Aryo Riski :
Bang, lucu juga logikanya. Orang mengkritik mahalnya biaya hidup, malah dibalas dengan tuduhan mahasiswa penerima KIP beli iPhone dan nongkrong di kafe. Pertanyaannya, kalaupun ada satu-dua penerima bantuan yang menyalahgunakan uangnya, apa itu otomatis membuktikan biaya hidup masyarakat sudah murah?
KIP Kuliah itu bantuan pendidikan bagi mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi, bukan kontrak politik agar penerimanya wajib diam dan tidak boleh mengkritik pemerintah. Bahkan kalau memang ada dugaan penyalahgunaan bantuan, silakan buktikan dan laporkan sesuai mekanisme yang berlaku. Jangan jadikan dugaan terhadap individu sebagai alasan untuk menghindari persoalan publik.
Terus, membandingkan mahasiswa dengan pekerja bergaji kecil itu relevansinya di mana? Pekerja yang gajinya kecil berhak memperjuangkan kesejahteraannya, mahasiswa juga berhak menyuarakan persoalan publik. Keduanya bukan musuh yang harus diadu domba.
Spanduk itu bicara soal KRISIS IKLIM, BENCANA, dan BIAYA HIDUP. Jadi, kalau mau membantah, bantah substansinya: apakah harga kebutuhan pokok terjangkau? apakah daya beli masyarakat terjaga? dan apa langkah konkret pemerintah mengatasi dampak bencana terhadap ekonomi rakyat?
Jangan sampai karena sibuk menghakimi siapa yang mengkritik, kita malah lupa mempertanyakan apa yang sedang dikritik.
2026-10-23 04:06:06