@beliikeawoman: this pic mad old

caira
caira
Open In TikTok:
Region: US
Friday 23 October 2026 04:24:46 GMT
431
107
8
12

Music

Download

Comments

To see more videos from user @beliikeawoman, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Ungkapan Pernyataan ini Mengajarkan suatu Hadits bahwa ukuran kecerdasan seorang mukmin bukan hanya seberapa tinggi pendidikannya, banyak pengetahuannya, atau hebat kemampuannya dalam urusan dunia. Rasulullah ﷺ justru mengarahkan kita kepada kecerdasan yang lebih dalam: kemampuan menyadari bahwa kehidupan dunia memiliki akhir dan mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah kematian. Mengingat kematian bukan berarti hidup dalam ketakutan atau meninggalkan dunia. Justru kesadaran bahwa hidup ini terbatas membuat seseorang lebih bijaksana dalam menggunakan waktunya. Ia tidak ingin menghabiskan hidup hanya untuk mengejar sesuatu yang pada akhirnya harus ditinggalkan. Harta, jabatan, popularitas, dan segala kenikmatan dunia memiliki batas, sedangkan kehidupan setelah kematian adalah perjalanan yang harus dipersiapkan. Mempersiapkan kehidupan setelah kematian berarti memperbaiki hubungan dengan Allah sekaligus memperbaiki hubungan dengan manusia. Shalat dijaga, dosa diusahakan untuk ditinggalkan, rezeki dicari dengan cara yang halal, ilmu diamalkan, orang lain tidak dizalimi, dan kesalahan yang pernah dilakukan segera diikuti dengan taubat. Sebab kecerdasan dalam Islam bukan hanya mengetahui apa yang benar, tetapi memiliki kesadaran untuk menjalankannya. Mengingat kematian juga membuat kita lebih berhati-hati dalam memperlakukan orang lain. Kita mungkin tidak tahu kapan pertemuan terakhir dengan seseorang terjadi. Karena itu, jangan terlalu mudah menyakiti, merendahkan, memutus silaturahmi, atau menunda meminta maaf. Bisa jadi kesempatan yang kita anggap masih panjang ternyata tidak pernah datang lagi. Pada akhirnya, orang yang paling cerdas bukanlah yang paling pandai mengatur kehidupan dunia, tetapi yang tidak lupa mempersiapkan kehidupan setelah dunia. Kematian bukan untuk membuat kita berhenti hidup, melainkan untuk mengingatkan kita agar hidup dengan lebih bermakna. Sebab ketika waktunya tiba, yang kita bawa bukanlah apa yang berhasil kita kumpulkan, tetapi apa yang telah kita kerjakan sebagai bekal untuk menghadap Allah. Wallahu 'Alam #renungandiri #renunganhati #renunganhidup #selfreminder #masukberanda
Ungkapan Pernyataan ini Mengajarkan suatu Hadits bahwa ukuran kecerdasan seorang mukmin bukan hanya seberapa tinggi pendidikannya, banyak pengetahuannya, atau hebat kemampuannya dalam urusan dunia. Rasulullah ﷺ justru mengarahkan kita kepada kecerdasan yang lebih dalam: kemampuan menyadari bahwa kehidupan dunia memiliki akhir dan mempersiapkan diri untuk kehidupan setelah kematian. Mengingat kematian bukan berarti hidup dalam ketakutan atau meninggalkan dunia. Justru kesadaran bahwa hidup ini terbatas membuat seseorang lebih bijaksana dalam menggunakan waktunya. Ia tidak ingin menghabiskan hidup hanya untuk mengejar sesuatu yang pada akhirnya harus ditinggalkan. Harta, jabatan, popularitas, dan segala kenikmatan dunia memiliki batas, sedangkan kehidupan setelah kematian adalah perjalanan yang harus dipersiapkan. Mempersiapkan kehidupan setelah kematian berarti memperbaiki hubungan dengan Allah sekaligus memperbaiki hubungan dengan manusia. Shalat dijaga, dosa diusahakan untuk ditinggalkan, rezeki dicari dengan cara yang halal, ilmu diamalkan, orang lain tidak dizalimi, dan kesalahan yang pernah dilakukan segera diikuti dengan taubat. Sebab kecerdasan dalam Islam bukan hanya mengetahui apa yang benar, tetapi memiliki kesadaran untuk menjalankannya. Mengingat kematian juga membuat kita lebih berhati-hati dalam memperlakukan orang lain. Kita mungkin tidak tahu kapan pertemuan terakhir dengan seseorang terjadi. Karena itu, jangan terlalu mudah menyakiti, merendahkan, memutus silaturahmi, atau menunda meminta maaf. Bisa jadi kesempatan yang kita anggap masih panjang ternyata tidak pernah datang lagi. Pada akhirnya, orang yang paling cerdas bukanlah yang paling pandai mengatur kehidupan dunia, tetapi yang tidak lupa mempersiapkan kehidupan setelah dunia. Kematian bukan untuk membuat kita berhenti hidup, melainkan untuk mengingatkan kita agar hidup dengan lebih bermakna. Sebab ketika waktunya tiba, yang kita bawa bukanlah apa yang berhasil kita kumpulkan, tetapi apa yang telah kita kerjakan sebagai bekal untuk menghadap Allah. Wallahu 'Alam #renungandiri #renunganhati #renunganhidup #selfreminder #masukberanda

About