Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@lahoracanalladaily: El Dandy De Barcelona Se Llevará A Fede De Samaritanas Del Amor #eldandydebarcelona #fede #lahoracanalla #salseo #viral
La Hora Canalla Daily
Open In TikTok:
Region: ES
Thursday 22 October 2026 21:37:04 GMT
17371
537
5
170
Music
Download
No Watermark .mp4 (
2.56MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
2.36MB
)
Watermark .mp4 (
2.56MB
)
Music .mp3
Comments
dxvfitness :
mi ídolo
2026-10-23 09:04:22
0
PLVS VLTRA) :
2026-10-22 22:20:47
2
Ivàn Gomez9078 :
2026-10-23 08:17:07
0
user :
😂😂😂
2026-10-23 00:53:08
0
ijertu25 :
🤣🤣👏👏👏
2026-10-23 06:35:53
0
To see more videos from user @lahoracanalladaily, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
Le challenge est lancé !! Utilisez le son pour vos vidéos 🚀. Disponible en streaming ✅. #vision #newmusik #challenges_tiktok
Lấy ảnh ib nhá :)) 💓 #3d #chudeptiktok #xhtiktok #xuhuong
Jesus Christ help me to love you more than anything else or close to anything, let my Love for you be the highest priority in my life
TOOO GOOD YALL OH MY GOSH😋🥥🍫😍 So in love with @Built Bar 10/10 for both!! #builtbar #proteinbar #proteinbarreview #tiktokshopfindsfyp #proteinsnack
Biografi Kiai Abdul Karim (1) Di balik kemegahan dan popularitas Pondok Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, tentu saja terdapat peran penting dari para pendahulunya. Melalui berbagai usaha baik secara fisik maupun spiritual, pesantren ini telah menghasilkan banyak alumni yang memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat. Salah satu tokoh yang sangat berpengaruh dalam hal ini adalah KH Abdul Karim, pendiri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Dari segi penampilan, KH Abdul Karim tidak terlihat mencolok sebagai seorang kiai besar. Beliau dikenal sebagai sosok yang mengutamakan sikap rendah hati dan gaya hidup sederhana, sehingga kesan yang muncul adalah bahwa ia tampak seperti orang biasa, bukan seorang kiai besar. Bahkan, hanya segelintir orang yang benar-benar mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya. -------- Profil Singkat -------- KH. Abdul Karim atau sering disapa Mbah Manab (1856 - 1954) adalah ulama pendiri Pondok Pesantren Lirboyo yang berlokasi di Desa Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur. Pada tahun 1908, ia menikah dengan putri Kiai Sholeh, Banjarmlati, Kediri bernama Siti Khodijah alias Nyai Dhomroh. Kiai Abdul Karim juga dikenal berada di garda terdepan dalam melawan penjajah, salah satunya bisa dilihat saat ia mengirimkan santri-santrinya ke Pertempuran Surabaya dan perlawanan terhadap Partai Komunis Indonesia (PKI) di Kediri dan sekitarnya. Keturunan Ny. Hj. Salamah (Istri K.H. Manshur Anwar) Ny. Hj. Zainab (Istri K.H. Mahrus Ali) Ny. Hj. Maryam (Istri K.H. Marzuqi Dahlan) Ny. Hj. Qamariyyah (Istri K.H. Zaini Munawwir) --------- Latar Belakang Keluarga --------- Nama asli Kiai Abdul Karim adalah Manab. Beliau dilahirkan sekitar tahun 1856 di Dukuh Banar, Desa Diyangan, Kawedanan Mertoyudan, Magelang, Jawa Tengah, sebagai anak ketiga dari pasangan Abdur Rahim dan Salamah. Selain berprofesi sebagai petani, ayah Kiai Manab juga seorang pedagang. Sepeninggal ayahnya Abdur Rahim, Kiai Manab memutuskan untuk merantau demi menuntut ilmu, Keinginan Kiai Manab dipicu oleh kharisma para alim ulama yang merupakan pengikut Pangeran Diponegoro, seperti Kiai Imam Rofi’i dari Bagelan dan Kiai Hasan Bashori dari Banyumas. Ia tidak ingin hanya menjadi orang biasa, sehingga meskipun berasal dari keluarga petani, ia percaya bahwa keturunan yang sejati adalah yang dihasilkan oleh generasi berikutnya, bukan yang sebelumnya. Bagi Kiai Manab, 𝙜𝙖𝙧𝙞𝙨 𝙠𝙚𝙩𝙪𝙧𝙪𝙣𝙖𝙣 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠𝙡𝙖𝙝 𝙥𝙚𝙣𝙩𝙞𝙣𝙜 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙚𝙧𝙥𝙚𝙣𝙩𝙞𝙣𝙜 𝙖𝙙𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙞𝙡𝙢𝙪. --------- Perjalanan Menuntut Ilmu --------- di usia 14 tahun Atas izin dari orang tua, Kiai Manab berangkat menuju Jawa Timur. Dalam perjalanan, mereka tiba di Dusun Gurah, Kediri, Di tempat tersebut, Kiai Manab mulai nyantri untuk mempelajari ilmu-ilmu dasar, seperti ilmu amaliyah, sambil membantu memanen padi sebagai buruh. Setelah dirasa cukup, Kiai Manab melanjutkan nyantri di salah satu pesantren di Cepoko, Selanjutnya, ia berpindah ke pesantren Trayang, Bangsri, Kertosono, untuk memperdalam pemahaman Al-Qur’an. Seiring dengan berjalannya waktu, Kiai Manab semakin dewasa dan terus menambah ilmunya dengan giat. Ia merasa tidak puas hanya belajar di dua pesantren, sehingga ia pindah ke pesantren Sono di Sidoarjo, yang terkenal dengan pengajaran ilmu shorof. Setelah itu, ia melanjutkan nyantri di pesantren Kedungdoro dan kemudian ke Madura untuk belajar dari Kiai Kholil Bangkalan (wafat tahun 1923) Pada saat itu, ia sudah berusia 40 tahun dan telah menunjukkan sebagai sosok seorang kiai. Para santri menganggap Kiai Manab sebagai kiai, tempat untuk bertanya, meminta nasihat, dan belajar. Kesulitan dan Cobaan--- Saat menuntut ilmu di madura kiai manab hanya memiliki sepasang pakaian,saat beliau mandi maka pakaiannya itu dibasuh sembari Berendam menunggu keringnya pakaian beliau menghafalkan nadzam Alfiyyah Ibn Malik.... bersambung. #lirboyo #khabdulkarimlirboyo #pplirboyo #ceramahkiairahmatullohfikri #kyaifikritentangkhabdulkarim
1 (5)
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy