@lizspammsecrett: 😛😛#theweeknd #fyp#yum #dance #pray4me

lizzy
lizzy
Open In TikTok:
Region: US
Friday 23 October 2026 20:29:09 GMT
3424
108
18
9

Music

Download

Comments

itssaharsharifi
Saharr :
Ik ur fucking lying
2026-10-24 05:03:06
0
kyliet_08
kylie :
i can’t with you guys
2026-10-23 22:15:34
0
_sjephanie
steph🐰 :
2026-10-23 21:24:35
1
himmommy
Himommy :
I love The Weeknd
2026-10-23 22:08:05
0
chlyukhi
chloe :
cinematic
2026-10-24 01:45:33
0
blessed22uu
celeste :
i’m crine
2026-10-23 21:07:03
0
spamm_me18
spamm_me18 :
IM DESD
2026-10-23 20:50:25
0
cristina.marie24
ꨄ :
stop why was this attempted like 5 times
2026-10-23 21:17:19
0
ju_l13t
juliet ໒꒱ིྀ :
nice
2026-10-23 22:33:33
0
irenekuvv
irene :
omg..
2026-10-24 00:32:52
0
almitisima
almita :
bro
2026-10-23 20:31:26
0
haleyt_09
haleyt_09 :
i love this
2026-10-23 20:36:11
0
tttelracss
Skerlot :
this is cute
2026-10-23 20:51:54
0
alexandriiuhh
lexa :
balenci
2026-10-24 03:00:07
0
def.not.krista
krista 𝜗𝜚 :
2026-10-23 22:19:48
0
_sjephanie
steph🐰 :
すき
2026-10-23 21:25:08
0
def.not.krista
krista 𝜗𝜚 :
2026-10-23 22:20:01
0
takeajillypilly
jilly bean :
Ou shii
2026-10-23 23:00:35
0
To see more videos from user @lizspammsecrett, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Hari Minggu, 25 Oktober 2026 merupakan hari yang sangat istimewa dan langka dalam kalender Bali karena menjadi pertemuan tiga momentum suci sekaligus: Kajeng Kliwon Pamelastali, Watugunung Runtuh, dan Purnama Kalima (Sasih Kelima). Kombinasi ini membawa energi spiritual yang sangat kuat untuk penyucian alam semesta (bhuwana agung) dan diri manusia (bhuwana alit).  Berikut adalah arti, makna, serta manfaat dari perayaan tersebut: 1. Arti dan Mitologi Hari Tersebut Watugunung Runtuh & Kajeng Kliwon Pamelastali: Berdasarkan mitologi Hindu Bali, hari ini menandai kekalahan Raja Watugunung oleh Dewa Wisnu (dalam wujud Kurma Avatara). Watugunung adalah simbol dari kebodohan (avidya) dan ego yang dipenuhi nafsu. Makna Kata Pamelastali: Kata
Hari Minggu, 25 Oktober 2026 merupakan hari yang sangat istimewa dan langka dalam kalender Bali karena menjadi pertemuan tiga momentum suci sekaligus: Kajeng Kliwon Pamelastali, Watugunung Runtuh, dan Purnama Kalima (Sasih Kelima). Kombinasi ini membawa energi spiritual yang sangat kuat untuk penyucian alam semesta (bhuwana agung) dan diri manusia (bhuwana alit). Berikut adalah arti, makna, serta manfaat dari perayaan tersebut: 1. Arti dan Mitologi Hari Tersebut Watugunung Runtuh & Kajeng Kliwon Pamelastali: Berdasarkan mitologi Hindu Bali, hari ini menandai kekalahan Raja Watugunung oleh Dewa Wisnu (dalam wujud Kurma Avatara). Watugunung adalah simbol dari kebodohan (avidya) dan ego yang dipenuhi nafsu. Makna Kata Pamelastali: Kata "Pamelas" berarti melepaskan, dan "Tali" berarti pengikat. Secara filosofis, hari ini diartikan sebagai momen untuk melepaskan ikatan keduniawian, sifat buruk, dan kebodohan yang membelenggu jiwa manusia. Ini juga merupakan Kajeng Kliwon terakhir dalam siklus 30 wuku kalender Pawukon, yang menjadi gerbang awal menuju turunnya ilmu pengetahuan suci pada Hari Raya Saraswati (yang jatuh 6 hari kemudian). Purnama Kalima: Hari bulan purnama pada Sasih Kelima (bulan kelima dalam kalender surya-chandra Bali). Purnama adalah hari suci pemujaan Sang Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Candrawasa atau Sang Hyang Siwa, sebagai simbol turunnya anugerah, kesucian, dan cahaya penerangan batin. 2. Makna Perayaan (Mengapa Dirayakan?) Ketika ketiga hari ini bertemu, makna perayaannya menjadi berlipat ganda: Transisi Keseimbangan: Pertemuan Kajeng Kliwon dan Purnama berfungsi untuk menyeimbangkan energi negatif (bhuta kala) dan energi positif (dewa). Penghancuran Ego dan Kegelapan: Kejatuhan Watugunung dimaknai sebagai runtuhnya kesombongan manusia. Di saat yang sama, cahaya Purnama Kalima masuk untuk menerangi kegelapan batin tersebut dengan kesadaran baru. Penyucian Siklus: Sebagai penutup siklus wuku, hari ini adalah waktu evaluasi total atas segala perbuatan selama 6 bulan terakhir sebelum menyambut lembaran spiritual yang baru. 3. Manfaat Perayaan Melaksanakan persembahan (seperti menghaturkan segehan manca warna di bawah/lebuh dan banten daksina/canang sari di merajan/sanggah) pada hari spiritual yang pekat ini memberikan manfaat nyata secara skala dan niskala: Pembersihan Jiwa dan Netralisasi Energi Negatif: Membantu mengeliminasi sifat-sifat buruk (sad ripu) dalam diri dan menetralisir gangguan energi negatif di lingkungan rumah tempat tinggal. Ketenangan Batin yang Mendalam: Melalui persembahyangan Purnama, umat mendapatkan kedamaian, kejernihan pikiran, dan vibrasi kesucian yang kuat. Kesehatan dan Keharmonisan: Tradisi kuno meyakini bahwa spiritualitas hari ini sangat baik untuk memohon kesembuhan dari penyakit (baik fisik maupun non-fisik) serta memohon keharmonisan rumah tangga. Kesiapan Menerima Pengaruh Positif: Melepaskan belenggu kebodohan agar pikiran kita siap dan bersih untuk menerima anugerah ilmu pengetahuan pada hari Saraswati mendatang. Semoga Tuhan selalu memberkati kita Rezeki Kesehatan dan Kebahagiaan. #harharmahadev #fy #fypviralシ #fypp #CapCut

About