@ntvnews.id: Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembenahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membutuhkan waktu dan tidak dapat dilakukan secara instan. Dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Jakarta Utara, Kamis (22/10/2026), Prabowo mengibaratkan proses perbaikan tersebut tidak bisa dilakukan dengan tongkat ajaib seperti tongkat Nabi Musa atau Nabi Sulaiman. Meski demikian, Prabowo mengklaim pemerintah telah menunjukkan hasil selama dua tahun kepemimpinannya melalui konsolidasi, perampingan, serta penutupan sejumlah BUMN yang terus merugi. Ia menyebut jumlah BUMN telah dirampingkan dari 1.074 menjadi sekitar 364 perusahaan. Pemerintah juga menargetkan pengurangan lebih lanjut hingga Desember 2026 demi meningkatkan efisiensi pengelolaan perusahaan negara. ____ ARF09 #PrabowoSubianto #BUMN #ReformasiBUMN #EkonomiIndonesia #NusantaraTV