@lina_bd2: #fyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy #explore #paratiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii #fyp #viral

lina_bd2
lina_bd2
Open In TikTok:
Region: DZ
Thursday 22 October 2026 18:22:25 GMT
36667
4021
11
278

Music

Download

Comments

lam31lam1
Lam/ya ✨️ :
شفت غير لخير من روحي ❤️
2026-10-23 09:48:07
0
yousafsnfyrcsc
Tito tik tok :
😂😂❤️❤️❤️ياخي مهبولا
2026-10-23 06:13:19
0
nina59465
🦋hanaa🦋 :
انا 😂😂😂😂
2026-10-22 21:12:04
1
lelebm19
𝑭𝑨𝑹𝑨𝑯 ♡ 𝑺𝑬𝑺𝑬 :
انا هي ديما كيما هاك والحمد لله 😊
2026-10-22 22:19:02
0
raniaall30
Rania All :
2026-10-22 22:24:41
0
its_nour041
نـــــــٌوُر ᥫَ᭡. :
2026-10-23 00:05:16
0
feriel_bh16
feriel 🎀 :
2026-10-22 22:58:28
0
kouloude31
❤️Eva Lina❤️ :
🥰🥰
2026-10-23 00:51:12
1
user9279736698862
itwal noir :
☺️☺️☺️
2026-10-22 22:05:24
0
razan.razan440
Razan Razan :
🥰🥰🥰
2026-10-22 20:47:27
0
hrania5
Řæ Ŋįª :
🥰🥰🥰
2026-10-23 09:34:51
0
To see more videos from user @lina_bd2, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kasus dugaan pemerasan yang menimpa Mahfud, Ketua SPPG Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan. Berawal dari isu dugaan perselingkuhan, persoalan ini disebut berkembang menjadi ancaman pemberitaan yang disertai tuntutan uang puluhan juta rupiah. Berdasarkan kronologi yang disampaikan pihak korban, Mahfud mulai menerima pesan WhatsApp pada (8/10/2026). Pesan tersebut disebut berisi sejumlah pertanyaan, foto, dan video kebersamaannya dengan seorang relawan dapur SPPG, disertai tenggat waktu klarifikasi dan ancaman publikasi. Mahfud kemudian berupaya melakukan klarifikasi secara langsung. Pertemuan yang direncanakan pada (12/10/2026) itu disebut bergeser ke kawasan Ciomas, Kabupaten Bogor. Namun, pada 11–12 Oktober 2026, persoalan tersebut diklaim berkembang menjadi tuntutan uang sebesar Rp50 juta hingga Rp60 juta agar berita tidak dipublikasikan. Pihak korban juga menyebut adanya tangkapan layar yang diklaim memperlihatkan empat draf berita siap tayang sebagai bagian dari tekanan. Pada Senin, (12/10/2026), transaksi penyerahan uang di wilayah Ciomas disebut berujung pada operasi tangkap tangan (OTT) setelah pihak korban berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Sejumlah barang bukti yang disebut dalam kronologi meliputi percakapan WhatsApp, rekaman telepon, foto dan video, tangkapan layar draf berita, serta rekaman transaksi penyerahan uang. Kasus dugaan pemerasan ini disebut telah dilaporkan dan tengah ditangani Satreskrim Polres Bogor. Penyidik diharapkan mengusut fakta, alat bukti, serta peran masing-masing pihak untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan. Perlu ditegaskan, informasi tersebut berdasarkan kronologi dari pihak korban dan belum merupakan kesimpulan hukum. Dugaan perselingkuhan maupun dugaan pemerasan perlu ditempatkan secara proporsional hingga ada hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak berwenang. source video: istimewa editor: megaa #pojokbogor #ott #pemerasan #sppg #dramaga
Kasus dugaan pemerasan yang menimpa Mahfud, Ketua SPPG Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, menjadi sorotan. Berawal dari isu dugaan perselingkuhan, persoalan ini disebut berkembang menjadi ancaman pemberitaan yang disertai tuntutan uang puluhan juta rupiah. Berdasarkan kronologi yang disampaikan pihak korban, Mahfud mulai menerima pesan WhatsApp pada (8/10/2026). Pesan tersebut disebut berisi sejumlah pertanyaan, foto, dan video kebersamaannya dengan seorang relawan dapur SPPG, disertai tenggat waktu klarifikasi dan ancaman publikasi. Mahfud kemudian berupaya melakukan klarifikasi secara langsung. Pertemuan yang direncanakan pada (12/10/2026) itu disebut bergeser ke kawasan Ciomas, Kabupaten Bogor. Namun, pada 11–12 Oktober 2026, persoalan tersebut diklaim berkembang menjadi tuntutan uang sebesar Rp50 juta hingga Rp60 juta agar berita tidak dipublikasikan. Pihak korban juga menyebut adanya tangkapan layar yang diklaim memperlihatkan empat draf berita siap tayang sebagai bagian dari tekanan. Pada Senin, (12/10/2026), transaksi penyerahan uang di wilayah Ciomas disebut berujung pada operasi tangkap tangan (OTT) setelah pihak korban berkoordinasi dengan aparat penegak hukum. Sejumlah barang bukti yang disebut dalam kronologi meliputi percakapan WhatsApp, rekaman telepon, foto dan video, tangkapan layar draf berita, serta rekaman transaksi penyerahan uang. Kasus dugaan pemerasan ini disebut telah dilaporkan dan tengah ditangani Satreskrim Polres Bogor. Penyidik diharapkan mengusut fakta, alat bukti, serta peran masing-masing pihak untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan. Perlu ditegaskan, informasi tersebut berdasarkan kronologi dari pihak korban dan belum merupakan kesimpulan hukum. Dugaan perselingkuhan maupun dugaan pemerasan perlu ditempatkan secara proporsional hingga ada hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak berwenang. source video: istimewa editor: megaa #pojokbogor #ott #pemerasan #sppg #dramaga

About