@mousehth5ju: #fyp

mousehth5ju
mousehth5ju
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 22 October 2026 10:51:41 GMT
4842
69
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @mousehth5ju, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kepulangan Peti Ma.ti Siti Akhtar: Akhir Tragis TKW Asal Tangail yang Menuntut Kejelasan di Arab Saudi DHAKA — Kepulangan jenazah Siti Akhtar di dalam sebuah peti mati mengakhiri segala penantian dan ketidakpastian yang selama ini menyelimuti keluarganya di Bangladesh. Tenaga kerja wanita asal Tangail itu sebelumnya dilaporkan dieksekusi ma.ti di Arab Saudi pada 14 Oktober. Pihak keluarga menyatakan bahwa sebelum kabar duka tersebut tersiar, Siti sempat menelepon dari dalam penjara dan sama sekali tidak pernah menyinggung soal hukuman tersebut.   Menurut laporan The Daily Star, Sweety merupakan putri bungsu dari Fazal Mia, seorang buruh harian asal Desa Nagar Chhawali, Mahera Union, Upazila Mirzapur, Tangail. Sekitar empat tahun lalu, sang ayah meminjam uang sebesar 1,5 Lakh Taka untuk membiayai keberangkatan Siti ke Arab Saudi demi mengubah nasib keluarga.   Dalam keterangannya, Fazal menyebutkan bahwa putrinya sempat rutin mengirimkan uang pada lima bulan pertama sebelum akhirnya mengabarkan dirinya dikurung di dalam penjara. Berdasarkan pengakuan Siti kepada keluarganya, ia merasa dijebak dan dipenjara setelah terlibat perselisihan dengan rekan kerjanya di Arab Saudi. Sempat putus kontak selama setahun, Siti kemudian kembali menghubungi keluarganya sebulan sekali, namun tidak pernah menceritakan proses persidangan ataupun vonis hukum yang dihadapinya.
Kepulangan Peti Ma.ti Siti Akhtar: Akhir Tragis TKW Asal Tangail yang Menuntut Kejelasan di Arab Saudi DHAKA — Kepulangan jenazah Siti Akhtar di dalam sebuah peti mati mengakhiri segala penantian dan ketidakpastian yang selama ini menyelimuti keluarganya di Bangladesh. Tenaga kerja wanita asal Tangail itu sebelumnya dilaporkan dieksekusi ma.ti di Arab Saudi pada 14 Oktober. Pihak keluarga menyatakan bahwa sebelum kabar duka tersebut tersiar, Siti sempat menelepon dari dalam penjara dan sama sekali tidak pernah menyinggung soal hukuman tersebut. Menurut laporan The Daily Star, Sweety merupakan putri bungsu dari Fazal Mia, seorang buruh harian asal Desa Nagar Chhawali, Mahera Union, Upazila Mirzapur, Tangail. Sekitar empat tahun lalu, sang ayah meminjam uang sebesar 1,5 Lakh Taka untuk membiayai keberangkatan Siti ke Arab Saudi demi mengubah nasib keluarga. Dalam keterangannya, Fazal menyebutkan bahwa putrinya sempat rutin mengirimkan uang pada lima bulan pertama sebelum akhirnya mengabarkan dirinya dikurung di dalam penjara. Berdasarkan pengakuan Siti kepada keluarganya, ia merasa dijebak dan dipenjara setelah terlibat perselisihan dengan rekan kerjanya di Arab Saudi. Sempat putus kontak selama setahun, Siti kemudian kembali menghubungi keluarganya sebulan sekali, namun tidak pernah menceritakan proses persidangan ataupun vonis hukum yang dihadapinya. "Dia menelepon kami dari penjara sekitar 15 hari lalu. Bahkan saat itu, dia sama sekali tidak mengatakan apa-apa tentang hukumannya," ujar Fazal. Keluarga awalnya mengetahui kabar duka tersebut melalui informasi pihak lain bahwa otoritas Arab Saudi telah mengeksekusi Siti. Hingga peti matinya tiba di tanah air, pihak keluarga mengaku belum pernah menerima konfirmasi atau pemberitahuan resmi apa pun dari pemerintah Bangladesh terkait proses hukum yang menjeratnya. Siti meninggalkan seorang anak perempuan berusia 5/6 th dari pernikahan sebelumnya yang kini dirawat oleh sang kakak, Beauty. Ibunda Siti, Johura, menyampaikan kepedihan mendalam saat menyambut kepulangan sang anak di dalam peti mati, setelah sebelumnya hanya bisa merana karena ketidakpastian. "Kami tidak tahu apa yang terjadi pada anak saya. Kami bahkan tidak tahu apakah dia masih hidup atau sudah meninggal. Kami hanya mendengar dari desas-desus," ungkap Johura. "Sekarang dia pulang di dalam peti mati. Pemerintah seharusnya memberitahu kami apa yang sebenarnya terjadi." Sementara itu, Ketua Mahera Union Parishad, Bibhas Sarkar, serta Kepala Kepolisian Sektor Mirzapur, Abdullah Al Mamun, mengonfirmasi bahwa pihak mereka tidak pernah menerima informasi resmi dari pemerintah terkait proses hukum maupun eksekusi Sweety Akhtar sebelum jenazahnya dipulangkan. #bangladesh #arabsaudi

About