Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
API
Home
How To Use
Language
English
عربي
Tiếng Việt
русский
français
español
日本語
한글
Deutsch
हिन्दी
简体中文
繁體中文
Home
Detail
@abdounvnfkr:
Ne fais confiance à personne.
Open In TikTok:
Region: DZ
Thursday 22 October 2026 21:55:29 GMT
868
34
1
3
Music
Download
No Watermark .mp4 (
2.13MB
)
No Watermark(HD) .mp4 (
5.17MB
)
Watermark .mp4 (
6.82MB
)
Music .mp3
Comments
amiine tiitou :
❤️❤️❤️
2026-10-23 20:22:41
0
To see more videos from user @abdounvnfkr, please go to the Tikwm homepage.
Other Videos
why we feel insecure when we dress differently… #fashion #outfitadvice #wearwhatyouwant #fashiontips
Hamster Dance for presentation #fyp #hamster
Saya selalu percaya bahwa semua agama mengajarkan nilai-nilai kebaikan yang sama, yaitu menumbuhkan kasih sayang dan welas asih dalam diri manusia. Dalam ajaran Buddha, anak-anak diajarkan untuk menyayangi semua makhluk hidup dan melakukan pelepasan makhluk hidup (fangsheng), karena hal ini merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan welas asih, menghargai kehidupan, dan membentuk karakter sejak usia dini. Makhluk sekecil apa pun dapat merasakan penderitaan dan memiliki keinginan untuk tetap hidup. Kebaikan harus diwujudkan melalui tindakan. Kita tidak cukup hanya merasa iba, tetapi juga dapat memberikan pertolongan sesuai dengan kemampuan kita. Kita tidak seharusnya berbuat baik semata-mata demi memperoleh keuntungan bagi diri sendiri. Welas asih yang tulus lahir dari keinginan untuk mengurangi penderitaan makhluk lain, bukan hanya demi mencari keberuntungan atau mengharapkan pahala. Menurut saya, hal yang terpenting bukan hanya mengajarkan anak untuk melakukan pelepasan makhluk hidup, tetapi juga membantu mereka memahami mengapa kita tidak seharusnya menyakiti makhluk hidup yang lebih lemah daripada diri kita. Seorang anak mungkin pergi ke kuil, melafalkan doa, melakukan pelepasan makhluk hidup, dan menjalankan berbagai perbuatan baik. Namun, jika ia masih sering merundung orang lain, tidak memiliki rasa syukur, atau tidak menghormati orang tuanya, maka praktik keagamaan yang dilakukan secara lahiriah saja belum cukup untuk mencerminkan kedewasaan batin. Sebaliknya, seorang anak yang menyayangi hewan kecil, tidak menindas mereka yang lebih lemah, bersedia membantu orang yang mengalami kesulitan, dan bertanggung jawab atas tindakannya sedang membangun karakter yang baik secara bertahap. Pembinaan diri tidak hanya tercermin dari apa yang kita lakukan di hadapan altar Buddha, tetapi juga dari cara kita memperlakukan setiap makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari. Dan mungkin, pelajaran paling berharga yang dapat diwariskan orang tua kepada anak-anaknya adalah: Jangan hanya mengajarkan anak untuk berbuat baik demi memperoleh berkah. Ajarkanlah mereka untuk berbuat baik karena mereka mampu memahami penderitaan orang lain dan tidak ingin menjadi penyebab penderitaan tersebut.
لو طفلك أقل من سنتين ونص، جرّبي تطبيق ChildRoo لتحسين نومه. 💤 📲 حمّلي التطبيق من الرابط في البايو أو ابحثي عن ChildRoo في App Store وGoogle Play.
About
Robot
API
Legal
Privacy Policy