@k_byeee2: spooky Halloween BOTD!

Byee_Felicia!
Byee_Felicia!
Open In TikTok:
Region: US
Thursday 22 October 2026 15:30:50 GMT
537
20
0
0

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @k_byeee2, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

PATI, LINGKAR TV – Pengawasan terhadap pengelolaan uang publik di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan. Gerakan Masyarakat Tolak Korupsi (GERMAP) mengagendakan audiensi dengan empat instansi selama dua hari, yakni Rabu hingga Kamis, 28–29 Oktober 2026. Audiensi tersebut bertujuan meminta keterbukaan data terkait dana hibah, bantuan sektor pertanian, anggaran infrastruktur, hingga pengelolaan dana zakat dan sumbangan. Koordinator GERMAP, Cahaya Basuki atau yang akrab disapa Yayak Gundul, pada Senin (26/10/2026) mendatangi sejumlah kantor instansi untuk menyerahkan surat permohonan audiensi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendorong transparansi pengelolaan anggaran sekaligus memastikan bantuan dan dana pemerintah dapat diawasi oleh masyarakat. Agenda pertama dijadwalkan berlangsung pada Rabu (28/10/2026) pukul 10.00 WIB bersama Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati. Dalam audiensi tersebut, GERMAP akan meminta data pelaku usaha yang menerima hibah, termasuk bantuan yang berkaitan dengan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Masih pada hari yang sama, pukul 13.00 WIB, GERMAP dijadwalkan melanjutkan audiensi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Pati. Organisasi tersebut meminta data penerima hibah alat pertanian dan peternakan, termasuk bantuan bibit hewan dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat untuk tahun anggaran 2025 dan 2026. GERMAP menilai keterbukaan data penerima bantuan diperlukan untuk memastikan program pemerintah tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh pihak yang berhak. Selanjutnya, pada Kamis (29/10/2026), GERMAP akan meminta penjelasan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati terkait anggaran pembangunan infrastruktur. Organisasi tersebut menyoroti anggaran sekitar Rp210 miliar dalam APBD murni 2026 serta tambahan sekitar Rp60 miliar dalam APBD perubahan. Melalui audiensi ini, GERMAP ingin mengetahui rincian peruntukan dan realisasi anggaran tersebut, termasuk pelaksanaan berbagai proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pati. Pada hari yang sama, sekitar pukul 13.00 WIB, GERMAP juga menjadwalkan audiensi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pati. Pembahasan akan mencakup total pendapatan Baznas selama 2026, penggunaan dana, serta mekanisme penggalangan zakat dan sumbangan. GERMAP turut menyoroti informasi mengenai penggalangan dana dari pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Organisasi tersebut ingin memperoleh penjelasan mengenai mekanisme yang diterapkan dalam penghimpunan dana tersebut. Melalui empat agenda audiensi itu, GERMAP berharap instansi terkait dapat memberikan penjelasan dan membuka informasi yang dibutuhkan sesuai ketentuan keterbukaan informasi publik. GERMAP menegaskan bahwa pengawasan masyarakat terhadap penggunaan uang negara merupakan bagian penting dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Keterbukaan informasi diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan anggaran dan bantuan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Pati. Tonton Berita Selengkapnya di Televisi Digital Lingkar TV Pewarta: Fahtur Rohman Sosial Media: Ghani Ramadhan #beritaviral  #jateng #anggaran #danahibah #lingkartv #pati
PATI, LINGKAR TV – Pengawasan terhadap pengelolaan uang publik di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan. Gerakan Masyarakat Tolak Korupsi (GERMAP) mengagendakan audiensi dengan empat instansi selama dua hari, yakni Rabu hingga Kamis, 28–29 Oktober 2026. Audiensi tersebut bertujuan meminta keterbukaan data terkait dana hibah, bantuan sektor pertanian, anggaran infrastruktur, hingga pengelolaan dana zakat dan sumbangan. Koordinator GERMAP, Cahaya Basuki atau yang akrab disapa Yayak Gundul, pada Senin (26/10/2026) mendatangi sejumlah kantor instansi untuk menyerahkan surat permohonan audiensi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mendorong transparansi pengelolaan anggaran sekaligus memastikan bantuan dan dana pemerintah dapat diawasi oleh masyarakat. Agenda pertama dijadwalkan berlangsung pada Rabu (28/10/2026) pukul 10.00 WIB bersama Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati. Dalam audiensi tersebut, GERMAP akan meminta data pelaku usaha yang menerima hibah, termasuk bantuan yang berkaitan dengan program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Masih pada hari yang sama, pukul 13.00 WIB, GERMAP dijadwalkan melanjutkan audiensi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Pati. Organisasi tersebut meminta data penerima hibah alat pertanian dan peternakan, termasuk bantuan bibit hewan dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat untuk tahun anggaran 2025 dan 2026. GERMAP menilai keterbukaan data penerima bantuan diperlukan untuk memastikan program pemerintah tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh pihak yang berhak. Selanjutnya, pada Kamis (29/10/2026), GERMAP akan meminta penjelasan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati terkait anggaran pembangunan infrastruktur. Organisasi tersebut menyoroti anggaran sekitar Rp210 miliar dalam APBD murni 2026 serta tambahan sekitar Rp60 miliar dalam APBD perubahan. Melalui audiensi ini, GERMAP ingin mengetahui rincian peruntukan dan realisasi anggaran tersebut, termasuk pelaksanaan berbagai proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pati. Pada hari yang sama, sekitar pukul 13.00 WIB, GERMAP juga menjadwalkan audiensi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pati. Pembahasan akan mencakup total pendapatan Baznas selama 2026, penggunaan dana, serta mekanisme penggalangan zakat dan sumbangan. GERMAP turut menyoroti informasi mengenai penggalangan dana dari pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Organisasi tersebut ingin memperoleh penjelasan mengenai mekanisme yang diterapkan dalam penghimpunan dana tersebut. Melalui empat agenda audiensi itu, GERMAP berharap instansi terkait dapat memberikan penjelasan dan membuka informasi yang dibutuhkan sesuai ketentuan keterbukaan informasi publik. GERMAP menegaskan bahwa pengawasan masyarakat terhadap penggunaan uang negara merupakan bagian penting dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Keterbukaan informasi diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan anggaran dan bantuan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Pati. Tonton Berita Selengkapnya di Televisi Digital Lingkar TV Pewarta: Fahtur Rohman Sosial Media: Ghani Ramadhan #beritaviral #jateng #anggaran #danahibah #lingkartv #pati

About