@valeriasupersecret0: #attachmentissues #fyp #foryou #vent #viral

￴
￴
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 22 October 2026 04:30:21 GMT
247
78
0
2

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @valeriasupersecret0, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Pesan Nabi SAW قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ وَمَا اَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوْا مِنْهُ  مَا اسْتَطَعْتُمْ فَاِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلَافِهُمْ عَلَى اَنْبِيَائِهِمْ (رواه البخاري ومسلم) Rasulullah SAW bersabda : 'Apa yang aku larang, maka jauhilah dan apa yang  aku perintahkan, maka laksanakan semampumu. Binasanya orang-orang sebelum kalian adalah disebabkan mereka banyak bertanya dan suka menyelisihi nabi mereka (HR Al-Bukhori dan Muslim).  Catatan : Hanya ada dua rambu-rambu di jalan menuju rido Allah SWT. Yaitu larangan dan perintah. Artinya jalan untuk menuju rido Allah SWT tidak berliku-liku bahkan mudah dan ringan. Yang membuat terasa sulit, ribet, dan berat adalah kita sendiri yang suka menambah-nambah rambu di jalan.  Hadits di atas memberikan kepada kita panduan untuk melakukan ibadah sesuai sunnah Rasulullah saw. Jika sesuatu itu dilarang oleh Islam cukup kita tinggalkan saja. Meninggalkan larangan Islam merupakan ibadah yang paling mudah sehingga bisa dilakukan oleh seorang awam sekali pun, tidak membutuhkan ilmu dan pendidikan tinggi. Akan berbeda halnya, jika seseorang ingin melakukan perintah agama Islam. Seseorang harus mengerti terlebih dahulu bagaimana cara melaksanakan perintah tersebut. Selain membutuhkan pengertian, dibutuhkan juga keikhlasan agar pelaksanaan perintah tersebut bisa sah. Karena tingkat pengetahuan, pengertian, dan pendidikan setiap orang tidak sama, maka pelaksanaan perintah Islam disesuaikan dengan tingkat kemampuannya masing-masing. Kemampuan seorang 'kiyai' dalam melaksanakan perintah sholat, misalnya, jangan dipaksakan harus bisa dilaksanakan oleh seorang awam. Jika dipaksakan, maka sholat akan dianggap sebagai perintah yang memberatkan. Akibatnya tidak akan banyak orang yang mau melaksanakan sholat.  Hadits di atas diakhiri dengan peringatan agar orang yang mau melaksanakan ibadah kepada Allah SWT tidak banyak bertanya dan tidak menyelisihi guru. Banyak pertanyaan akan mendatangkan banyak pula jawaban dan banyaknya jawaban bisa jadi akan memberatkan dan mempersulit pelaksanaannya.  wallahu A'lam.
Pesan Nabi SAW قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ وَمَا اَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ فَاِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلَافِهُمْ عَلَى اَنْبِيَائِهِمْ (رواه البخاري ومسلم) Rasulullah SAW bersabda : 'Apa yang aku larang, maka jauhilah dan apa yang aku perintahkan, maka laksanakan semampumu. Binasanya orang-orang sebelum kalian adalah disebabkan mereka banyak bertanya dan suka menyelisihi nabi mereka (HR Al-Bukhori dan Muslim). Catatan : Hanya ada dua rambu-rambu di jalan menuju rido Allah SWT. Yaitu larangan dan perintah. Artinya jalan untuk menuju rido Allah SWT tidak berliku-liku bahkan mudah dan ringan. Yang membuat terasa sulit, ribet, dan berat adalah kita sendiri yang suka menambah-nambah rambu di jalan. Hadits di atas memberikan kepada kita panduan untuk melakukan ibadah sesuai sunnah Rasulullah saw. Jika sesuatu itu dilarang oleh Islam cukup kita tinggalkan saja. Meninggalkan larangan Islam merupakan ibadah yang paling mudah sehingga bisa dilakukan oleh seorang awam sekali pun, tidak membutuhkan ilmu dan pendidikan tinggi. Akan berbeda halnya, jika seseorang ingin melakukan perintah agama Islam. Seseorang harus mengerti terlebih dahulu bagaimana cara melaksanakan perintah tersebut. Selain membutuhkan pengertian, dibutuhkan juga keikhlasan agar pelaksanaan perintah tersebut bisa sah. Karena tingkat pengetahuan, pengertian, dan pendidikan setiap orang tidak sama, maka pelaksanaan perintah Islam disesuaikan dengan tingkat kemampuannya masing-masing. Kemampuan seorang 'kiyai' dalam melaksanakan perintah sholat, misalnya, jangan dipaksakan harus bisa dilaksanakan oleh seorang awam. Jika dipaksakan, maka sholat akan dianggap sebagai perintah yang memberatkan. Akibatnya tidak akan banyak orang yang mau melaksanakan sholat. Hadits di atas diakhiri dengan peringatan agar orang yang mau melaksanakan ibadah kepada Allah SWT tidak banyak bertanya dan tidak menyelisihi guru. Banyak pertanyaan akan mendatangkan banyak pula jawaban dan banyaknya jawaban bisa jadi akan memberatkan dan mempersulit pelaksanaannya. wallahu A'lam.

About