@fxharminanto: Film Laut Bercerita Dikenalkan di Jogja, Rawat Ingatan dan Sampaikan Perjuangan yang Tak Pernah Selesai Film Laut Bercerita dikenalkan kepada media di Yogyakarta, Jumat (23/10/2026), dengan membawa pesan tentang pentingnya merawat ingatan atas sejarah, perjuangan anak muda, serta keluarga yang terus bertahan di tengah ketidakpastian. Film yang diadaptasi dari novel karya Leila S Chudori ini tidak hanya mengangkat kisah aktivisme mahasiswa pada masa Orde Baru, tetapi juga menyentuh persoalan kehilangan, trauma, persahabatan, cinta dan harapan. Sutradara Yosep Anggi Noen mengatakan, penggarapan film ini berangkat dari riset berbagai sumber, mulai dari novel, buku sejarah, hingga laporan jurnalistik dan dokumen terkait. Dalam mengadaptasi cerita ke layar lebar, ia memilih untuk tidak menonjolkan detail kekerasan, melainkan memperlihatkan dampak traumatis yang ditinggalkan bagi korban, penyintas, dan keluarga yang kehilangan orang-orang terkasih. "Yang ingin saya tunjukkan itu sebenarnya adalah efek dari kekerasan. Traumatik momennya pascakekerasan kuat sekali. Plus membayangkan keluarga yang mengalami kekerasan, itu mengerikan sekali sebagai sebuah keluarga," ungkap Anggi saat berbincang dengan media. Menurutnya, salah satu hal penting yang ingin disampaikan melalui film ini adalah daya tahan manusia dan keluarga dalam menghadapi ketidakpastian. Harapan mungkin terlihat semu dan abstrak, tetapi menjadi alasan bagi seseorang untuk terus berjuang dan tidak menyerah pada keadaan. Anggi Noen menegaskan, Laut Bercerita bukan semata-mata film tentang represi dan kekerasan politik. Di dalamnya juga terdapat cerita tentang persahabatan, keluarga, cinta, serta kepemimpinan perempuan dalam gerakan. Beragam lapisan tersebut dihadirkan agar penonton dapat melihat perjuangan manusia secara lebih utuh, tidak hanya melalui kemarahan, tetapi juga kepedihan dan kasih sayang. Film ini diadaptasi dari novel yang berkisah tentang Biru Laut dan kawan-kawannya, kelompok anak muda yang gelisah melihat ketidakadilan, korupsi, serta ketidaktransparanan pemerintah. Upaya mereka untuk berserikat dan menyuarakan perubahan berhadapan dengan risiko represi, termasuk penghilangan paksa. Cerita kemudian bergerak mengikuti keluarga yang terus mencari anggota keluarganya yang hilang. Dalam proses adaptasi, Anggi bersama tim memilih alur film yang lebih linear dibandingkan novel yang memiliki alur maju-mundur. Sejumlah peristiwa juga dikembangkan untuk memperkuat konteks sejarah, termasuk adegan demonstrasi anak muda pada era 1990-an sebagai bentuk protes terhadap keputusan pengadilan yang menghukum pembaca buku karya Pramoedya Ananta Toer. Tantangan produksi turut muncul ketika tim harus merekam adegan protes di ladang jagung pada malam hari dalam kondisi hujan. Pengambilan gambar dilakukan di Semarang dan sejumlah lokasi lain di Yogyakarta, dengan pertimbangan visual yang dinilai sesuai untuk menggambarkan suasana pada masa itu. Anggi Noen yang juga alumni Padmanaba dan UGM ini, mengingatkan bahwa tantangan dalam menyuarakan pendapat juga mengalami perubahan. Tekanan dapat hadir dalam bentuk perundungan siber maupun pembatasan jangkauan informasi di ruang digital. Karena itu, semangat solidaritas dan keberanian untuk menyuarakan sesuatu yang diyakini benar perlu terus dirawat. "Hal yang kedua adalah tentu merawat ingatan. Bahwa kita punya sejarah yang tidak terlampau jauh jaraknya. Mungkin kalau dihitung-hitung 28 tahun yang lalu. Itu adalah sebuah sejarah yang mudah-mudahan tidak terulang lagi," ucap Anggi. Bagi Anggi, film merupakan medium penting untuk menyampaikan gagasan mengenai Indonesia yang lebih baik, yakni negara yang menghormati hak asasi manusia, tidak menoleransi korupsi, dan menghargai sesama. Bahasa visual dan pengalaman menonton di bioskop, menurutnya, dapat menghadirkan pengalaman emosional yang kuat bagi penonton. (Sumber krjogja.com) #filmlautbercerita #lautbercerita #jogja #diansastro #rezarahadian

fxharminanto
fxharminanto
Open In TikTok:
Region: ID
Saturday 24 October 2026 05:47:17 GMT
351
9
1
2

Music

Download

Comments

aakkaa_0
Ꭰᴇɪᴅᴀʀᴀ → Si Peledak :
pertama
2026-10-24 06:10:58
0
To see more videos from user @fxharminanto, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos


About