@mdafatary: যদি আমার সাথে তোরকখনও ঝগড়া হয়, চিন্তা করিস না, তোর গোপন কথা গোপনই থাকবে।বিশ্বাসঘাতকতা আমার রক্তে নেই, বন্ধু.!#trending #ক্যাপশনস্ট্যাটাস #স্ট্যাটাস #foryou

❥arafat.. ❤️‍🩹❥♡ﮩﮩ٨ــﮩــ
❥arafat.. ❤️‍🩹❥♡ﮩﮩ٨ــﮩــ
Open In TikTok:
Region: BD
Thursday 22 October 2026 03:50:57 GMT
1321
93
5
41

Music

Download

Comments

eka_chele5
[TSP] ✓❤️‍🩹 :
vaii ekto kotha chilo ❤️‍🩹🥹
2026-10-22 06:23:10
1
user041736893
arafat..🖤⚡ :
2026-10-22 04:19:59
1
tasnim35945
Tasnim :
🥰🥰🥰
2026-10-22 06:55:20
0
.hello420
*-- ( SAMIR )--* :
[Red heart][Red heart][Red heart]
2026-10-22 04:31:12
1
saidur_1155
Saidur Rahaman _11 :
@SA Siyam @Md. Sojib Islam 🫂
2026-10-22 06:40:57
2
To see more videos from user @mdafatary, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Tidak semua hati diciptakan  untuk memahami hatimu. Ada yang hanya mendengar suaramu,  tetapi tak pernah sampai pada sunyi yang kau sembunyikan di baliknya. Ada yang melihat senyummu,  tetapi tak mengetahui  betapa letih jiwamu menahan sesuatu  yang bahkan tak sanggup kau namai. Lalu kau pun menjelaskan, berulang kali menjelaskan, berharap seseorang mengerti mengapa hatimu tak lagi serupa dahulu. Namun, semakin panjang kau bercerita,  semakin dalam kau merasa sendiri. Seolah-olah seluruh kata yang kau lahirkan tak pernah menemukan rumah di hati siapa pun. Wahai jiwa, sampai kapan kau memohon dipahami oleh mereka  yang bahkan tak mampu mendengar  tangis di balik diammu? Tidakkah kau tahu, sebelum air matamu jatuh ke bumi, Allah telah mengetahui  segala yang membuat dadamu sesak? Sebelum bibirmu sanggup berdoa, Dia telah mengetahui rahasia yang kau kubur begitu dalam, bahkan dari dirimu sendiri. Lantas, mengapa kau masih berlari  mencari tempat untuk mengadukan segala, sementara sajadahmu telah lama menanti kepulanganmu? Barangkali bukan Allah menjauh darimu,  melainkan kau terlalu sibuk  mengetuk pintu-pintu hati manusia,  hingga lupa bersujud di hadapan Dia yang menggenggam hatimu. Wahai jiwa, biarkan mereka  salah memahami dirimu. Biarkan  penjelasanmu tak menemukan jawaban.  Biarkan kebaikanmu berlalu tanpa seorang pun mengetahui niatmu. Sebab perjalanan menuju Allah bukanlah perlombaan untuk dimengerti, melainkan perjalanan sunyi untuk membersihkan hati dari keinginan agar selalu dimengerti. Pada akhirnya, wahai jiwa,  yang paling menyayat bukanlah  ketika manusia gagal memahami dirimu,  melainkan ketika kau begitu sibuk mencari seseorang yang mengerti hatimu, hingga lupa kembali kepada Allah yang sejak awal mengetahui segala isi hatimu. Maka pulanglah... Bukan untuk meminta agar semua orang mengerti, melainkan untuk belajar menerima bahwa dirimu tak harus dipahami oleh dunia agar tetap berharga sebagai seorang hamba. Sebab di hadapan Allah, tak ada tangis yang benar-benar sunyi, tak ada doa yang kehilangan makna, dan tak ada rahasia hati yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya.
Tidak semua hati diciptakan untuk memahami hatimu. Ada yang hanya mendengar suaramu, tetapi tak pernah sampai pada sunyi yang kau sembunyikan di baliknya. Ada yang melihat senyummu, tetapi tak mengetahui betapa letih jiwamu menahan sesuatu yang bahkan tak sanggup kau namai. Lalu kau pun menjelaskan, berulang kali menjelaskan, berharap seseorang mengerti mengapa hatimu tak lagi serupa dahulu. Namun, semakin panjang kau bercerita, semakin dalam kau merasa sendiri. Seolah-olah seluruh kata yang kau lahirkan tak pernah menemukan rumah di hati siapa pun. Wahai jiwa, sampai kapan kau memohon dipahami oleh mereka yang bahkan tak mampu mendengar tangis di balik diammu? Tidakkah kau tahu, sebelum air matamu jatuh ke bumi, Allah telah mengetahui segala yang membuat dadamu sesak? Sebelum bibirmu sanggup berdoa, Dia telah mengetahui rahasia yang kau kubur begitu dalam, bahkan dari dirimu sendiri. Lantas, mengapa kau masih berlari mencari tempat untuk mengadukan segala, sementara sajadahmu telah lama menanti kepulanganmu? Barangkali bukan Allah menjauh darimu, melainkan kau terlalu sibuk mengetuk pintu-pintu hati manusia, hingga lupa bersujud di hadapan Dia yang menggenggam hatimu. Wahai jiwa, biarkan mereka salah memahami dirimu. Biarkan penjelasanmu tak menemukan jawaban. Biarkan kebaikanmu berlalu tanpa seorang pun mengetahui niatmu. Sebab perjalanan menuju Allah bukanlah perlombaan untuk dimengerti, melainkan perjalanan sunyi untuk membersihkan hati dari keinginan agar selalu dimengerti. Pada akhirnya, wahai jiwa, yang paling menyayat bukanlah ketika manusia gagal memahami dirimu, melainkan ketika kau begitu sibuk mencari seseorang yang mengerti hatimu, hingga lupa kembali kepada Allah yang sejak awal mengetahui segala isi hatimu. Maka pulanglah... Bukan untuk meminta agar semua orang mengerti, melainkan untuk belajar menerima bahwa dirimu tak harus dipahami oleh dunia agar tetap berharga sebagai seorang hamba. Sebab di hadapan Allah, tak ada tangis yang benar-benar sunyi, tak ada doa yang kehilangan makna, dan tak ada rahasia hati yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya.

About