@.bassar:

Bassar
Bassar
Open In TikTok:
Region: BF
Saturday 24 October 2026 12:37:10 GMT
142
34
4
2

Music

Download

Comments

user6053332911240
user6053332911240 :
❤❤❤
2026-10-24 14:38:48
0
salif.lankoande08
CHAro1ER de l'or 08 :
👑👑👑
2026-10-24 13:26:50
0
flowchez0
FLOW CHEZ :
🥰🥰🥰
2026-10-24 12:55:09
0
mahamadou.daou996
Mahamadou Daou :
❤️❤️❤️
2026-10-24 20:13:06
0
To see more videos from user @.bassar, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

VIRAL! SOPIR TRUK BBM ILEGAL BUKA “KARTU”: SETORAN MINGGUAN DISEBUT MENGALIR, NAMA KAPOLSEK KELUANG DISOROT Bukti Transfer Diperlihatkan, Puluhan Juta Disebut Telah Mengalir — Publik Kini Bertanya: Benarkah yang Tidak Menyetor Ditangkap, Sementara yang Diduga Menyetor Justru Aman? MUSI BANYUASIN — Pengakuan seorang sopir truk yang mengaku mengangkut BBM ilegal di wilayah Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, mendadak menjadi bola panas. Dalam sebuah video yang direkam tim wartawan, sopir tersebut memberikan keterangan mengenai dugaan adanya setoran uang secara rutin setiap minggu yang disebut berkaitan dengan aktivitas pengangkutan BBM ilegal. Yang membuat pengakuan tersebut semakin menyita perhatian bukan hanya keterangan lisan sang sopir. Dalam video, turut diperlihatkan bukti transaksi transfer melalui telepon seluler. Menurut pengakuan sopir, uang tersebut disebut sebagai “jatah” dan diberikan secara rutin. Nominalnya disebut berbeda-beda, bergantung pada kondisi atau jumlah muatan BBM yang dibawa. Lebih jauh, sopir mengklaim bahwa transfer tersebut dilakukan ke rekening yang menurut pengakuannya berkaitan dengan istri Kapolsek Keluang. Jumlah keseluruhan uang yang disebut telah ditransfer pun diklaim mencapai puluhan juta rupiah. Jika pengakuan tersebut benar, maka persoalannya jelas bukan lagi sekadar aktivitas pengangkutan BBM ilegal. Ada dugaan aliran uang, penerima uang, serta pihak yang diduga mendapatkan keuntungan dari aktivitas tersebut yang harus ditelusuri. BUKTI TRANSFER DIPERLIHATKAN: SIAPA PEMILIK REKENING? Rekaman video memperlihatkan adanya tampilan transaksi yang ditunjukkan kepada wartawan. Bukti tersebut tentu belum dapat dijadikan kesimpulan hukum sebelum dilakukan verifikasi secara independen. Namun justru karena itulah muncul sejumlah pertanyaan yang patut dijawab secara terbuka: Siapa pemilik rekening penerima? Siapa yang menguasai rekening tersebut? Mengapa transfer disebut dilakukan secara rutin setiap minggu? Berapa total nominal transaksi sebenarnya? Apa hubungan transaksi tersebut dengan aktivitas pengangkutan BBM ilegal? Dan yang paling penting: APAKAH UANG TERSEBUT ADA HUBUNGANNYA DENGAN DUGAAN “SETORAN” UNTUK MELANCARKAN AKTIVITAS BBM ILEGAL? Pertanyaan tersebut hanya dapat dijawab melalui pemeriksaan terhadap bukti transaksi, keterangan para pihak, serta penelusuran aliran dana. MUNCUL DUGAAN BARU: YANG TIDAK “SETOR” DITANGKAP? Di tengah pengakuan tersebut, muncul pula pertanyaan publik yang jauh lebih serius mengenai pola penindakan terhadap kendaraan pengangkut BBM yang diduga ilegal di wilayah Keluang. Muncul dugaan di lapangan bahwa kendaraan yang disebut tidak memberikan setoran justru ditangkap oleh Kapolsek dan kemudian diserahkan ke Polres. Sementara itu, muncul pula pertanyaan mengenai kendaraan atau pihak yang diduga memberikan setoran—apakah mendapatkan perlakuan berbeda atau justru tetap dapat melintas tanpa tindakan? Jika pola tersebut benar-benar terjadi, tentu pertanyaannya menjadi sangat serius: APAKAH PENEGAKAN HUKUM TERHADAP BBM ILEGAL DIDUGA DIBEDAKAN BERDASARKAN ADA ATAU TIDAKNYA SETORAN? Sekali lagi, hal tersebut masih merupakan dugaan dan pertanyaan publik yang harus dibuktikan, bukan kesimpulan bahwa telah terjadi pelanggaran hukum. Namun jika memang terdapat pola penangkapan terhadap pihak yang tidak menyetor, sementara pihak yang diduga menyetor tidak ditindak, maka hal tersebut perlu diperiksa secara objektif. Data penangkapan, berita acara penyerahan kendaraan, daftar barang bukti, waktu kejadian, serta rekaman komunikasi dan transaksi dapat menjadi pintu masuk untuk menguji dugaan tersebut. KALAU BENAR, SIAPA YANG MELINDUNGI SIAPA? Inilah titik yang membuat kasus tersebut menjadi semakin panas. Sebab jika pengakuan sopir mengenai setoran mingguan ternyata dapat dibuktikan, kemudian ditemukan pula adanya pola berbeda dalam penindakan kendaraan, maka publik berhak... baca berita selengkapnya di ALIANSIPER.COM #KinerjaPemerintah #KinerjaPejabat #bbmilegal #polripresisi
VIRAL! SOPIR TRUK BBM ILEGAL BUKA “KARTU”: SETORAN MINGGUAN DISEBUT MENGALIR, NAMA KAPOLSEK KELUANG DISOROT Bukti Transfer Diperlihatkan, Puluhan Juta Disebut Telah Mengalir — Publik Kini Bertanya: Benarkah yang Tidak Menyetor Ditangkap, Sementara yang Diduga Menyetor Justru Aman? MUSI BANYUASIN — Pengakuan seorang sopir truk yang mengaku mengangkut BBM ilegal di wilayah Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, mendadak menjadi bola panas. Dalam sebuah video yang direkam tim wartawan, sopir tersebut memberikan keterangan mengenai dugaan adanya setoran uang secara rutin setiap minggu yang disebut berkaitan dengan aktivitas pengangkutan BBM ilegal. Yang membuat pengakuan tersebut semakin menyita perhatian bukan hanya keterangan lisan sang sopir. Dalam video, turut diperlihatkan bukti transaksi transfer melalui telepon seluler. Menurut pengakuan sopir, uang tersebut disebut sebagai “jatah” dan diberikan secara rutin. Nominalnya disebut berbeda-beda, bergantung pada kondisi atau jumlah muatan BBM yang dibawa. Lebih jauh, sopir mengklaim bahwa transfer tersebut dilakukan ke rekening yang menurut pengakuannya berkaitan dengan istri Kapolsek Keluang. Jumlah keseluruhan uang yang disebut telah ditransfer pun diklaim mencapai puluhan juta rupiah. Jika pengakuan tersebut benar, maka persoalannya jelas bukan lagi sekadar aktivitas pengangkutan BBM ilegal. Ada dugaan aliran uang, penerima uang, serta pihak yang diduga mendapatkan keuntungan dari aktivitas tersebut yang harus ditelusuri. BUKTI TRANSFER DIPERLIHATKAN: SIAPA PEMILIK REKENING? Rekaman video memperlihatkan adanya tampilan transaksi yang ditunjukkan kepada wartawan. Bukti tersebut tentu belum dapat dijadikan kesimpulan hukum sebelum dilakukan verifikasi secara independen. Namun justru karena itulah muncul sejumlah pertanyaan yang patut dijawab secara terbuka: Siapa pemilik rekening penerima? Siapa yang menguasai rekening tersebut? Mengapa transfer disebut dilakukan secara rutin setiap minggu? Berapa total nominal transaksi sebenarnya? Apa hubungan transaksi tersebut dengan aktivitas pengangkutan BBM ilegal? Dan yang paling penting: APAKAH UANG TERSEBUT ADA HUBUNGANNYA DENGAN DUGAAN “SETORAN” UNTUK MELANCARKAN AKTIVITAS BBM ILEGAL? Pertanyaan tersebut hanya dapat dijawab melalui pemeriksaan terhadap bukti transaksi, keterangan para pihak, serta penelusuran aliran dana. MUNCUL DUGAAN BARU: YANG TIDAK “SETOR” DITANGKAP? Di tengah pengakuan tersebut, muncul pula pertanyaan publik yang jauh lebih serius mengenai pola penindakan terhadap kendaraan pengangkut BBM yang diduga ilegal di wilayah Keluang. Muncul dugaan di lapangan bahwa kendaraan yang disebut tidak memberikan setoran justru ditangkap oleh Kapolsek dan kemudian diserahkan ke Polres. Sementara itu, muncul pula pertanyaan mengenai kendaraan atau pihak yang diduga memberikan setoran—apakah mendapatkan perlakuan berbeda atau justru tetap dapat melintas tanpa tindakan? Jika pola tersebut benar-benar terjadi, tentu pertanyaannya menjadi sangat serius: APAKAH PENEGAKAN HUKUM TERHADAP BBM ILEGAL DIDUGA DIBEDAKAN BERDASARKAN ADA ATAU TIDAKNYA SETORAN? Sekali lagi, hal tersebut masih merupakan dugaan dan pertanyaan publik yang harus dibuktikan, bukan kesimpulan bahwa telah terjadi pelanggaran hukum. Namun jika memang terdapat pola penangkapan terhadap pihak yang tidak menyetor, sementara pihak yang diduga menyetor tidak ditindak, maka hal tersebut perlu diperiksa secara objektif. Data penangkapan, berita acara penyerahan kendaraan, daftar barang bukti, waktu kejadian, serta rekaman komunikasi dan transaksi dapat menjadi pintu masuk untuk menguji dugaan tersebut. KALAU BENAR, SIAPA YANG MELINDUNGI SIAPA? Inilah titik yang membuat kasus tersebut menjadi semakin panas. Sebab jika pengakuan sopir mengenai setoran mingguan ternyata dapat dibuktikan, kemudian ditemukan pula adanya pola berbeda dalam penindakan kendaraan, maka publik berhak... baca berita selengkapnya di ALIANSIPER.COM #KinerjaPemerintah #KinerjaPejabat #bbmilegal #polripresisi

About