@shohida_umidj0n0vna: #CapCut

Shohida❤️
Shohida❤️
Open In TikTok:
Region: UZ
Thursday 22 October 2026 15:35:21 GMT
922
63
0
7

Music

Download

Comments

There are no more comments for this video.
To see more videos from user @shohida_umidj0n0vna, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

PALANGKA RAYA, KALIMANTAN TENGAH — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kota Palangka Raya terus menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Kobaran api di lahan gambut, asap pekat, dan munculnya kembali titik api membuat situasi di sejumlah wilayah kian memprihatinkan. Kondisi tersebut terasa seperti neraka bagi warga yang harus menghadapi panas, asap, dan ancaman kebakaran di sekitar lingkungan mereka. Pada 22 Oktober 2026, kebakaran di Jalan Soekarno bahkan dilaporkan mendekati kompleks perkantoran Pemerintah Kota Palangka Raya, sementara asap masuk ke ruang kerja aparatur sipil negara. Berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, sejak 1 Juni hingga 17 Oktober 2026 tercatat 909 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 1.448,90 hektare. Artinya, hingga 23 Oktober 2026, bencana ini telah berlangsung dalam rentang hampir lima bulan sejak awal Juni, dan kebakaran masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan. Kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan terbesar karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali menyala meskipun api di permukaan terlihat padam. Angin kencang juga dapat mempercepat penjalaran api dan menyulitkan petugas melakukan pemadaman. Situasi ini membutuhkan penanganan yang serius, koordinasi lintas instansi, serta dukungan masyarakat. Warga diimbau tidak membakar lahan, mengurangi aktivitas di tengah asap pekat, menggunakan masker yang sesuai, dan segera melaporkan titik api melalui layanan darurat 112. Palangka Raya membutuhkan penanganan nyata agar kebakaran tidak terus berulang, lingkungan tidak semakin rusak, dan masyarakat dapat kembali menghirup udara yang bersih. #titikliput #palangkaraya #beritaviral #berita
PALANGKA RAYA, KALIMANTAN TENGAH — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kota Palangka Raya terus menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Kobaran api di lahan gambut, asap pekat, dan munculnya kembali titik api membuat situasi di sejumlah wilayah kian memprihatinkan. Kondisi tersebut terasa seperti neraka bagi warga yang harus menghadapi panas, asap, dan ancaman kebakaran di sekitar lingkungan mereka. Pada 22 Oktober 2026, kebakaran di Jalan Soekarno bahkan dilaporkan mendekati kompleks perkantoran Pemerintah Kota Palangka Raya, sementara asap masuk ke ruang kerja aparatur sipil negara. Berdasarkan data BPBD Kota Palangka Raya, sejak 1 Juni hingga 17 Oktober 2026 tercatat 909 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 1.448,90 hektare. Artinya, hingga 23 Oktober 2026, bencana ini telah berlangsung dalam rentang hampir lima bulan sejak awal Juni, dan kebakaran masih menjadi persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan. Kondisi lahan gambut menjadi salah satu tantangan terbesar karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali menyala meskipun api di permukaan terlihat padam. Angin kencang juga dapat mempercepat penjalaran api dan menyulitkan petugas melakukan pemadaman. Situasi ini membutuhkan penanganan yang serius, koordinasi lintas instansi, serta dukungan masyarakat. Warga diimbau tidak membakar lahan, mengurangi aktivitas di tengah asap pekat, menggunakan masker yang sesuai, dan segera melaporkan titik api melalui layanan darurat 112. Palangka Raya membutuhkan penanganan nyata agar kebakaran tidak terus berulang, lingkungan tidak semakin rusak, dan masyarakat dapat kembali menghirup udara yang bersih. #titikliput #palangkaraya #beritaviral #berita

About