kahfi :
Ada saatnya kita harus menerima kenyataan bahwa tidak semua orang yang kita cintai ditakdirkan untuk menetap di hidup kita. Ada yang datang hanya untuk memberikan kenangan, mengajarkan arti kehilangan, lalu pergi meninggalkan pelajaran yang baru kita pahami setelah semuanya berakhir. Dan mungkin, kamu adalah salah satu orang yang harus belajar bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti memilikinya.
Aku pernah berpikir bahwa selama perasaan ini masih ada, selama namamu masih sesekali muncul di pikiranku, dan selama kenangan tentang kita masih mampu membuatku tersenyum sekaligus merasa kehilangan, berarti masih ada sesuatu yang harus diperjuangkan. Aku mengira bahwa bertahan adalah bukti ketulusan, bahwa menunggu adalah bentuk kesetiaan, dan bahwa suatu hari nanti, waktu akan membawa kita kembali pada tempat yang sama. Namun, semakin lama aku berjalan, semakin aku menyadari bahwa tidak semua penantian berakhir dengan pertemuan, tidak semua doa berujung pada kenyataan, dan tidak semua orang yang kita inginkan adalah orang yang benar-benar ditakdirkan untuk bersama kita.
Barangkali, selama ini aku terlalu sibuk membayangkan bagaimana jika kita masih bersama, sampai lupa bahwa hidupku sendiri terus berjalan. Aku terlalu sering mengunjungi masa lalu, berharap menemukan sesuatu yang sebenarnya sudah tidak ada di sana. Aku mengulang percakapan yang sama di kepalaku, mengingat hal-hal kecil yang mungkin sudah lama kamu lupakan, dan diam-diam bertanya-tanya apakah pernah ada waktu ketika aku benar-benar berarti bagimu, sebagaimana kamu pernah begitu berarti bagiku.
Lucu, ya? Dua orang yang dahulu mungkin saling mengenal begitu dekat, pada akhirnya bisa menjadi dua orang asing yang hanya mengetahui sedikit kabar satu sama lain. Seseorang yang dahulu menjadi bagian dari keseharian, kini hanya bisa ditemukan melalui ingatan. Kita yang pernah berbagi cerita, pada akhirnya harus belajar menjalani kehidupan masing-masing tanpa lagi mengetahui apa yang membuat satu sama lain bahagia, apa yang sedang diperjuangkan, atau siapa yang sekarang menemani hari-hari kita.
Namun, aku tidak ingin membenci kenyataan itu. Sebab, jika aku terus membenci akhir dari cerita kita.
2026-10-22 12:02:32