@my.dad006: #رحمك_الله_يا_أبي #فقيدي_أبي #رحمك_الله_يا_فقيد_قلبي😭💔 #ابي_رحلت_ولم_ترحل_ذكراك #فقد_الأب_وجع

لـ فقيد قلـ أبي ــبي
لـ فقيد قلـ أبي ــبي
Open In TikTok:
Region: TR
Thursday 22 October 2026 06:29:58 GMT
20074
1660
214
556

Music

Download

Comments

menaddjilali
Menad Djilali :
ترحمو على ابي 😭😭😭😭 اللهم اغفر له وارحمه وعافيه وعف عنه واكرم نزله و وسع مدخله واغسله بالماء والثلج والبرد ونقيه من خطايا كما ينقى الثوب الابيض من الدنس وادخله جنات الفردوس الاعلى
2026-10-22 17:31:16
2
karima.rajaa6
Karima Rajaa :
لأبي اللهم آآآمين يارب العالمين وكل الآباء
2026-10-22 13:45:40
2
user3900409915409
ابويوسف الشغراوي :
اللهم امين يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب
2026-10-22 06:33:17
2
user9805328510911
user9805328510911 :
اللهم امين يارب العالمين
2026-10-22 20:34:48
1
user5774552355906
قصي طه :
اللهم آمين يا رب العالمين
2026-10-22 19:42:27
1
safiashireahmed
Safia :
Ameen ya Allaah
2026-10-27 05:13:17
0
nadjiamedjekane
hichmen :
اللهم أمين يارب العالمين اجمعين
2026-10-22 19:50:22
1
fatihaechahobi
fatihaechahobi :
أللهم امين يارب العالمين
2026-10-22 22:31:02
1
utili921
User 💪 :
اللهم آمين يارب العالمين 🙏
2026-10-22 06:58:07
1
shae771877886
شايع :
👋🏻صلو وسلمو على سيدنا محمد 🤲🏻
2026-10-22 17:00:11
1
cavalierdesbois
cavalierdesbois :
اللهم آمين يارب العالمين أجمعين 🤲 اللهم ارحم ابي واغفر له واجعل قبره روضة من رياض الجنة انشاء الله 🤲
2026-10-30 13:24:59
0
user4247478121745
Raeed Lewaa :
اللهم.امين
2026-10-27 09:39:05
0
hm44469
أبو فؤاد :
امين يارب العالمين
2026-11-02 07:26:18
0
user2853734287971
المجهول اليبي :
اللهم امين يارب العالمين
2026-10-27 14:27:47
0
nani39248
nani :
اللهم آميييين
2026-10-22 06:35:05
0
soufianehadjadji5
الذئب الشارد :
2026-10-31 00:08:19
0
absamabsam81
بسام الدليمي :
اللهم امين يارب العالمين
2026-10-31 21:05:51
0
myorabekz
myorabekz :
2026-11-04 18:58:35
0
kaled.salem.mhmed
الايطالي :
اللهم امين يارب 🥺
2026-10-22 20:36:21
1
user364981071
النسر الجوى capten sameh :
اللهم اغفر له وارحمه وعافيه وعف عنه واكرم نزله و وسع مدخله واغسله بالماء والثلج والبرد ونقيه من خطايا كما ينقى الثوب الابيض من الدنس وادخله جنات الفردوس الاعلى♥🤲♥
2026-11-05 01:34:24
0
charleman31
Liverpool :
اللهم امين يارب العالمين
2026-10-26 00:43:36
0
foutoujsamira
foutoujsamira :
Amin
2026-10-25 10:37:28
0
user8713293416034
ابو كمال :
اميين يارب العلمين
2026-10-25 03:53:07
0
alzaim870
▂▃▅▆▇ 🎹 الزعيم 🎹▇▆▅▃▂ :
@صلاح كزاوي:[Mains ouvertes][Mains ouvertes][Mains ouvertes] اللهم امين يارب العالمين يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب يارب ارباب 🤲🤲🤲
2026-10-26 03:07:05
0
nasrinnina79
user5853743010257 :
اللهم آمين ياربي العالمين
2026-10-22 06:38:35
0
To see more videos from user @my.dad006, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Bab 1       POV Giana   “Ini istriku,” ucap Novan Prasetya Anggara, suamiku, di depan puluhan tamu yang hadir di acara selamatan perusahaan.   Aku membeku, mulutku meng anga; tepukan riuh dan sorot lampu tak mengarah kepadaku, melainkan pada Aleysia, sekretaris suamiku.   “Perkenalkan, ini Aleysia Wulandari, istriku. Dia yang selama ini mendampingiku sehingga perusahaan ini menjadi besar,” ucap Novan sekali lagi dengan senyum lebar pada hadirin, dan sekali lagi tangannya menunjuk ke arah Aleysia dengan senyum lembut, lalu dibalas senyum manja oleh Aleysia. “Sini, sayang,” Novan melambai ke arah Aleysia, dan perempuan yang berpenampilan se ksi itu mendekat kepadanya. Tangan Novan langsung mem eluk ping gang rampingnya; Aleysia tersenyum lebar, tepuk tangan para tamu bergemuruh, mereka berdecak kagum melihat kedua pasangan itu — cantik dan tampan, sangat serasi di mata mereka.   Dan aku masih membeku di tempat, tubuhku mendadak pa nas, da daku menye sak, tanganku menceng kram baju gamis hitamku — gamis panjang dengan hijab.   Pantesan Novan tak mengajakku ke acara selamatan perusahaan dengan alasan aku repot punya bayi, dan saat aku menanyakan baju mana yang harus kupakai, dia juga nggak merespons.   “Mas, aku bagus pakai baju ini atau ini?” Aku menunjukan dua buah gamis warna hitam, dua-duanya tapi dengan detail berbeda.   “Terserah kamu mau pakai baju mana pun,” jawabnya sambil berlalu keluar ka mar karena dia sudah selesai berdandan.   Sakit hatiku terasa diiris sem bilu; Mas Novan tak pernah merespons pertanyaanku, padahal sekali saja aku ingin dia memperhatikan penampilanku.   “Kamu tidak usah ikut, Giana. Ini cuma selamatan biasa, kamu di rumah saja urus ba yi. Lagi pula, penampilanmu itu bikin malu — masa istri direktur seperti itu, tidak bisa mengurus diri?” Ibu mertua tiba-tiba berdiri di pintu ka mar menatapku yang sedang memegang baju gamis, menambah lu ka hatiku; ucapannya selalu ket us dan merendahkan.   Dad aku meny esak, air mata hampir saja mau tumbpah, tapi ku tahan — aku harus kuat di depan mereka.   Saat inipun aku hanya bisa mence ngkram gamis hitamku, mataku bu ram karena genangan air mata. Kontras sekali penampilanku dengan Aleysia.   Aleysia mengenakan gaun merah menyala dengan bagian da da terb uka memperlihatkan kulit dad anya yang putih bersih, rambut dibiarkan terurai berwarna kemerahan.   Semua tamu satu per satu mulai menyalami mereka untuk memberi selamat, sementara aku berdiri bagai patung, tak ada yang menoleh sedikit pun padaku, hingga tubuhku hampir jatuh disenggol seorang ibu-ibu.   “Mbak, malah bengong — malu ya, salah kostum?” Ucap ibu-ibu yang menyenggolku. Aku meraba da daku karena sangat kaget.   “Salah kostum?” Aku menatap na nar, dan ibu-ibu itu menatapku dari ujung kaki sampai ujung kepala, sementara dirinya — meskipun sudah ibu-ibu — mengenakan gaun berwarna oren dengan detail brokat di tangan dan da da, rambutnya disanggul modern.   “Nggak ada yang memberi tahu kalau ini acara selamatan perusahaan dan acara ulang tahun pernikahan pertama Pak Novan dan Bu Aleysia,” ucap ibu-ibu itu sambil terus menatapku dari ujung kaki sampai ujung kepala, lalu tersenyum meremehkan. “Kamu cantik, tapi kamu ge muk dan pakaianmu ja dul, mirip pemb antu,” ucap ibu itu, tapi sebelum aku membuka mulut untuk menjawab, ibu-ibu itu pergi menyusul temannya ke podium untuk mengucapkan selamat.   Aku terdiam dengan tubuh gemetar; ucapan ibu-ibu barusan seperti palu godam yang menimpa da daku, sehingga da daku terasa makin sesak.   ‘Ge muk, salah kostum, mirip pembantu? Kenapa ibu-ibu itu mengatakan itu?’ Tega sekali. Dengan pakaian ini aku menutupi auratku, melaksanakan kewajiban sebagai muslimah — apa mereka tidak tahu?   Aku semakin mere mas bajuku, celingukan seperti orang bo doh, tak ada seorang pun yang peduli. Mungkin benar yang dikatakan ibu-ibu itu, kalau aku dikira seorang pembantu, hingga tak ada yang peduli.   Judul : Dikhianati Suami Kuambil Kembali Perusahaanku Penulis : LoveNadifa Apk KBM App #masukberanda  #trending
Bab 1 POV Giana “Ini istriku,” ucap Novan Prasetya Anggara, suamiku, di depan puluhan tamu yang hadir di acara selamatan perusahaan. Aku membeku, mulutku meng anga; tepukan riuh dan sorot lampu tak mengarah kepadaku, melainkan pada Aleysia, sekretaris suamiku. “Perkenalkan, ini Aleysia Wulandari, istriku. Dia yang selama ini mendampingiku sehingga perusahaan ini menjadi besar,” ucap Novan sekali lagi dengan senyum lebar pada hadirin, dan sekali lagi tangannya menunjuk ke arah Aleysia dengan senyum lembut, lalu dibalas senyum manja oleh Aleysia. “Sini, sayang,” Novan melambai ke arah Aleysia, dan perempuan yang berpenampilan se ksi itu mendekat kepadanya. Tangan Novan langsung mem eluk ping gang rampingnya; Aleysia tersenyum lebar, tepuk tangan para tamu bergemuruh, mereka berdecak kagum melihat kedua pasangan itu — cantik dan tampan, sangat serasi di mata mereka. Dan aku masih membeku di tempat, tubuhku mendadak pa nas, da daku menye sak, tanganku menceng kram baju gamis hitamku — gamis panjang dengan hijab. Pantesan Novan tak mengajakku ke acara selamatan perusahaan dengan alasan aku repot punya bayi, dan saat aku menanyakan baju mana yang harus kupakai, dia juga nggak merespons. “Mas, aku bagus pakai baju ini atau ini?” Aku menunjukan dua buah gamis warna hitam, dua-duanya tapi dengan detail berbeda. “Terserah kamu mau pakai baju mana pun,” jawabnya sambil berlalu keluar ka mar karena dia sudah selesai berdandan. Sakit hatiku terasa diiris sem bilu; Mas Novan tak pernah merespons pertanyaanku, padahal sekali saja aku ingin dia memperhatikan penampilanku. “Kamu tidak usah ikut, Giana. Ini cuma selamatan biasa, kamu di rumah saja urus ba yi. Lagi pula, penampilanmu itu bikin malu — masa istri direktur seperti itu, tidak bisa mengurus diri?” Ibu mertua tiba-tiba berdiri di pintu ka mar menatapku yang sedang memegang baju gamis, menambah lu ka hatiku; ucapannya selalu ket us dan merendahkan. Dad aku meny esak, air mata hampir saja mau tumbpah, tapi ku tahan — aku harus kuat di depan mereka. Saat inipun aku hanya bisa mence ngkram gamis hitamku, mataku bu ram karena genangan air mata. Kontras sekali penampilanku dengan Aleysia. Aleysia mengenakan gaun merah menyala dengan bagian da da terb uka memperlihatkan kulit dad anya yang putih bersih, rambut dibiarkan terurai berwarna kemerahan. Semua tamu satu per satu mulai menyalami mereka untuk memberi selamat, sementara aku berdiri bagai patung, tak ada yang menoleh sedikit pun padaku, hingga tubuhku hampir jatuh disenggol seorang ibu-ibu. “Mbak, malah bengong — malu ya, salah kostum?” Ucap ibu-ibu yang menyenggolku. Aku meraba da daku karena sangat kaget. “Salah kostum?” Aku menatap na nar, dan ibu-ibu itu menatapku dari ujung kaki sampai ujung kepala, sementara dirinya — meskipun sudah ibu-ibu — mengenakan gaun berwarna oren dengan detail brokat di tangan dan da da, rambutnya disanggul modern. “Nggak ada yang memberi tahu kalau ini acara selamatan perusahaan dan acara ulang tahun pernikahan pertama Pak Novan dan Bu Aleysia,” ucap ibu-ibu itu sambil terus menatapku dari ujung kaki sampai ujung kepala, lalu tersenyum meremehkan. “Kamu cantik, tapi kamu ge muk dan pakaianmu ja dul, mirip pemb antu,” ucap ibu itu, tapi sebelum aku membuka mulut untuk menjawab, ibu-ibu itu pergi menyusul temannya ke podium untuk mengucapkan selamat. Aku terdiam dengan tubuh gemetar; ucapan ibu-ibu barusan seperti palu godam yang menimpa da daku, sehingga da daku terasa makin sesak. ‘Ge muk, salah kostum, mirip pembantu? Kenapa ibu-ibu itu mengatakan itu?’ Tega sekali. Dengan pakaian ini aku menutupi auratku, melaksanakan kewajiban sebagai muslimah — apa mereka tidak tahu? Aku semakin mere mas bajuku, celingukan seperti orang bo doh, tak ada seorang pun yang peduli. Mungkin benar yang dikatakan ibu-ibu itu, kalau aku dikira seorang pembantu, hingga tak ada yang peduli. Judul : Dikhianati Suami Kuambil Kembali Perusahaanku Penulis : LoveNadifa Apk KBM App #masukberanda #trending

About