@rajajuliantoni: Sebelum menghadiri Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Merdeka, saya mengumumkan pembekuan izin terhadap enam perusahaan pemegang PBPH di Kalimantan Tengah terkait Karhutla. Keenam perusahaan tersebut adalah PT Hasil Kalimantan Jaya dan PT Taiyoung Engreen di Kabupaten Gunung Mas; PT Hutan Produksi Lestari di Kabupaten Kapuas; PT Ramang Agro Lestari di Kabupaten Pulang Pisau; PT Puspa Warna Cemerlang di Kabupaten Gunung Mas; serta PT Sinergi Hutan Sejati di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Keenam perusahaan tersebut memiliki total konsesi seluas 201.391 hektare, dengan 7.531 hektare lahan terbakar. Dengan demikian, total 32 perusahaan sektor kehutanan telah dikenai sanksi administratif terkait Karhutla, dengan luas konsesi mencapai 1.931.115 hektare. Penegakan hukum akan terus berjalan, baik terhadap korporasi maupun perorangan, sesuai fakta dan ketentuan hukum yang berlaku. Dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Bapak Presiden Prabowo, salah satu arahan yang kembali ditegaskan adalah pentingnya pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, termasuk mengusut tuntas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pembakaran hutan dan lahan. Arahan ini menjadi penegasan bagi kami di Kementerian Kehutanan untuk terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum. Tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan dengan mengorbankan kelestarian hutan dan keselamatan masyarakat. Salam Lestari. #BangMenteri #KabinetMerahPutih #SidangKabinetParipurna #2TahunPemerintahan #KerjaNyataUntukNegeri
Raja Juli Antoni
Region: ID
Wednesday 21 October 2026 19:17:49 GMT
Music
Download
Comments
Irvan Mahendra :
Angkanya bikin geleng-geleng kepala sih, luas banget yang terbakar
2026-10-22 03:11:15
0
RATMANTO :
ini Mentri kerjaannya apa sih,,
2026-10-22 02:46:54
14
Lezano D19 :
It's too late mr
2026-10-22 00:42:11
0
bima bratasena :
maju trus pak menhut terus bekerja utk rkyat
2026-10-22 03:26:30
2
KARNA_DIA :
seluas ini sawit semua berani gak dicopot pak.
2026-10-22 04:51:31
1
bajank :
kenapa belum di tangkap orang ini
2026-10-22 00:35:06
13
pakde,rohim :
sandiwara aja 🤣🤣🤣🤣
2026-10-22 03:05:13
2
Adiwikarta capri :
PT yang besar dong pak jgn kecil saja ga berani ya
2026-10-22 02:55:43
3
sugesti :
dicabut utk diambil alih utk tanam sawit dgn target 3 juta ha
2026-10-22 02:20:41
1
Satria :
Gas terus Pak Menhut, urusan hutan jangan sampai kendor
2026-10-22 03:03:39
1
Man regarrr :
Pencabutannya ngk sementara aja kan pak?
2026-10-22 00:01:01
3
Ilman Nafi Anwar :
raja juli Antoni tu siapa ya, dan dia kerja dimana?
bertanya dgn nada lemah lembut...
2026-10-22 03:50:12
0
Patrik :
Nah gini dong, harus tegas!
2026-10-22 00:36:21
1
Pajuono Juono :
udah habis hutannya,lho dari kemarin kemana cerita nya pencitraan
2026-10-21 23:46:18
3
i'm here :
lanjutkan pa... habiskan para perusahaan ilegal.. pada menghancurkan aja bisa nya.. kasian masyarakat terdampak.
2026-10-22 01:48:39
2
Agung Firmansyah :
Bagus Pak, jangan cuma masyarakat kecil yang ditindak
2026-10-22 00:37:10
1
𝐅𝐚𝐝𝐡𝐥𝐢➇❻ 🐝⚒️🪣 :
fungsi nya mentri untuk apa ya..
2026-10-21 21:23:10
2
Detective_Conan_ :
tapi ini karhutla terburuk pak,, bener2 buruk asap nya.... banyak yg sakit ISPA di palembang... tolong penanganan yg bener supaya terlihat hasil nya
2026-10-22 00:56:04
1
Dyyy2DP :
2026-10-21 19:33:46
1
Ngacir :
jangan sampai entar 6 perusahan itu sudah di bekukan dan akan ganti nama PT ya pak apa lagi ujung"nya orang" itu lagi
denda seberat" dan harus tanggung jawab semua tuh 6 perusahan
2026-10-21 23:22:35
1
ASMARANALA~🌺 :
semenjak bpk jadi menteri kehutanan,ujian bpk bertubi2,dari kejadian musibah banjir dan skarang karhutla,semangat pak buktikan kalo bpk mampu mengatasi ini semua dgn baik pak,tindak tegas para penghancur alam..lindungi alam & satwa2 di indonesia ini pak
2026-10-21 19:45:04
1
ATTAN×mage :
mantab gercep
2026-10-22 07:10:11
0
cocomelon :
percaya..?
2026-10-22 06:51:17
0
Tin2Time :
Ini baru kerja
2026-10-22 06:50:45
0
Mohammad Siddiqi :
anda di sumpah di atas Alquran
2026-10-22 06:54:42
0
To see more videos from user @rajajuliantoni, please go to the Tikwm
homepage.