@ngocdiep1983cholach:

🪷Ngọc Điệp🪷🙏nhạc phật🙏
🪷Ngọc Điệp🪷🙏nhạc phật🙏
Open In TikTok:
Region: VN
Thursday 22 October 2026 03:07:21 GMT
6466
610
65
119

Music

Download

Comments

luong_83
Diệu Lượng :
NAM MÔ A DI ĐÀ PHẬT
2026-10-30 05:49:08
1
diu.hi15
Diệu Hội :
2026-10-22 11:33:56
1
thu.hng0252
Thu Hồng :
năm mô a Di Đà Phật
2026-10-28 14:39:41
1
chi.kim299
Chi Kim :
nam mo A di đà phật
2026-10-22 09:20:39
1
nhm.bn.thn.nghi.n
Thủy :
a Di Đà Phật
2026-10-22 23:15:37
1
trungkiennguye1
Trung Kien Nguye6165 :
Nam Mô A Di Đà Phật
2026-10-29 08:41:32
1
ngocbich7711
ngocbich7711 :
Nam mô a di đà Phật
2026-10-29 15:27:05
1
ngokhong456
ali :
nam mô a di đà phật.
2026-10-22 10:34:57
1
lananhywgegeyeyy
lan anh :
nam mô a Di Đà Phật
2026-10-22 23:33:01
1
maimai5104
maimai5104 :
NAM MÔ ADI ĐÀ PHẬT
2026-10-22 09:19:25
1
thoantk1975
Kim Thoa :
Nam mô a Di Đà Phật
2026-10-22 14:01:30
1
hong.phuong047
Hong Phuong :
nam mô a Di Đà Phật
2026-10-23 12:53:07
1
trinhtrinh9o9
trinhtrinh :
nam mô a Di Đà Phật
2026-10-26 01:29:47
1
31249991161
Mộc 😍 :
nam mô a di đà phật
2026-10-22 14:45:09
1
truonghoangluon69
truonghoangluon69 :
Nam mô a Di Đà phật
2026-10-22 10:42:59
1
duongchi18047
Chi Dương :
Nam mô a di đà phật
2026-10-26 02:11:58
1
thi.th.phng58
Thái Thị Phượng :
Nam mô a Di Đà Phật
2026-10-22 12:31:27
1
khoanguyen_90_bn
nguyễn văn khoa :
nam mô a Di Đà Phật
2026-10-23 08:22:30
1
thu.nguyen04379
thu Nguyen :
Nam mô a Di Đà Phật
2026-10-22 12:52:34
1
bonem74
nguyễn hoa :
nam mô a di đà phật
2026-10-23 02:18:25
1
minhanhnguyen9173
longthieugia :
nam mô a Di Đà Phật
2026-10-23 03:31:27
1
h.anh3111
hà anh :
nam mô a Di Đà Phật
2026-10-24 13:00:46
1
bchloan144
bchloan144 :
nam mô a di đà phật
2026-10-23 04:17:26
1
nguyn.hoa9599
Nguyễn Hoa :
Nam mô a Di Đà Phật
2026-10-27 14:47:28
1
l.phng7606
Lý Phùng :
Nam mô a di đà phật
2026-10-22 08:07:02
1
To see more videos from user @ngocdiep1983cholach, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

MANUSIA ADALAH IBLIS YANG SEBENARNYA.  Pernah nggak lo berpikir, bagaimana kalau iblis yang selama ini kita takuti sebenarnya bukan makhluk bertanduk atau sosok menyeramkan seperti dalam cerita? Bagaimana kalau iblis justru bisa berwujud manusia? Kedengarannya berlebihan, tetapi coba lihat apa yang mampu dilakukan manusia. Demi uang, seseorang bisa mengkhianati orang yang sudah mempercayainya. Demi kekuasaan, seseorang bisa mengorbankan banyak kehidupan. Demi ambisi, seseorang bahkan sanggup menghancurkan masa depan orang lain tanpa merasa bersalah. Yang lebih mengerikan, pelakunya tidak selalu terlihat jahat. Mereka bisa tersenyum, berbicara ramah, dan tampil seolah-olah paling peduli. Kejahatan tidak selalu datang dengan wajah menyeramkan. Kadang, ia datang dari orang yang justru kita percaya. Lihat saja sejarah. Perang, penjajahan, pengkhianatan, dan pembantaian sering lahir dari keserakahan serta perebutan kekuasaan. Banyak orang kehilangan keluarga dan tempat tinggal karena keputusan segelintir manusia yang mengejar kejayaan. Mereka yang memulai kehancuran bahkan sering membungkus ambisinya dengan alasan kehormatan, kepentingan bangsa, atau kebenaran. Ironisnya, manusia juga tahu rasanya sakit, takut, dan kehilangan. Mereka tahu bagaimana rasanya diperlakukan tidak adil. Namun, pengetahuan itu tidak selalu membuat mereka berempati. Ada yang tetap menyakiti orang lain, seolah penderitaan hanya penting ketika dirinya sendiri yang mengalaminya. Manusia punya kemampuan untuk membedakan benar dan salah. Tetapi mengetahui sesuatu itu salah tidak otomatis membuat seseorang berhenti melakukannya. Keserakahan bisa mengalahkan belas kasihan. Ego bisa menutupi rasa bersalah. Dan ambisi bisa membuat orang menganggap siapa pun yang menghalangi tujuannya sebagai musuh. Di situlah sisi gelap manusia terlihat: bukan sekadar mampu berbuat jahat, tetapi mampu mencari pembenaran atas kejahatannya sendiri. Mereka bisa menyebut pengkhianatan sebagai strategi, penindasan sebagai ketertiban, atau kekejaman sebagai pengorbanan yang diperlukan. Kata-kata berubah menjadi topeng untuk menutupi kenyataan. Iblis sering digambarkan sebagai lambang godaan dan kejahatan. Namun, manusia memiliki pilihan dan tanggung jawab atas tindakannya. Ia bisa memahami akibat perbuatannya, lalu tetap memilih jalan yang menyakiti orang lain. Itulah yang membuat gagasan
MANUSIA ADALAH IBLIS YANG SEBENARNYA. Pernah nggak lo berpikir, bagaimana kalau iblis yang selama ini kita takuti sebenarnya bukan makhluk bertanduk atau sosok menyeramkan seperti dalam cerita? Bagaimana kalau iblis justru bisa berwujud manusia? Kedengarannya berlebihan, tetapi coba lihat apa yang mampu dilakukan manusia. Demi uang, seseorang bisa mengkhianati orang yang sudah mempercayainya. Demi kekuasaan, seseorang bisa mengorbankan banyak kehidupan. Demi ambisi, seseorang bahkan sanggup menghancurkan masa depan orang lain tanpa merasa bersalah. Yang lebih mengerikan, pelakunya tidak selalu terlihat jahat. Mereka bisa tersenyum, berbicara ramah, dan tampil seolah-olah paling peduli. Kejahatan tidak selalu datang dengan wajah menyeramkan. Kadang, ia datang dari orang yang justru kita percaya. Lihat saja sejarah. Perang, penjajahan, pengkhianatan, dan pembantaian sering lahir dari keserakahan serta perebutan kekuasaan. Banyak orang kehilangan keluarga dan tempat tinggal karena keputusan segelintir manusia yang mengejar kejayaan. Mereka yang memulai kehancuran bahkan sering membungkus ambisinya dengan alasan kehormatan, kepentingan bangsa, atau kebenaran. Ironisnya, manusia juga tahu rasanya sakit, takut, dan kehilangan. Mereka tahu bagaimana rasanya diperlakukan tidak adil. Namun, pengetahuan itu tidak selalu membuat mereka berempati. Ada yang tetap menyakiti orang lain, seolah penderitaan hanya penting ketika dirinya sendiri yang mengalaminya. Manusia punya kemampuan untuk membedakan benar dan salah. Tetapi mengetahui sesuatu itu salah tidak otomatis membuat seseorang berhenti melakukannya. Keserakahan bisa mengalahkan belas kasihan. Ego bisa menutupi rasa bersalah. Dan ambisi bisa membuat orang menganggap siapa pun yang menghalangi tujuannya sebagai musuh. Di situlah sisi gelap manusia terlihat: bukan sekadar mampu berbuat jahat, tetapi mampu mencari pembenaran atas kejahatannya sendiri. Mereka bisa menyebut pengkhianatan sebagai strategi, penindasan sebagai ketertiban, atau kekejaman sebagai pengorbanan yang diperlukan. Kata-kata berubah menjadi topeng untuk menutupi kenyataan. Iblis sering digambarkan sebagai lambang godaan dan kejahatan. Namun, manusia memiliki pilihan dan tanggung jawab atas tindakannya. Ia bisa memahami akibat perbuatannya, lalu tetap memilih jalan yang menyakiti orang lain. Itulah yang membuat gagasan "manusia adalah iblis yang sebenarnya" terasa begitu mengganggu. Tentu, bukan berarti semua manusia jahat. Ada orang-orang yang menolong tanpa pamrih, melindungi yang lemah, dan tetap memilih kebaikan meski tidak mendapat keuntungan. Mereka membuktikan bahwa manusia juga mampu menjadi sumber harapan. Jadi, persoalannya bukan apakah manusia terlahir sebagai iblis atau malaikat. Persoalannya adalah pilihan yang dibuatnya. Ketika keserakahan, kebencian, dan kekuasaan lebih penting daripada nyawa serta martabat sesama, sisi paling gelap manusia mengambil alih. Mungkin monster paling menakutkan bukanlah makhluk yang bersembunyi di kegelapan. Bisa jadi, ia adalah manusia biasa yang memakai wajah ramah, mengucapkan kata-kata manis, tetapi tidak lagi peduli pada penderitaan orang lain. Karena terkadang, iblis tidak perlu datang dari neraka. Ia cukup muncul ketika manusia kehilangan rasa kemanusiaannya. #SisiGelapManusia #Filosof #PsikologiManusia #SejarahKelam #RenunganHidup #DarkPhilosophy

About