resmi. Namun, sehari sebelum berjualan, timnya mendapat permintaan biaya dari paguyuban parkir. Dari permintaan awal Rp12,5 juta untuk lima hari, setelah negosiasi disebut menjadi Rp5 juta. Selain itu, ia mengaku ada biaya konsumsi sebesar Rp1 juta. Total pembayaran yang dikeluarkan di awal mencapai Rp6 juta. Soal keterlibatan polisi yang ikut disebut dalam video viral, Mbak Dy memberikan konteks tambahan. Ia membenarkan adanya komunikasi terkait konsumsi, tetapi mengatakan tidak ada makanan yang diberikan karena anggota polisi tersebut sudah tidak berada di lokasi. Menurutnya, kedatangan polisi juga untuk membantu memediasi persoalan antara pihaknya dan paguyuban parkir. Usai video viral, paguyuban parkir disebut mengembalikan uang. Awalnya Rp2 juta, kemudian menurut Mbak Dy yang ditransfer justru Rp3 juta. Namun, ia menegaskan persoalannya bukan soal nominal uang. “Yang kami permasalahkan bukan nominal itu, tapi lebih ke keamanan dan kenyamanan kami UMKM yang berjualan,” ujarnya. Mbak Dy menyebut persoalan tersebut kini dianggap selesai. Food truck Bolosego juga sudah kembali beroperasi di Semarang dan ia tidak berniat memperpanjang masalah. Follow terus @ayoindonesiacom  #bolosego #foodtruck #viral #alkidjogja #jogjakarta #parkir #pungli
Pemilik Bolosego, Dyah Fardisa atau yang akrab disapa Mbak Dy, akhirnya buka suara soal video food truck miliknya yang viral setelah berjualan di kawasan Alun-Alun Kidul Yogyakarta. Ia mengaku kaget karena video yang awalnya hanya dibuat untuk membagikan pengalaman pribadi itu justru menyebar luas di berbagai platform. Bahkan, banyak pihak kemudian menghubunginya, mulai dari media, kepolisian hingga pihak Keraton. Mbak Dy menegaskan, cerita yang disampaikannya dalam video sebelumnya merupakan pengalaman yang ia alami. Menurutnya, Bolosego sudah mengurus izin berjualan secara resmi. Namun, sehari sebelum berjualan, timnya mendapat permintaan biaya dari paguyuban parkir. Dari permintaan awal Rp12,5 juta untuk lima hari, setelah negosiasi disebut menjadi Rp5 juta. Selain itu, ia mengaku ada biaya konsumsi sebesar Rp1 juta. Total pembayaran yang dikeluarkan di awal mencapai Rp6 juta. Soal keterlibatan polisi yang ikut disebut dalam video viral, Mbak Dy memberikan konteks tambahan. Ia membenarkan adanya komunikasi terkait konsumsi, tetapi mengatakan tidak ada makanan yang diberikan karena anggota polisi tersebut sudah tidak berada di lokasi. Menurutnya, kedatangan polisi juga untuk membantu memediasi persoalan antara pihaknya dan paguyuban parkir. Usai video viral, paguyuban parkir disebut mengembalikan uang. Awalnya Rp2 juta, kemudian menurut Mbak Dy yang ditransfer justru Rp3 juta. Namun, ia menegaskan persoalannya bukan soal nominal uang. “Yang kami permasalahkan bukan nominal itu, tapi lebih ke keamanan dan kenyamanan kami UMKM yang berjualan,” ujarnya. Mbak Dy menyebut persoalan tersebut kini dianggap selesai. Food truck Bolosego juga sudah kembali beroperasi di Semarang dan ia tidak berniat memperpanjang masalah. Follow terus @ayoindonesiacom #bolosego #foodtruck #viral #alkidjogja #jogjakarta #parkir #pungli

About