@vix.ziv: zanka no tachi was such a fire bankai 😭🔥 // #yamamoto #bleach #bleachedit #bleachtybw #yhwach - ib: @peakvinsmoke| @geezygeeked420 yamamoto edit [ORIGINAL CONTENT]

vix
vix
Open In TikTok:
Region: US
Friday 23 October 2026 19:30:00 GMT
125058
18631
200
744

Music

Download

Comments

user4198305493735
Ɓucci :
killed by plot
2026-10-24 12:25:19
1425
user718234589
°°Rebo :
Kenpachi , is a title given to the strongest soul reaper ( Apart from Head Captain Yamamoto )
2026-10-24 08:38:31
240
zengarden02
ZenGarden :
One of the craziest Bankais to exist in the show btw
2026-11-02 23:12:39
0
darthvader1126
darthvader :
I can't believe the main captain of the 13th court guard squad died to a mere bow user and sword as well
2026-11-02 23:25:59
0
_.giannakis.___
_.giannakis._ :
"zanka no tachi was such a fire bankai"
2026-10-25 11:06:23
8
dfmike_
Dyke :
you know your bankai is op when everyone feels it or pauses their battles to witness it
2026-10-24 16:36:44
507
postalparsley
PostalParsley93 :
*Old man says Bankai*
2026-10-23 22:26:14
374
just_vibes87
☁️Yᴀᴍɪ☁️ :
I like that word
2026-10-23 21:35:34
80
polar_puff.co
Mr Puff :
all that aura just to get folded 🥀
2026-10-24 16:59:42
24
shaun_ontt
S :
Tufff vix
2026-11-02 00:03:00
3
yousef_x752
✣ :
Killed by plot
2026-10-24 15:47:14
71
sikan127
sikan12 :
Yamamoto and zero squad lost to plot in tybw
2026-10-24 18:34:06
14
built_not_born0
it's_me°Dean :
killed by plot🥀, bro can literally destroy the whole society if he wanted to
2026-10-24 15:02:27
57
leinahdoc
Leinahd anims :
worst anime of all time
2026-10-24 17:14:42
1
greonquinn
Lexxii Quinn :
he died to the plot, idc what anyone says. argue with a wall.
2026-10-25 20:19:27
11
kryzoku
jiřeñ :
tuff
2026-10-25 21:48:23
1
.s_m.trades
Micheal :
Bro was so op they had to use plot armor to kill him
2026-10-24 20:13:42
7
getaloadofthisguy374
MilesAwayFromMorales :
ban-
2026-10-25 10:48:35
3
kellywyze
𝑪𝒂𝒑𝒕. 𝒀𝒂𝒎𝒂𝒎𝒐𝒕𝒐 🔥 :
Head captain
2026-10-24 07:00:38
6
duskzevv
zev🇵🇸 :
So tuff bro
2026-10-23 19:57:13
7
emmanuellee499
Shadow monarch :
This dude is on a whole different level The person that might be close will be ichigo in the form which he used to defeat Captain aizen the one that made him loose his powers gradually
2026-10-25 06:39:43
4
void.emperor15
The End :
N still to get folded
2026-10-31 23:23:12
2
taka_him_he
࿈ 𝔱 𝔞 𝔨 𝔞 ࿈ :
Peak asf bro 🙏🔥
2026-10-24 17:23:42
4
feded.nasir
Dₛ☬FΛDΞD☬Dₛ :
overrated ------->defeated by clone
2026-10-24 14:13:39
3
tony_zeno
Tonyzeno :
HE'S USING IT 🔥🔥🔥
2026-10-25 19:21:33
2
To see more videos from user @vix.ziv, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.
Aku nggak pernah nyangka, laki-laki yang dulu bersumpah bakal mencintaiku dalam keadaan apa pun, justru jadi orang pertama yang bikin aku merasa nggak berharga sebagai seorang perempuan. Selama 3 tahun pernikahan, aku berusaha jadi istri yang baik. Aku temani dia dari susah sampai senang, aku layani kebutuhannya, bahkan saat hamil dengan badan yang semakin berubah, aku tetap berusaha memberikan yang terbaik buat rumah tangga kami. Tapi ternyata, semua pengorbananku nggak cukup buat dia. Awalnya, aku mulai sadar suamiku sering menghindar setiap kali kami berdua. Sampai suatu malam, dia pernah nyeletuk kalau dia sudah nggak tertarik lagi melihat tubuhku, terutama bagian selangkanganku yang menghitam. Bayangin, gimana hancurnya hati seorang istri ketika bagian tubuh yang selama ini dia sendiri insecure-in, malah dijadikan alasan oleh suaminya untuk berpaling. Sejak saat itu, aku mulai malu sama tubuhku sendiri. Setiap mandi, aku sering menangis diam-diam. Aku bertanya-tanya, apa memang aku sudah nggak pantas dicintai cuma karena warna kulit di bagian intimku nggak seperti yang dia inginkan? Aku bahkan sempat berpikir untuk memperbaiki penampilanku supaya dia kembali tertarik kepadaku. Padahal saat itu aku sedang mengandung anaknya. Di saat seharusnya aku mendapatkan perhatian dan kasih sayang lebih, aku justru harus menghadapi perubahan tubuh, rasa takut, dan kecurigaan bahwa suamiku menyimpan perempuan lain. Dan benar saja, kecurigaanku terbukti. Aku menemukan bukti bahwa selama aku sibuk menjaga kandunganku, dia justru diam-diam menjalin hubungan dengan perempuan lain. Yang paling menyakitkan, perselingkuhan itu nggak berhenti meskipun aku sudah memohon agar dia memikirkan aku dan anak yang sedang kukandung. Aku masih ingat bagaimana rasanya menahan tangis saat perutku semakin besar. Aku mengelus perutku sambil bertanya dalam hati, kenapa ayah dari anakku sendiri tega membuat ibunya menangis hampir setiap malam? Aku tetap bertahan. Aku berharap ketika anak kami lahir, dia akan berubah. Aku berharap tangisan bayiku nanti bisa menyadarkan dia bahwa ada keluarga yang seharusnya dia jaga. Namun, harapanku ternyata salah. Bahkan setelah aku melahirkan, saat tubuhku masih lelah dan aku masih berjuang memulihkan diri, dia masih saja mengulangi pengkhianatan yang sama. Aku yang begadang mengurus bayi kami, dia yang sibuk memberikan perhatian kepada perempuan lain. Aku yang menangis diam-diam sambil menyusui anak kami, dia yang seolah nggak pernah merasa bersalah. Sampai akhirnya aku sadar, selama ini aku terlalu sibuk menyalahkan warna kulitku sendiri. Aku mengira selangkanganku yang hitam adalah alasan kenapa suamiku nggak lagi mencintaiku. Aku merasa kurang cantik, kurang menarik, dan kurang layak dipertahankan. Padahal, warna kulitku bukanlah alasan yang membenarkan pengkhianatannya. Aku mungkin punya kekurangan yang membuatku insecure, tetapi aku nggak pernah pantas diperlakukan seperti perempuan yang nggak berharga. Hari ini, yang paling menyakitkan bukan cuma kenyataan bahwa suamiku berselingkuh selama pernikahan kami. Melainkan kenyataan bahwa aku pernah membenci tubuhku sendiri demi mempertahankan laki-laki yang bahkan nggak menghargai pengorbananku. Aku bertahan selama 3 tahun, melewati kehamilan dan persalinan sambil berharap dia berubah.

About