@hamoody2071: #الوفاء_صفة_لا_يملكها_الجميع👌✋ #مجرد_ذووقツ🖤🎼 #ذوقي_أنا_👌🏻 #مسك_الختام🦋🦋🦋

❦أنـــاقـــة*෴* رجڵـــ❦
❦أنـــاقـــة*෴* رجڵـــ❦
Open In TikTok:
Region: TR
Wednesday 21 October 2026 18:13:24 GMT
641
17
1
5

Music

Download

Comments

yasser.mobarek
💝وتين قلبى وروحى 💞 :
❤️❤️❤️
2026-10-22 11:02:43
1
To see more videos from user @hamoody2071, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Polisi Sebut Ada Pelamparan Batu dan Petasan Saat Aksi Demo di DPRD DIY Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa di depan Gedung DPRD DIY, Selasa (20/10/2026) malam, berakhir ricuh. Polisi membubarkan massa sekitar pukul 21.30 WIB setelah terjadi pelemparan mercon dan batu di tengah aksi penyampaian aspirasi. Beberapa dari pengunjuk rasa turut diamankan oleh aparat kepolisian. Massa pengunjuk rasa dan aparat kepolisian juga beberapa di antaranya mengalami luka-luka. Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan, pengamanan terhadap sejumlah mahasiswa dilakukan untuk melindungi mereka di tengah situasi yang semakin tidak terkendali. “Tujuan kami mengamankan tentunya untuk melindungi yang bersangkutan. Sehingga kami sempat amankan dulu dan nanti prosesnya akan kami kembalikan nantinya,” katanya, kepada awak media. Ihsan menegaskan, polisi masih mendalami rangkaian kejadian yang berujung pada kericuhan tersebut.  Kepolisian juga menyayangkan dugaan perusakan fasilitas publik, termasuk bangunan cagar budaya. “Memang kami sangat menyayangkan adanya gesekan yang terjadi, khususnya tadi ada aksi pengrusakan fasilitas publik, termasuk juga cagar budaya. Tapi ini masih akan kita dalami terus seperti apa,” ujarnya. Dia menambahkan, insiden tersebut menyebabkan sejumlah orang mengalami luka ringan, baik dari kalangan aparat maupun peserta aksi. Mereka telah mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD DIY Andriana Wulandari juga menyayangkan terjadinya pelemparan petasan dan batu di tengah proses penyampaian aspirasi mahasiswa. “Kami sangat menyayangkan masih terjadi aksi pelemparan tadi, termasuk petasan dan batu juga dilemparkan kepada kami,” katanya. Andriana menegaskan, keselamatan masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di kawasan Malioboro, menjadi prioritas utama di tengah situasi tersebut. Dia bersyukur situasi akhirnya dapat dikendalikan setelah polisi membubarkan massa. (hda/mon)
Polisi Sebut Ada Pelamparan Batu dan Petasan Saat Aksi Demo di DPRD DIY Aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa di depan Gedung DPRD DIY, Selasa (20/10/2026) malam, berakhir ricuh. Polisi membubarkan massa sekitar pukul 21.30 WIB setelah terjadi pelemparan mercon dan batu di tengah aksi penyampaian aspirasi. Beberapa dari pengunjuk rasa turut diamankan oleh aparat kepolisian. Massa pengunjuk rasa dan aparat kepolisian juga beberapa di antaranya mengalami luka-luka. Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan, pengamanan terhadap sejumlah mahasiswa dilakukan untuk melindungi mereka di tengah situasi yang semakin tidak terkendali. “Tujuan kami mengamankan tentunya untuk melindungi yang bersangkutan. Sehingga kami sempat amankan dulu dan nanti prosesnya akan kami kembalikan nantinya,” katanya, kepada awak media. Ihsan menegaskan, polisi masih mendalami rangkaian kejadian yang berujung pada kericuhan tersebut. Kepolisian juga menyayangkan dugaan perusakan fasilitas publik, termasuk bangunan cagar budaya. “Memang kami sangat menyayangkan adanya gesekan yang terjadi, khususnya tadi ada aksi pengrusakan fasilitas publik, termasuk juga cagar budaya. Tapi ini masih akan kita dalami terus seperti apa,” ujarnya. Dia menambahkan, insiden tersebut menyebabkan sejumlah orang mengalami luka ringan, baik dari kalangan aparat maupun peserta aksi. Mereka telah mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD DIY Andriana Wulandari juga menyayangkan terjadinya pelemparan petasan dan batu di tengah proses penyampaian aspirasi mahasiswa. “Kami sangat menyayangkan masih terjadi aksi pelemparan tadi, termasuk petasan dan batu juga dilemparkan kepada kami,” katanya. Andriana menegaskan, keselamatan masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di kawasan Malioboro, menjadi prioritas utama di tengah situasi tersebut. Dia bersyukur situasi akhirnya dapat dikendalikan setelah polisi membubarkan massa. (hda/mon)

About