@velvetpr0d: че мои 465 пареньков чд то #velvetprod #edit #dota #эдит #дота2 #dota2

тгк:velvetprod
тгк:velvetprod
Open In TikTok:
Region: US
Friday 23 October 2026 22:26:50 GMT
15944
3898
38
575

Music

Download

Comments

it.s_just_a.dream
rebellious_knight :
чювак, это мясо
2026-10-24 16:44:51
198
ryokezo
;;; :
Братан это адское мясо
2026-10-26 13:17:54
1
pgtbobruysk
masikhh :
ТЫ ЧЕ СДЕЛАЛ
2026-10-23 23:52:06
61
soen1435
Soen🥷 :
Эдит имба просто
2026-10-26 07:23:32
1
chizooro
гей митяйник :
2026-10-25 19:52:13
2
tolyacikky
Tolyasik:) :
Я заставлю детей рожать жену под это
2026-10-25 20:01:31
20
velvetpr0d
тгк:velvetprod :
ребзи если что это демо версия ролика (традиционно я выкладываю сначала демо, потом полный видос)
2026-10-24 11:24:48
5
r_bitor
rbtr :
мяско
2026-10-26 07:55:45
1
gogaz17
гад :
2026-10-24 20:59:57
1
bimbodevochka
Fingerdeathkakbass :
Почему не залетело
2026-10-25 08:34:52
2
myc_light
light :
годно
2026-10-24 16:57:38
2
potnueclenu
сильнейший шторм своего дома :
Имбуля
2026-10-25 14:52:27
1
mud_acc
mud_acc :
прекюльно
2026-10-26 01:35:58
1
shizofrenilka
Losty :
почему так мало лайков
2026-10-24 21:13:22
3
skachyat
скачаь :
на первых 100 часах в 22 году открыл для себя течиса так и не закрыл
2026-10-25 11:15:03
5
mmeemmeees
meme :
2026-10-25 09:24:31
1
gurik_44
gurik :
2026-10-24 23:38:55
1
rastokovv
dead #makenagagreatagain :
с тинкером сделал а с амом отказался
2026-10-24 04:05:21
1
truemore101
Truemore :
вкуууусно
2026-10-25 08:30:10
1
d4rkwalker
D4rkWalker? :
че за имбу я посмотрел[Огонек]
2026-10-25 23:52:19
1
kekkochka
kekkochka :
мясо лютое
2026-10-25 09:11:08
1
basic0user
sh :
2026-10-24 00:48:42
1
asirare0
Asira :
это лучший эдит по доте что я видел
2026-10-24 15:19:04
2
bucksh0tt3d
BuckSh0tt3d eu4ia :
крутой Эдит, с спикером ещё делается?
2026-10-24 12:06:23
0
japanfreeq
JapanFreeQ :
2026-10-26 05:48:59
0
To see more videos from user @velvetpr0d, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

KOMDIGI BANTAH BATASI KONTEN KARHUTLA🔥 Pernyataan Meta Al yang menyebut pemblokiran sejumlah konten demonstrasi dan kritik terhadap pemerintah berkaitan dengan permintaan hukum Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjadi sorotan publik. Persoalan ini ramai diperbincangkan setelah tangkapan layar percakapan warganet dengan Meta Al beredar di media sosial pada Rabu (21/10/2026). Jawaban kecerdasan buatan milik Meta tersebut memicu pertanyaan mengenai alasan sejumlah akun dan unggahan yang berkaitan dengan aksi demonstrasi maupun kritik pemerintah tidak dapat diakses atau diduga mengalami pembatasan. Polemik tersebut semakin menjadi perhatian karena muncul di tengah keluhan pengguna media sosial mengenai penurunan jangkauan konten kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam percakapan yang beredar, Meta AI menyebut sebagian pemblokiran akun terkait demonstrasi terjadi karena adanya permintaan hukum dari Komdigi. Chatbot tersebut juga menjelaskan bahwa platform dapat mengikuti permintaan resmi pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, jawaban chatbot itu belum dapat dijadikan bukti bahwa Komdigi benar- benar mengeluarkan perintah untuk memblokir akun atau unggahan tertentu. Respons Meta Al tersebut merupakan jawaban chatbot terhadap pertanyaan pengguna, bukan pernyataan resmi perusahaan Meta mengenai kasus yang dipersoalkan. Menanggapi polemik yang berkembang, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta platform digital membatasi informasi mengenai kebakaran hutan dan lahan. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui video pada Rabu (21/10/2026), Meutya mengatakan informasi mengenai karhutla yang dibagikan masyarakat justru penting bagi pemerintah sebagai masukan dalam penanganan kebakaran. Menurutnya, masyarakat dapat menyampaikan informasi faktual dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai kondisi di lapangan. Pemerintah juga menggunakan kanal media sosial untuk menyebarkan informasi terkait penanganan karhutla Komdigi turut mendorong platform digital agar lebih transparan dan bertanggung jawab dalam mengelola algoritma yang menentukan distribusi konten kepada pengguna. Meutya juga meminta masyarakat yang merasa unggahannya mengalami gangguan atau pembatasan jangkauan untuk mengajukan pengaduan maupun banding kepada platform terkait. Pengguna dapat melaporkan persoalan tersebut kepada Komdigi. #fyp
KOMDIGI BANTAH BATASI KONTEN KARHUTLA🔥 Pernyataan Meta Al yang menyebut pemblokiran sejumlah konten demonstrasi dan kritik terhadap pemerintah berkaitan dengan permintaan hukum Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjadi sorotan publik. Persoalan ini ramai diperbincangkan setelah tangkapan layar percakapan warganet dengan Meta Al beredar di media sosial pada Rabu (21/10/2026). Jawaban kecerdasan buatan milik Meta tersebut memicu pertanyaan mengenai alasan sejumlah akun dan unggahan yang berkaitan dengan aksi demonstrasi maupun kritik pemerintah tidak dapat diakses atau diduga mengalami pembatasan. Polemik tersebut semakin menjadi perhatian karena muncul di tengah keluhan pengguna media sosial mengenai penurunan jangkauan konten kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam percakapan yang beredar, Meta AI menyebut sebagian pemblokiran akun terkait demonstrasi terjadi karena adanya permintaan hukum dari Komdigi. Chatbot tersebut juga menjelaskan bahwa platform dapat mengikuti permintaan resmi pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, jawaban chatbot itu belum dapat dijadikan bukti bahwa Komdigi benar- benar mengeluarkan perintah untuk memblokir akun atau unggahan tertentu. Respons Meta Al tersebut merupakan jawaban chatbot terhadap pertanyaan pengguna, bukan pernyataan resmi perusahaan Meta mengenai kasus yang dipersoalkan. Menanggapi polemik yang berkembang, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta platform digital membatasi informasi mengenai kebakaran hutan dan lahan. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui video pada Rabu (21/10/2026), Meutya mengatakan informasi mengenai karhutla yang dibagikan masyarakat justru penting bagi pemerintah sebagai masukan dalam penanganan kebakaran. Menurutnya, masyarakat dapat menyampaikan informasi faktual dan dapat dipertanggungjawabkan mengenai kondisi di lapangan. Pemerintah juga menggunakan kanal media sosial untuk menyebarkan informasi terkait penanganan karhutla Komdigi turut mendorong platform digital agar lebih transparan dan bertanggung jawab dalam mengelola algoritma yang menentukan distribusi konten kepada pengguna. Meutya juga meminta masyarakat yang merasa unggahannya mengalami gangguan atau pembatasan jangkauan untuk mengajukan pengaduan maupun banding kepada platform terkait. Pengguna dapat melaporkan persoalan tersebut kepada Komdigi. #fyp

About