@media_kano: #foryou #fyp #daudakahuturarara #goviral #10millionviews

Media📺
Media📺
Open In TikTok:
Region: NG
Thursday 22 October 2026 22:30:19 GMT
59057
2716
79
226

Music

Download

Comments

qarmanjesglam
Qarmanje’sglam :
Wllh karka damu iyayen mu dik basu iyaba kuma gashi sun haifemu mun iya alhmdllh
2026-10-23 09:09:44
42
zainabbyumar
Zainab :
Meye abin tausayi Ayar Allah ne
2026-10-23 05:51:13
12
user72692356062282
hauwau yahaya aliyu :
Se me is not his mother tongue ai
2026-10-23 10:30:49
1
husnagaladanch
husnagaladanch :
Jama’a ina siyar da Lace masu kyau 🥹🙏
2026-10-23 12:41:33
1
lubunat.uthman
Lubnat Analkah :
Allah sarki
2026-10-23 11:34:21
1
rabilu_mega
Rabilu adamu :
gaskiya rarara dan duniya ne
2026-10-23 05:01:31
9
chairma01
user4141553099030 :
Miye abin tausayin
2026-10-23 00:17:13
2
rukyycollection
Rukyy collection Jo’s :
akwai damuwafa
2026-10-23 05:55:47
1
alhassanahmodotar
Alhassan FKD :
ya kuwa ya fahimata shi bai fahimta ba
2026-10-23 12:34:19
0
murjanatutijjaniw
Yar Baba :
Allah sarki rarara
2026-10-23 11:57:15
0
bakoria_style_and_scent
bakoria_style_and_scent :
Baku San duk magana yake fada maku ba[Tears of joy]
2026-10-23 12:06:19
0
ismaeldaninna5
ismaeldaninna5 :
toh Meye Abin Tausayi Ayar Qur'ani Taja Ko Hadisi
2026-10-23 11:36:55
0
ibrahimbilkisugal
Matar mijinta🙏🙏❤️🙏❤️🙏 :
hummm Wlh yana sane
2026-10-23 06:33:34
0
mamanmuwaddah
umma haruna isah :
Allah sarki ai inkudi nakomai to whl sunwa rarakomai dun bawanda akahaifah d iya masuyimasa goriii bai iya turance gashin yahaifah Kuma sun iya alhamdullah nataya murnah 😘😘😘
2026-10-23 08:37:58
0
labaran.bala.bala
L.B :
meye abun tausayi aciki
2026-10-23 11:26:08
0
san.gao.com.ltd
San Gao Com ltd. :
Doctor Rara
2026-10-23 11:21:54
0
user2120800750955
mmn Arif :
Alhamdulilla
2026-10-23 11:08:25
0
aljabbary34
Aljabbary :
2026-10-22 23:51:36
0
marriagedhuman
🇳🇬Ayrah🇳🇬 :
Iko sai Allah Wanda yafahimci abun daycare yayimin like
2026-10-23 09:34:01
0
baraatubala1
Bara’atu B muhd :
Allah ya baka yara masu ji
2026-10-23 09:27:49
0
humee.babyhumee.baby
humee baby :
Allah sarki allah 🤣
2026-10-23 10:39:34
0
stitchesbymusaddiqa
stitches by musaddiqa :
Azo asiya blouse na Yara pls
2026-10-23 13:26:51
0
ibrahimgarba8323
ibrahim Garba :
kudi alaaji ,
2026-10-23 09:47:46
0
ahdanfulani
A H Danfulani :
miye amfanin ya sani amman de har shugaban makaranta yana gaba dashi
2026-10-23 10:03:47
0
haleefauk3
haleefa UK3 :
dafta namu 😂😂
2026-10-23 00:50:26
0
To see more videos from user @media_kano, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

KOMDIGI BANTAH BATASI KONTEN KARHUTLA🔥 Pernyataan Meta Al yang menyebut pemblokiran sejumlah konten demonstrasi dan kritik terhadap pemerintah berkaitan dengan permintaan hukum Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjadi sorotan publik. Persoalan ini ramai diperbincangkan setelah tangkapan layar percakapan warganet dengan Meta Al beredar di media sosial pada Rabu (21/10/2026). Jawaban kecerdasan buatan milik Meta tersebut memicu pertanyaan mengenai alasan sejumlah akun dan unggahan yang berkaitan dengan aksi demonstrasi maupun kritik pemerintah tidak dapat diakses atau diduga mengalami pembatasan. Polemik tersebut semakin menjadi perhatian karena muncul di tengah keluhan pengguna media sosial mengenai penurunan jangkauan konten kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam percakapan yang beredar, Meta AI menyebut sebagian pemblokiran akun terkait demonstrasi terjadi karena adanya permintaan hukum dari Komdigi. Chatbot tersebut juga menjelaskan bahwa platform dapat mengikuti permintaan resmi pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, jawaban chatbot itu belum dapat dijadikan bukti bahwa Komdigi benar- benar mengeluarkan perintah untuk memblokir akun atau unggahan tertentu. Respons Meta Al tersebut merupakan jawaban chatbot terhadap pertanyaan pengguna, bukan pernyataan resmi perusahaan Meta mengenai kasus yang dipersoalkan. Menanggapi polemik yang berkembang, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta platform digital membatasi informasi mengenai kebakaran hutan dan lahan. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui video pada Rabu (21/10/2026), Meutya mengatakan informasi mengenai karhutla yang dibagikan masyarakat justru penting bagi pemerintah sebagai masukan dalam penanganan kebakaran. Menurutnya, masyarakat dapat menyampaikan informasi faktual dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai kondisi di lapangan. Pemerintah juga menggunakan kanal media sosial untuk menyebarkan informasi terkait penanganan karhutla Komdigi turut mendorong platform digital agar lebih transparan dan bertanggung jawab dalam mengelola algoritma yang menentukan distribusi konten kepada pengguna. Meutya juga meminta masyarakat yang merasa unggahannya mengalami gangguan atau pembatasan jangkauan untuk mengajukan pengaduan maupun banding kepada platform terkait. Pengguna dapat melaporkan persoalan tersebut kepada Komdigi. #fyp
KOMDIGI BANTAH BATASI KONTEN KARHUTLA🔥 Pernyataan Meta Al yang menyebut pemblokiran sejumlah konten demonstrasi dan kritik terhadap pemerintah berkaitan dengan permintaan hukum Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjadi sorotan publik. Persoalan ini ramai diperbincangkan setelah tangkapan layar percakapan warganet dengan Meta Al beredar di media sosial pada Rabu (21/10/2026). Jawaban kecerdasan buatan milik Meta tersebut memicu pertanyaan mengenai alasan sejumlah akun dan unggahan yang berkaitan dengan aksi demonstrasi maupun kritik pemerintah tidak dapat diakses atau diduga mengalami pembatasan. Polemik tersebut semakin menjadi perhatian karena muncul di tengah keluhan pengguna media sosial mengenai penurunan jangkauan konten kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam percakapan yang beredar, Meta AI menyebut sebagian pemblokiran akun terkait demonstrasi terjadi karena adanya permintaan hukum dari Komdigi. Chatbot tersebut juga menjelaskan bahwa platform dapat mengikuti permintaan resmi pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, jawaban chatbot itu belum dapat dijadikan bukti bahwa Komdigi benar- benar mengeluarkan perintah untuk memblokir akun atau unggahan tertentu. Respons Meta Al tersebut merupakan jawaban chatbot terhadap pertanyaan pengguna, bukan pernyataan resmi perusahaan Meta mengenai kasus yang dipersoalkan. Menanggapi polemik yang berkembang, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta platform digital membatasi informasi mengenai kebakaran hutan dan lahan. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui video pada Rabu (21/10/2026), Meutya mengatakan informasi mengenai karhutla yang dibagikan masyarakat justru penting bagi pemerintah sebagai masukan dalam penanganan kebakaran. Menurutnya, masyarakat dapat menyampaikan informasi faktual dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai kondisi di lapangan. Pemerintah juga menggunakan kanal media sosial untuk menyebarkan informasi terkait penanganan karhutla Komdigi turut mendorong platform digital agar lebih transparan dan bertanggung jawab dalam mengelola algoritma yang menentukan distribusi konten kepada pengguna. Meutya juga meminta masyarakat yang merasa unggahannya mengalami gangguan atau pembatasan jangkauan untuk mengajukan pengaduan maupun banding kepada platform terkait. Pengguna dapat melaporkan persoalan tersebut kepada Komdigi. #fyp

About