@kedaulatanrakyat: Spiritual Healing Jadi Pilihan, Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Bidik Wisatawan Baru Milenial dan Gen Z Krjogja.com - SLEMAN - Spiritual healing menjadi salah satu daya tarik utama Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026. Festival mengambil tema Reconnecting People, Culture & Wellbeing ini memadukan kearifan lokal, praktik kebugaran, dan pariwisata berkelanjutan ini diharapkan mampu memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi cultural wellness sekaligus menarik segmen wisatawan baru. Badan Promosi Pariwisata Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPPD DIY) akan menggelar JCWF 2026 pada 6–8 November mendatang di Loman Park Hotel Yogyakarta. Memasuki tahun keempat, festival mengusung tema RECONNECT: Reconnecting People, Culture & Wellbeing dengan mempertemukan komunitas wellness, pelaku industri pariwisata, praktisi, dan masyarakat. Ketua BPPD DIY, GKR Bendara, mengatakan penyelenggaraan tahun ini diarahkan untuk memperkuat koneksi antarkomunitas dan ekosistem industri pariwisata. Jika tahun sebelumnya lebih banyak mengenalkan konsep cultural wellness, kali ini JCWF berupaya membangun jejaring dan membuka peluang kolaborasi. "Harapannya, festival ini juga bisa mengisi low season di Jogja. Ada target pasar baru yang datang ke Jogja untuk berwisata di sini," ungkap Bendara, Rabu (21/10/2026). Menurut GKR Bendara, antusiasme peserta menunjukkan perkembangan positif. Jumlah program dan tenant meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya, sementara komunitas dari luar Yogyakarta turut menunjukkan ketertarikan untuk terlibat. JCWF 2026 mencatat 97 komunitas dan mitra terkurasi, dengan puluhan praktisi serta pelaku usaha yang akan meramaikan festival. Sebanyak 85 program disiapkan dalam rangkaian kegiatan, termasuk program yang dapat diikuti secara gratis. Salah satu hal yang ingin ditonjolkan dalam JCWF adalah pertemuan antara praktik wellness modern dan kearifan lokal Jawa. Wellness tidak hanya dipahami sebagai aktivitas fisik seperti yoga, tetapi juga mencakup meditasi, sound healing, kesehatan mental, pola makan sehat, hingga praktik spiritual yang berakar pada tradisi. GKR Bendara menilai, sejumlah tradisi Jawa yang selama ini kerap dikaitkan dengan hal mistis dapat ditelaah kembali melalui pemahaman budaya dan kesehatan. Salah satunya adalah puasa weton yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat Jawa. "Ada banyak hal, bagaimana puasa weton mungkin dikaitkan dengan mistis, padahal ini detox yang baik untuk tubuh. Kita padukan kearifan lokal dengan wellness. Ternyata pendahulu zaman dulu sudah memahami hal-hal itu. Wejangan eyang-eyang dulu bukan omong kosong, tetapi ada maknanya. Ini yang kita coba hadirkan di JCWF, bagaimana Javanese Wellness," lanjutnya. Ia menjelaskan, spiritual healing menjadi kategori dengan jumlah pendaftar tertinggi di antara program yang ditawarkan. Fenomena tersebut memperlihatkan potensi Yogyakarta dalam mengembangkan wellness yang memiliki keterkaitan erat dengan tradisi dan spiritualitas. Menurutnya, perkembangan komunitas yang mengangkat budaya dalam praktik wellness juga menjadi peluang untuk mempertemukan pelestarian tradisi dengan sektor pariwisata. Di sisi lain, meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan mental membuka ruang bagi berbagai program yang menawarkan pengalaman lebih holistik. Selama festival berlangsung, pengunjung dapat mengikuti beragam aktivitas yang tersebar dalam lima zona pengalaman, yakni Mind & Body, Healing & Therapy, Nature Connection, Creative Expression, dan Culinary Wellness. "Kami ingin jangkau lebih luas wisatawan, yakni junior milenial dan Gen Z. Ini yang ingin kami berikan pengalaman, satu hari ikut multi zone paket healing komplit," tambah Bendara. Program yang disiapkan meliputi yoga, pilates, latihan pernapasan, meditasi, terapi suara, lokakarya seni kreatif, kelas tari dan gamelan, hingga diskusi tentang kesehatan mental serta pola hidup holistik. Tradisi herbal Nusantara juga dihadirkan melalui kegiatan meracik jamu dan rempah. (Krjogja.com) #jcwf
Kedaulatan Rakyat Media
Region: ID
Thursday 22 October 2026 04:01:09 GMT
Music
Download
Comments
There are no more comments for this video.
To see more videos from user @kedaulatanrakyat, please go to the Tikwm
homepage.