@.hkabab.mansour: إليكم بعض الأشياء التي يجب الحذر منها: 1. لا تلمس أو تحك الحبوب التي في وجهك 🚷 2. لا تحبس البول لفترات طويلة. 3. في الصلاة، لا تغمض عينيك عند السجود. 4. لا تأكل اللحوم كل يوم. ساعدني بإكسبلور يا أسطورة 🔄 #اللهم_صلي_على_نبينا_محمد #عباراتكم_الفخمه📿📌 #اقوال_وحكم_الحياة #تجربة_شخصية #تطوير_الذات

ظل الأفكار...
ظل الأفكار...
Open In TikTok:
Region: SD
Saturday 24 October 2026 19:21:33 GMT
2176
165
5
11

Music

Download

Comments

user6767767326181
ٰٰٰٰحامد عبدالله🖤🥷 :
2026-10-24 19:29:54
0
tahtahar239
آلَأسـ░ـطـ░ـوٌرٍةّ :
[مؤثر][مؤثر][مؤثر][مؤثر]
2026-10-24 19:39:35
1
ayoub.abduiiah
ايوب الكتلوني :
🫱🫱🫱
2026-10-24 19:33:47
0
user5154080070059
سلفي وافتخر :
🥰🥰🥰
2026-10-24 19:24:50
0
b880140
🇦🇱✨B✨❤️ :
❤️❤️❤️
2026-10-24 19:36:54
0
To see more videos from user @.hkabab.mansour, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Penjelasan 👇 Vasili Arkhipov dan Stanislav Petrov adalah dua perwira militer Uni Soviet yang masing-masing pernah membuat keputusan krusial di saat kritis yang mencegah perang nuklir global (Perang Dunia III).  1. Vasili Arkhipov (Krisis Rudal Kuba, 1962) Siapa dia: Perwira angkatan laut Soviet dan wakil komandan di atas kapal selam nuklir B-59.  Kejadian: Pada Oktober 1962, saat Krisis Rudal Kuba memuncak, kapal selam B-59 dikepung oleh kapal perang Amerika Serikat yang menjatuhkan bahan peledak peringatan agar kapal naik ke permukaan. Karena terputus dari komunikasi dengan Moskow, kru kapal mengira perang sudah pecah. Tindakan heroik: Sesuai aturan saat itu, peluncuran senjata nuklir memerlukan persetujuan dari tiga perwira senior di kapal tersebut. Arkhipov adalah satu-satunya yang menolak memberi persetujuan.  Hasil: Ia berhasil menenangkan sang kapten dan membujuk kru untuk membawa kapal ke permukaan guna menunggu instruksi dari Moskow, sehingga bencana nuklir batal terjadi. 2. Stanislav Petrov (Insiden Alarm Palsu, 1983) Siapa dia: Letnan Kolonel Pasukan Pertahanan Udara Uni Soviet yang sedang bertugas di pusat komando pemantauan satelit dekat Moskow.  Kejadian: Pada 26 September 1983 dini hari, sistem komputer peringatan dini Soviet tiba-tiba membunyikan alarm dan melaporkan bahwa Amerika Serikat telah meluncurkan rudal balistik ke arah Uni Soviet. Sesuai protokol militer saat itu, langkah yang harus diambil adalah meluncurkan serangan balasan nuklir besar-besaran. [1] Tindakan heroik: Petrov merasa ada yang janggal karena jumlah rudal yang terdeteksi hanya sedikit (tidak masuk akal jika AS benar-benar memulai perang total). Ia menduga itu adalah alarm palsu. [1] Hasil: Ia memilih untuk tidak melaporkan peringatan tersebut ke atasannya. Keputusan berani ini terbukti tepat—sistem satelit ternyata terkecoh oleh pantulan sinar matahari pada awan tinggi. Tindakannya menyelamatkan jutaan hingga miliaran nyawa. Petrov meninggal dunia pada Mei 2017 dalam usia 77 tahun #History #bennhistory #fyp #foryou #semogafyp
Penjelasan 👇 Vasili Arkhipov dan Stanislav Petrov adalah dua perwira militer Uni Soviet yang masing-masing pernah membuat keputusan krusial di saat kritis yang mencegah perang nuklir global (Perang Dunia III). 1. Vasili Arkhipov (Krisis Rudal Kuba, 1962) Siapa dia: Perwira angkatan laut Soviet dan wakil komandan di atas kapal selam nuklir B-59. Kejadian: Pada Oktober 1962, saat Krisis Rudal Kuba memuncak, kapal selam B-59 dikepung oleh kapal perang Amerika Serikat yang menjatuhkan bahan peledak peringatan agar kapal naik ke permukaan. Karena terputus dari komunikasi dengan Moskow, kru kapal mengira perang sudah pecah. Tindakan heroik: Sesuai aturan saat itu, peluncuran senjata nuklir memerlukan persetujuan dari tiga perwira senior di kapal tersebut. Arkhipov adalah satu-satunya yang menolak memberi persetujuan. Hasil: Ia berhasil menenangkan sang kapten dan membujuk kru untuk membawa kapal ke permukaan guna menunggu instruksi dari Moskow, sehingga bencana nuklir batal terjadi. 2. Stanislav Petrov (Insiden Alarm Palsu, 1983) Siapa dia: Letnan Kolonel Pasukan Pertahanan Udara Uni Soviet yang sedang bertugas di pusat komando pemantauan satelit dekat Moskow. Kejadian: Pada 26 September 1983 dini hari, sistem komputer peringatan dini Soviet tiba-tiba membunyikan alarm dan melaporkan bahwa Amerika Serikat telah meluncurkan rudal balistik ke arah Uni Soviet. Sesuai protokol militer saat itu, langkah yang harus diambil adalah meluncurkan serangan balasan nuklir besar-besaran. [1] Tindakan heroik: Petrov merasa ada yang janggal karena jumlah rudal yang terdeteksi hanya sedikit (tidak masuk akal jika AS benar-benar memulai perang total). Ia menduga itu adalah alarm palsu. [1] Hasil: Ia memilih untuk tidak melaporkan peringatan tersebut ke atasannya. Keputusan berani ini terbukti tepat—sistem satelit ternyata terkecoh oleh pantulan sinar matahari pada awan tinggi. Tindakannya menyelamatkan jutaan hingga miliaran nyawa. Petrov meninggal dunia pada Mei 2017 dalam usia 77 tahun #History #bennhistory #fyp #foryou #semogafyp

About