@smilecutloading: A special moment before the big day. ❤️💈💍 Wishing you and your beautiful wife a lifetime of love, happiness, peace and prosperity. May God bless your union abundantly. Happy married life, Zlatan! ❤️🙏🏽🌍

☻ Mr SMILE ☻
☻ Mr SMILE ☻
Open In TikTok:
Region: NG
Saturday 24 October 2026 18:48:32 GMT
72443
12631
35
95

Music

Download

Comments

styleshairforce
Styles hairforce :
Ejeh smiles ❤️💈
2026-10-24 23:04:53
0
kayaya_money
ONLY_1_KAYAYA_MONEY💸💸 :
Bless up dude..
2026-10-24 23:38:20
0
isaacchibueze271
isaac chibueze. :
my mentor Mr smile 🥰
2026-10-24 19:59:06
18
zamani8641
Best Haircut 💈 :
GOD abeg connect me with big big men’s 💯💯
2026-10-24 22:42:34
2
heis.paschal_
heis.paschal_ :
Haircuts get levels o
2026-10-24 21:58:44
2
only_samankwe
Akwu Samankwe :
I acthief like thief for this side de wait for victim😂❤️
2026-10-24 23:19:22
1
coachib
coach ib :
Mr smile to the world. 👑
2026-10-24 20:31:02
5
moriskeepschopping
MorisBarber256 :
work hard
2026-10-24 20:58:04
1
assuranceempirecut
Assurance Empire barbershop :
Bless you king 👑
2026-10-24 19:23:30
1
randycutz3
randycutz3 :
Simple cut very sharp
2026-10-24 19:01:53
1
aura_lens_prestigephotos
aura_lens_prestigephotos :
Let me be ur content creator 🥰
2026-10-24 21:05:41
0
ic0nic_barber
💈ICONIC BARBER 💈 :
Big smile❤️💈Barbers to the world⭐️
2026-10-24 22:47:03
0
mcpherson_001
McPherson :
bad boy
2026-10-24 23:40:22
0
larrycutz4
LarryCutz :
🔥🔥🔥
2026-10-25 00:09:34
0
latesthimself
TheLatestBarber💇🏻‍♂️⚡️ :
Only1Smile❤️💯
2026-10-24 19:02:55
0
badboysprinkle
badboysprinkle🏌️‍♂️ :
😁
2026-10-24 23:13:22
0
chibueze250
xender money 💰 🤑 💸 👌 :
2026-10-24 22:48:39
0
dr.huncho1
Dr. Huncho💈 :
best
2026-10-24 21:19:07
0
terhillztheartist
TERHILLZ | THE ARTIST ✏️ :
2026-10-24 19:33:26
0
empireskillz247
Empire SKILLZ OF IBADAN 💈💈💈 :
Biggest 🙌❤️💈
2026-10-24 20:10:33
0
de.youngchief
De youngchief :
2026-10-24 22:00:56
0
sl_wurld
ashanik_eee💸 :
🥰🥰🥰
2026-10-24 21:25:01
0
figolifestyle01
figolifestyle01 :
😂😂😂
2026-10-24 19:58:09
0
lisasmooth_
LISA SMOOTH :
💯💯💯💯
2026-10-24 19:43:35
0
reedex_cutz
HOUSE OF REEDEX💈🪒🍷💈 :
💯🍷
2026-10-24 18:51:30
0
To see more videos from user @smilecutloading, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

“Guru… kalau kita tahu teman berselingkuh dengan suami orang… tapi kita diam… apakah kita ikut berdosa?” Kadang yang terlihat seperti rezeki… ternyata hanya ujian yang dibungkus kenikmatan. Senja itu langit seperti ditutup tirai kelabu. Seorang murid perempuan duduk di hadapan gurunya yang teduh. Wajahnya gelisah. Murid: “Guru… bolehkah aku bertanya sesuatu yang berat?” Guru: “Bertanyalah. Kadang pertanyaan yang berat justru membuka pintu cahaya.” Murid itu menunduk. Murid: “Aku punya teman… rumah kami berdempetan. Ia berselingkuh dengan suami orang. Lelaki itu sering datang diam-diam. Bahkan setiap bulan memberi uang kepadanya.” Angin senja lewat perlahan. Murid: “Aku tahu semua itu… tapi aku diam. Aku takut menasihatinya. Dia mudah marah. Temperamental. Sekarang hatiku gelisah, Guru… apakah aku juga berdosa karena membiarkannya?” Sang guru menatap langit sejenak, lalu berkata pelan. Guru: “Di dunia ini ada tiga jenis manusia ketika melihat api dosa.” Murid mengangkat wajahnya. Guru: “Yang pertama… orang yang ikut menyalakan api itu. Yang kedua… orang yang berusaha memadamkannya. Dan yang ketiga… orang yang melihat api, tapi berpaling seolah tidak terjadi apa-apa.” Murid menelan ludah. Murid: “Lalu… aku termasuk yang mana, Guru?” Guru: “Kau tidak menyalakan api itu. Tapi hatimu tahu ada yang terbakar.” Sunyi sejenak. Guru melanjutkan: “Dalam agama, menasihati adalah kewajiban jika mampu. Namun jika menasihati akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar, maka menjaga diri juga termasuk hikmah.” Murid sedikit lega, tapi masih gelisah. Murid: “Lalu bagaimana dengan uang yang ia terima dari lelaki itu?” Guru menarik napas panjang. Guru: “Uang itu mungkin terlihat seperti rezeki… tetapi tidak semua yang masuk ke tangan manusia disebut rezeki yang diberkahi.” Angin semakin dingin. Guru: “Jika seorang laki-laki memberi uang kepada wanita yang bukan istrinya… demi hubungan yang melanggar batas Allah… maka uang itu seperti air yang tercampur racun.” Murid: “Artinya haram, Guru?” Guru: “Bisa menjadi haram, bisa juga menjadi syubhat yang berat. Karena ia lahir dari hubungan yang Allah larang.” Murid menunduk dalam. Guru berkata pelan: “Ketahuilah… dosa yang paling menipu adalah dosa yang datang membawa kenyamanan.” “Rumah terasa lebih cukup. Uang terasa mudah. Tapi hati perlahan menjadi gelap.” Murid berbisik. Murid: “Lalu apa yang harus aku lakukan?” Guru menatapnya dalam-dalam. Guru: “Jangan menjadi hakim bagi temanmu. Tapi jangan juga membenarkan kesalahannya.” “Jika suatu hari hatinya sedang lembut… nasihatilah dengan kasih, bukan dengan menghakimi.” “Dan jika ia tetap memilih jalannya… doakan dalam diam.” Murid terdiam. Guru menutup percakapan dengan kalimat yang membuat bulu kuduk merinding. Guru: “Karena sering kali… Allah tidak langsung menghukum dosa manusia.” “Dia hanya mencabut keberkahan dari hidupnya.” “Dan ketika keberkahan pergi… uang banyak pun tidak pernah cukup menenangkan hati.” Langit semakin gelap. Murid itu pulang dengan satu kesadaran baru. Terkadang yang terlihat sebagai rezeki… sebenarnya hanyalah ujian yang dibungkus kenikmatan. **“Kadang hati kita gelisah bukan karena hidup kita salah… tapi karena kita belum belajar melihat hidup dengan mata hati. Jika kamu sedang mencari jawaban seperti ini, coba lihat beberapa kitab tasawuf yang aku simpan di showcase. Mungkin di sana ada kalimat yang sedang Allah kirim khusus untuk menenangkan hatimu.” #tasawuf #ilmutasawuf #renunganhati #kisahhikmah #belajaragama
“Guru… kalau kita tahu teman berselingkuh dengan suami orang… tapi kita diam… apakah kita ikut berdosa?” Kadang yang terlihat seperti rezeki… ternyata hanya ujian yang dibungkus kenikmatan. Senja itu langit seperti ditutup tirai kelabu. Seorang murid perempuan duduk di hadapan gurunya yang teduh. Wajahnya gelisah. Murid: “Guru… bolehkah aku bertanya sesuatu yang berat?” Guru: “Bertanyalah. Kadang pertanyaan yang berat justru membuka pintu cahaya.” Murid itu menunduk. Murid: “Aku punya teman… rumah kami berdempetan. Ia berselingkuh dengan suami orang. Lelaki itu sering datang diam-diam. Bahkan setiap bulan memberi uang kepadanya.” Angin senja lewat perlahan. Murid: “Aku tahu semua itu… tapi aku diam. Aku takut menasihatinya. Dia mudah marah. Temperamental. Sekarang hatiku gelisah, Guru… apakah aku juga berdosa karena membiarkannya?” Sang guru menatap langit sejenak, lalu berkata pelan. Guru: “Di dunia ini ada tiga jenis manusia ketika melihat api dosa.” Murid mengangkat wajahnya. Guru: “Yang pertama… orang yang ikut menyalakan api itu. Yang kedua… orang yang berusaha memadamkannya. Dan yang ketiga… orang yang melihat api, tapi berpaling seolah tidak terjadi apa-apa.” Murid menelan ludah. Murid: “Lalu… aku termasuk yang mana, Guru?” Guru: “Kau tidak menyalakan api itu. Tapi hatimu tahu ada yang terbakar.” Sunyi sejenak. Guru melanjutkan: “Dalam agama, menasihati adalah kewajiban jika mampu. Namun jika menasihati akan menimbulkan kerusakan yang lebih besar, maka menjaga diri juga termasuk hikmah.” Murid sedikit lega, tapi masih gelisah. Murid: “Lalu bagaimana dengan uang yang ia terima dari lelaki itu?” Guru menarik napas panjang. Guru: “Uang itu mungkin terlihat seperti rezeki… tetapi tidak semua yang masuk ke tangan manusia disebut rezeki yang diberkahi.” Angin semakin dingin. Guru: “Jika seorang laki-laki memberi uang kepada wanita yang bukan istrinya… demi hubungan yang melanggar batas Allah… maka uang itu seperti air yang tercampur racun.” Murid: “Artinya haram, Guru?” Guru: “Bisa menjadi haram, bisa juga menjadi syubhat yang berat. Karena ia lahir dari hubungan yang Allah larang.” Murid menunduk dalam. Guru berkata pelan: “Ketahuilah… dosa yang paling menipu adalah dosa yang datang membawa kenyamanan.” “Rumah terasa lebih cukup. Uang terasa mudah. Tapi hati perlahan menjadi gelap.” Murid berbisik. Murid: “Lalu apa yang harus aku lakukan?” Guru menatapnya dalam-dalam. Guru: “Jangan menjadi hakim bagi temanmu. Tapi jangan juga membenarkan kesalahannya.” “Jika suatu hari hatinya sedang lembut… nasihatilah dengan kasih, bukan dengan menghakimi.” “Dan jika ia tetap memilih jalannya… doakan dalam diam.” Murid terdiam. Guru menutup percakapan dengan kalimat yang membuat bulu kuduk merinding. Guru: “Karena sering kali… Allah tidak langsung menghukum dosa manusia.” “Dia hanya mencabut keberkahan dari hidupnya.” “Dan ketika keberkahan pergi… uang banyak pun tidak pernah cukup menenangkan hati.” Langit semakin gelap. Murid itu pulang dengan satu kesadaran baru. Terkadang yang terlihat sebagai rezeki… sebenarnya hanyalah ujian yang dibungkus kenikmatan. **“Kadang hati kita gelisah bukan karena hidup kita salah… tapi karena kita belum belajar melihat hidup dengan mata hati. Jika kamu sedang mencari jawaban seperti ini, coba lihat beberapa kitab tasawuf yang aku simpan di showcase. Mungkin di sana ada kalimat yang sedang Allah kirim khusus untuk menenangkan hatimu.” #tasawuf #ilmutasawuf #renunganhati #kisahhikmah #belajaragama

About