@trin8629:

🦆🐿️Trinity🐿️🦆
🦆🐿️Trinity🐿️🦆
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 22 October 2026 06:37:25 GMT
12
2
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @trin8629, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

up lagi Bacharuddin Jusuf Habibie, yang dikenal sebagai B. J. Habibie, lahir pada 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan. Ia merupakan insinyur pesawat terbang, ilmuwan, dan negarawan Indonesia yang berperan besar dalam perkembangan industri dirgantara nasional. Sejak muda, Habibie memiliki ketertarikan besar terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Setelah menempuh pendidikan di Indonesia, ia melanjutkan studi teknik penerbangan di Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule Aachen, Jerman Barat, dan meraih gelar doktor di bidang teknik pada 1965. Ia kemudian bekerja di industri penerbangan Jerman dan dikenal karena keahliannya dalam teknologi konstruksi pesawat, terutama analisis perambatan retakan pada struktur pesawat. Pemikirannya mengenai perambatan retakan dikenal luas melalui pendekatan yang sering dijuluki Habibie Factor, yang membantu memahami ketahanan dan keselamatan struktur pesawat. Pada 1970-an, Habibie kembali ke Indonesia atas permintaan Presiden Soeharto untuk membantu mengembangkan teknologi nasional. Ia memimpin berbagai lembaga teknologi dan industri, termasuk menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi serta Direktur Utama PT Industri Pesawat Terbang Nusantara, yang kemudian dikenal sebagai PT Dirgantara Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia mengembangkan pesawat seperti CN-235 bersama perusahaan Spanyol CASA dan N-250 yang dirancang untuk memperkuat kemampuan industri penerbangan nasional. Pada 1998, setelah Soeharto mengundurkan diri di tengah krisis ekonomi dan politik, Habibie menjadi Presiden ketiga Republik Indonesia. Masa pemerintahannya ditandai oleh berbagai perubahan penting, termasuk kebebasan pers yang lebih luas, persiapan pemilihan umum yang lebih demokratis, serta kebijakan yang membuka ruang bagi reformasi politik. Pemerintahannya juga menyelenggarakan jajak pendapat di Timor Timur pada 1999, yang menghasilkan pilihan mayoritas untuk berpisah dari Indonesia dan diikuti masa transisi yang penuh konflik. Habibie tidak melanjutkan masa jabatannya setelah pertanggungjawabannya ditolak dalam Sidang Umum MPR pada 1999. Ia kemudian lebih banyak berkiprah dalam kegiatan pendidikan, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia. Habibie meninggal dunia pada 11 September 2019 di Jakarta. Hingga kini, ia dikenang sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah teknologi Indonesia dan masa awal Reformasi, dengan warisan yang mencakup pengembangan industri dirgantara serta perubahan politik nasional. #fyp #jjkatakata #quotes #filsafat #bjhabibie
up lagi Bacharuddin Jusuf Habibie, yang dikenal sebagai B. J. Habibie, lahir pada 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan. Ia merupakan insinyur pesawat terbang, ilmuwan, dan negarawan Indonesia yang berperan besar dalam perkembangan industri dirgantara nasional. Sejak muda, Habibie memiliki ketertarikan besar terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Setelah menempuh pendidikan di Indonesia, ia melanjutkan studi teknik penerbangan di Rheinisch-Westfälische Technische Hochschule Aachen, Jerman Barat, dan meraih gelar doktor di bidang teknik pada 1965. Ia kemudian bekerja di industri penerbangan Jerman dan dikenal karena keahliannya dalam teknologi konstruksi pesawat, terutama analisis perambatan retakan pada struktur pesawat. Pemikirannya mengenai perambatan retakan dikenal luas melalui pendekatan yang sering dijuluki Habibie Factor, yang membantu memahami ketahanan dan keselamatan struktur pesawat. Pada 1970-an, Habibie kembali ke Indonesia atas permintaan Presiden Soeharto untuk membantu mengembangkan teknologi nasional. Ia memimpin berbagai lembaga teknologi dan industri, termasuk menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi serta Direktur Utama PT Industri Pesawat Terbang Nusantara, yang kemudian dikenal sebagai PT Dirgantara Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Indonesia mengembangkan pesawat seperti CN-235 bersama perusahaan Spanyol CASA dan N-250 yang dirancang untuk memperkuat kemampuan industri penerbangan nasional. Pada 1998, setelah Soeharto mengundurkan diri di tengah krisis ekonomi dan politik, Habibie menjadi Presiden ketiga Republik Indonesia. Masa pemerintahannya ditandai oleh berbagai perubahan penting, termasuk kebebasan pers yang lebih luas, persiapan pemilihan umum yang lebih demokratis, serta kebijakan yang membuka ruang bagi reformasi politik. Pemerintahannya juga menyelenggarakan jajak pendapat di Timor Timur pada 1999, yang menghasilkan pilihan mayoritas untuk berpisah dari Indonesia dan diikuti masa transisi yang penuh konflik. Habibie tidak melanjutkan masa jabatannya setelah pertanggungjawabannya ditolak dalam Sidang Umum MPR pada 1999. Ia kemudian lebih banyak berkiprah dalam kegiatan pendidikan, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia. Habibie meninggal dunia pada 11 September 2019 di Jakarta. Hingga kini, ia dikenang sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah teknologi Indonesia dan masa awal Reformasi, dengan warisan yang mencakup pengembangan industri dirgantara serta perubahan politik nasional. #fyp #jjkatakata #quotes #filsafat #bjhabibie

About