@user02176407: #capcutedit #viralvideotiktok #viralvideotiktokteam #viralvideotiktokteam #foryoupageofficiall

Qawim 194 RB
Qawim 194 RB
Open In TikTok:
Region: US
Friday 23 October 2026 04:26:11 GMT
1071
100
18
4

Music

Download

Comments

bajwa_194
bajwa194 :
very good
2026-10-24 04:21:17
0
attakarim51
attakarim51 :
very nice
2026-10-23 16:18:25
0
user8906987330494
user8906987330494 :
2026-10-25 01:39:48
0
samairashazadi
🇺🇸Samaira shazadi💐🇺🇸💐💙 :
2026-10-23 14:14:39
0
bajwa_194
bajwa194 :
very nice
2026-10-24 04:21:06
0
azhar.razhaq
𝐀 F 💕⃝💔ـﮩ٨ـﮩ٨ــﮩ٨ـ💔 AF :
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🥰👍
2026-10-24 02:45:09
0
samairashazadi
🇺🇸Samaira shazadi💐🇺🇸💐💙 :
2026-10-23 14:14:35
0
attakarim51
attakarim51 :
nice
2026-10-23 16:18:20
0
attakarim51
attakarim51 :
good
2026-10-23 16:18:31
0
bajwa_194
bajwa194 :
good
2026-10-24 04:21:10
0
scenic.world.lets
papa keep buddy loudly 💃🧕 :
👌👌👌
2026-10-24 06:03:09
0
bajwa_194
bajwa194 :
very nice @Qawim 194 RB
2026-10-24 04:21:00
0
azhar.razhaq
𝐀 F 💕⃝💔ـﮩ٨ـﮩ٨ــﮩ٨ـ💔 AF :
🥰🥰🥰
2026-10-24 02:44:07
0
attakarim51
attakarim51 :
very good @Qawim 194 RB
2026-10-23 16:18:03
0
scenic.world.lets
papa keep buddy loudly 💃🧕 :
🥰🥰🥰
2026-10-24 06:03:11
0
majjadali14
masjid showroom :
✌️✌️✌️
2026-10-23 12:36:39
0
user5784693770476
12345678 :
🥰🥰🥰
2026-10-23 09:32:28
0
abbas.9696
saqlain abbas :
🥰🥰🥰
2026-10-25 01:14:13
0
To see more videos from user @user02176407, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“Jadi ini yang kata kamu sibuk rapat dan nggak bisa pulang ke rumah buat makan siang, Mas?” 
 Je ri tan ke ras Zahira yang disusul dengan suara rantang ja tuh ke lantai berhasil membuat dua manusia yang sedang ber gu mul pa nas di atas meja kerja seketika membeku. Dimas menoleh dengan mata nyaris keluar dari sarangnya. 
 Keduanya kalang kabut. Dimas me lom pat turun dari meja, tangannya ber ge tar hebat saat berusaha menarik rit sle ting ce la na bahannya yang me lo rot. Sementara Aiko dengan panik me mu ngut kemeja kerjanya yang ter lem par ke sofa, menutupi tu buh nya dengan napas terengah-engah. 
 “Z-zahira!” Dimas terbata, menelan lu dah secara ka sar. “S-sejak kapan kamu di situ?” 
 “Sejak kalian asyik go yang di atas meja kerjamu sampai nggak dengar aku buka pintu,” jawab Zahira dengan suara ber ge tar. 
 “Mbak Zahira, harusnya Mbak itu ketuk pintu dulu sebelum masuk,” ucap Aiko tanpa beban, padahal dia baru saja ketahuan ber zi na dengan su a mi o ra ng. 
 Zahira me nga nga melihat respon sang pe la kor. “Kamu bilang apa? Kamu ber zi na dengan suamiku dan kamu masih berani nyuruh aku ketuk pintu sebelum masuk? Dasar pe rem pu an mu ra han nggak tahu di ri!” 
 “Jaga mu lut mu, Zahira!” 
 Da da Zahira se sak luar biasa. “Mas, kamu membela pe la cur ini? Kamu baru saja se ling kuh di depan mataku, Mas! Dan kamu malah nge ben tak aku demi dia!” 
 Dimas mengusap wajahnya ka sar, tak ada raut penyesalan di wajahnya lelaki itu. Hanya ada ke ke sa lan karena ke se na ngan nya diganggu. “Kamu nggak usah lebay! Ini kantorku. Lagian, kamu ngapain tiba-tiba datang ke sini nggak bilang-bilang? Liat tuh, lantai kantorku jadi ko tor semua karena rantangmu!” 
 “Ini hari anniversary kita, Mas!” Zahira me mu kul da da suaminya sambil me na ngis his te ris. “Aku capek-capek masak buat bawain kamu makan siang karena kamu bilang sibuk rapat dan nggak sempat pulang! Tapi ternyata kamu malah ni du rin sekretarismu sendiri di saat aku capek ngurus ibumu di rumah!” 
 Aiko men de cak si nis. Matanya memindai Zahira dari ujung kepala sampai ujung kaki. 
 “Mbak, harusnya Mbak itu nga ca,” cibir Aiko telak. “Mas Dimas itu pengusaha. Bisnis propertinya lagi berkembang. Dia itu st res, butuh hi bu ran buat penyegaran pikiran.” 
 Aiko menunjuk ji jik ke arah das ter pudar yang dipakai Zahira. “Coba Mbak lihat penampilan Mbak sendiri. Ku cel, b a u bumbu dapur, nggak ada menarik-menariknya sama sekali. Bikin sum pek mata! Wajar dong kalau Mas Dimas butuh se li ngan yang bikin mata dan pikirannya segar?” 
 “Tutup mu lut mu, pe rem pu an ga tal!” umpat Zahira. 
 “Aiko benar, Zahira,” sela Dimas dingin. 
 Zahira menatap suaminya dengan pandangan han cur le bur. Matanya me me rah karena me na ngis. “Mas, kamu membenarkan omongan pe rem puan ini?” 
 “Kenyataannya memang begitu!” bentak Dimas tak tahu ma lu. “Aku ini laki-laki, Zahira! Aku ban ting tu lang cari u a ng dari pagi sampai malam. Wajar kalau aku cari ke se na ngan sedikit di luar. Toh, yang penting aku tetap pulang ke rumah, kan? U a ng belanjamu juga tetap jalan tiap bulan dan nggak pernah aku kurang-kurangin!” 
 “Kamu ja hat, Mas. Kamu pikir dengan u a ng belanja yang cuma cukup buat makan itu, kamu berhak ngin jek-ngin jek har ga di ri ku?” teriak Zahira putus asa. 
 “Dengar ya, Zahira. Kalau kamu mau jadi istri yang baik, maklumi saja. Namanya laki-laki, pasti ada khi laf nya. Lagian aku sama Aiko cuma seru-seruan, nggak ada niat buat ni kah dan ninggalin kamu. Jadi kamu nggak usah bikin dra ma kam pu ngan kayak gini.” 
 Zahira menghapus ka sar air mata yang sejak tadi mengalir de ras. Tatapannya me na jam, me nem bus manik mata suaminya. “Nggak! Sampai ma ti pun aku nggak akan pernah terima perbuatan men ji jik kan kalian ini, Mas!” 
 “Ya sudah!” Dimas meng ge brak meja dengan ke ras. Ia menatap nya lang istrinya. “Kalau kamu memang nggak terima, silakan minta ce ra i!” Baca cerita lengkapya hanya di aplikasi KBMApp. Judul: Mengakali Suamiku Penulis: Irma N
“Jadi ini yang kata kamu sibuk rapat dan nggak bisa pulang ke rumah buat makan siang, Mas?” Je ri tan ke ras Zahira yang disusul dengan suara rantang ja tuh ke lantai berhasil membuat dua manusia yang sedang ber gu mul pa nas di atas meja kerja seketika membeku. Dimas menoleh dengan mata nyaris keluar dari sarangnya. Keduanya kalang kabut. Dimas me lom pat turun dari meja, tangannya ber ge tar hebat saat berusaha menarik rit sle ting ce la na bahannya yang me lo rot. Sementara Aiko dengan panik me mu ngut kemeja kerjanya yang ter lem par ke sofa, menutupi tu buh nya dengan napas terengah-engah. “Z-zahira!” Dimas terbata, menelan lu dah secara ka sar. “S-sejak kapan kamu di situ?” “Sejak kalian asyik go yang di atas meja kerjamu sampai nggak dengar aku buka pintu,” jawab Zahira dengan suara ber ge tar. “Mbak Zahira, harusnya Mbak itu ketuk pintu dulu sebelum masuk,” ucap Aiko tanpa beban, padahal dia baru saja ketahuan ber zi na dengan su a mi o ra ng. Zahira me nga nga melihat respon sang pe la kor. “Kamu bilang apa? Kamu ber zi na dengan suamiku dan kamu masih berani nyuruh aku ketuk pintu sebelum masuk? Dasar pe rem pu an mu ra han nggak tahu di ri!” “Jaga mu lut mu, Zahira!” Da da Zahira se sak luar biasa. “Mas, kamu membela pe la cur ini? Kamu baru saja se ling kuh di depan mataku, Mas! Dan kamu malah nge ben tak aku demi dia!” Dimas mengusap wajahnya ka sar, tak ada raut penyesalan di wajahnya lelaki itu. Hanya ada ke ke sa lan karena ke se na ngan nya diganggu. “Kamu nggak usah lebay! Ini kantorku. Lagian, kamu ngapain tiba-tiba datang ke sini nggak bilang-bilang? Liat tuh, lantai kantorku jadi ko tor semua karena rantangmu!” “Ini hari anniversary kita, Mas!” Zahira me mu kul da da suaminya sambil me na ngis his te ris. “Aku capek-capek masak buat bawain kamu makan siang karena kamu bilang sibuk rapat dan nggak sempat pulang! Tapi ternyata kamu malah ni du rin sekretarismu sendiri di saat aku capek ngurus ibumu di rumah!” Aiko men de cak si nis. Matanya memindai Zahira dari ujung kepala sampai ujung kaki. “Mbak, harusnya Mbak itu nga ca,” cibir Aiko telak. “Mas Dimas itu pengusaha. Bisnis propertinya lagi berkembang. Dia itu st res, butuh hi bu ran buat penyegaran pikiran.” Aiko menunjuk ji jik ke arah das ter pudar yang dipakai Zahira. “Coba Mbak lihat penampilan Mbak sendiri. Ku cel, b a u bumbu dapur, nggak ada menarik-menariknya sama sekali. Bikin sum pek mata! Wajar dong kalau Mas Dimas butuh se li ngan yang bikin mata dan pikirannya segar?” “Tutup mu lut mu, pe rem pu an ga tal!” umpat Zahira. “Aiko benar, Zahira,” sela Dimas dingin. Zahira menatap suaminya dengan pandangan han cur le bur. Matanya me me rah karena me na ngis. “Mas, kamu membenarkan omongan pe rem puan ini?” “Kenyataannya memang begitu!” bentak Dimas tak tahu ma lu. “Aku ini laki-laki, Zahira! Aku ban ting tu lang cari u a ng dari pagi sampai malam. Wajar kalau aku cari ke se na ngan sedikit di luar. Toh, yang penting aku tetap pulang ke rumah, kan? U a ng belanjamu juga tetap jalan tiap bulan dan nggak pernah aku kurang-kurangin!” “Kamu ja hat, Mas. Kamu pikir dengan u a ng belanja yang cuma cukup buat makan itu, kamu berhak ngin jek-ngin jek har ga di ri ku?” teriak Zahira putus asa. “Dengar ya, Zahira. Kalau kamu mau jadi istri yang baik, maklumi saja. Namanya laki-laki, pasti ada khi laf nya. Lagian aku sama Aiko cuma seru-seruan, nggak ada niat buat ni kah dan ninggalin kamu. Jadi kamu nggak usah bikin dra ma kam pu ngan kayak gini.” Zahira menghapus ka sar air mata yang sejak tadi mengalir de ras. Tatapannya me na jam, me nem bus manik mata suaminya. “Nggak! Sampai ma ti pun aku nggak akan pernah terima perbuatan men ji jik kan kalian ini, Mas!” “Ya sudah!” Dimas meng ge brak meja dengan ke ras. Ia menatap nya lang istrinya. “Kalau kamu memang nggak terima, silakan minta ce ra i!” Baca cerita lengkapya hanya di aplikasi KBMApp. Judul: Mengakali Suamiku Penulis: Irma N

About