@rocket7070: Credigos a Death Battle#parati #videoviral #deathbattle #yuji #denji

Rocket Ortiz
Rocket Ortiz
Open In TikTok:
Region: MX
Saturday 24 October 2026 21:49:56 GMT
94524
6280
696
341

Music

Download

Comments

unfan_random_de_jojos
Mohammed Avdol :
nerfeaban a yuji
2026-10-25 00:15:39
413
zero_5224
♦≈tinky_winky≈♦ :
sukuna: sácame del bolsillo sácame del bolsillo
2026-10-25 04:24:51
90
damip085
damns :D :
me encanta denji pero todos sabemos que yuji le ganaba
2026-10-25 20:39:26
17
enlofecho14
eltoca_abuelitasen_bikini777 :
en un caso real siento que yuji y denji llegarían a ser amigos xd
2026-10-25 15:11:21
224
mr_gato21
️JIRAM :
cómo se siente ser fan de jjk y aseptar qué denji le ganaba y no llorar
2026-10-25 15:09:54
93
yeisonyinsano1
estich !Σ( ̄□ ̄;) :
y yuji actual
2026-10-25 22:31:35
0
luisito5711
Luį$⁵⁰⁵Güstãvø :
nerfearon a itadori
2026-10-25 15:18:59
0
jefermc0
Jefer_:0 :
Lo dejaron iwal que asu maestro xdddd
2026-10-25 13:06:16
27
wally.west44
jotaro kujo :
que fumadora bro el Denji ni de pedo se aguanta todos esos Black flash co secutivos
2026-10-24 23:53:25
369
deltarunefan670
𝕷𝖚𝖝(𝕶𝖗𝖎𝖘𝖛𝖊𝖗𝖘𝖎𝖔𝖓) :
tenían miedo a poner a Yuji modulo 👀
2026-10-25 17:16:06
8
elvajinasoxd15
EL BAJINASO XD :
sigo creyendo plenamente que yuji gana aunque la Death Battle lo aya confirmado y lo digo por el simple hecho de que a Denji lo pusieron en su forma más rota porque no dieron lo mismo con yuji
2026-10-25 04:53:48
9
santigamerproultra
Santi :
yuji módulo lo papea pero no lo pusieron por miedo al éxito
2026-10-25 16:35:37
11
jorgemedina9997
jorge :
siempre nerfean a los de jjk[Rosa marchita]
2026-10-25 02:21:21
26
skibidish84
𝐀𝐁𝐂𝐃_𝐖𝐘𝐙💥🧡 :
hermano hay gente que cree que puede yuji le puede ganar a pochita separado de denji en su forma verdadera? cómo se nota que no vieron el anime
2026-10-25 02:43:22
16
naoya_zzzenin
Cursed😑 :
Larps battles
2026-10-25 20:46:59
1
hack_pixel
✦𓆩 𝓱𝓪𝓬𝓴 𓆪✦ :
los death battle no tienen nada de coherencia💔🥀
2026-10-25 16:22:13
8
martinxx029
un_ramdom-x_0 :
los fans de jjk:
2026-10-25 03:21:14
5
b7ck_gkx3n0
࿐ᗽĻ么₡Ꮶ⇝ǤΘᏦᙀ࿐ :
y esa tecnica pibe
2026-10-25 00:48:23
6
alguien_kkk3214
cesarmus :
pusieron a un itadori módulo pero muy nerfeado
2026-10-25 03:17:21
66
juver.chambilla
Juver :
el dominio de yuji no es así
2026-10-25 00:43:42
9
rpex85
Rpex :
hey si opino si buffearon mucho a itadori sus corte medios raros y según yo su dominio no es asi
2026-10-24 23:43:39
33
carlos.lagunes42
#Fan1thesuperior spiderman :
si bro como olvidar que en jjk se vuelven ah poner sus extremidades como legos
2026-10-25 17:11:42
7
jaredest21xd
Jaredest21xd :
la pelea inicio de la forma más estupida posible xD
2026-10-25 14:44:46
8
tedyy2463
lunox tk (NS Q PONER) :
Q fumada la de chainsaw man
2026-10-25 01:07:43
9
To see more videos from user @rocket7070, please go to the Tikwm homepage.

Other Videos

Kamu mengatakan sudah menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Dalam doa, kamu berkata, “Aku pasrah kepada-Mu.” Tetapi setelah doa selesai, pikiranmu kembali sibuk menghitung kemungkinan. Mengapa belum terjadi? Mengapa jalannya berbeda? Mengapa doaku belum dijawab seperti yang kuinginkan? Mengapa Tuhan membiarkan semuanya berjalan seperti ini? Barangkali kita perlu jujur. Mungkin yang selama ini kita serahkan kepada Tuhan baru ucapan kita, belum hati kita. Sebab berserah bukan sekadar mengatakan, “Aku percaya kepada-Mu.” Berserah adalah keberanian menerima bahwa jawaban Tuhan mungkin tidak berbentuk seperti yang kita bayangkan. Kita sering berdoa meminta yang terbaik, tetapi diam-diam telah menentukan sendiri seperti apa “yang terbaik” itu. Kita berkata, “Tuhan, aturlah hidupku.” Tetapi ketika pengaturan-Nya berbeda dari rencana kita, kita kecewa. Kita berkata, “Aku serahkan hasilnya kepada-Mu.” Tetapi sesungguhnya hati masih berbisik: “Asalkan hasilnya tetap seperti yang aku mau.” Bukankah itu bukan penyerahan? Itu hanya keinginan yang dibungkus doa. Tawakal tidak berarti kita tidak boleh sedih, takut, atau kecewa. Kita tetap manusia. Hati bisa gemetar. Air mata tetap boleh jatuh. Tetapi di balik semua itu ada satu kesadaran yang perlahan tumbuh: “Aku mungkin tidak memahami keputusan Tuhan hari ini, tetapi aku tidak ingin kehilangan kepercayaan kepada-Nya hanya karena hidup tidak berjalan sesuai keinginanku.” Sebab kita melihat satu kejadian. Tuhan mengetahui seluruh perjalanan. Kita melihat pintu yang tertutup. Tuhan mengetahui apa yang berada di baliknya. Kita menangisi sesuatu yang pergi, sementara kita tidak tahu dari keburukan apa kehilangan itu sedang menyelamatkan kita. Mungkin kedewasaan spiritual dimulai ketika doa kita berubah. Dari, “Tuhan, berikanlah apa yang kuinginkan,” menjadi, “Tuhan, berikanlah apa yang baik bagiku, dan lapangkan hatiku menerima apa pun jawaban-Mu.” Masa depan akan selalu membawa hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan. Ada rencana yang berubah. Ada manusia yang pergi. Ada harapan yang gagal. Ada doa yang jawabannya datang melalui jalan yang sama sekali tidak kita mengerti. Jika ketenangan hanya hadir ketika kehidupan mengikuti kemauan kita, maka sepanjang hidup kita akan menjadi tawanan keadaan. Karena itu, setelah berusaha semampumu, belajarlah melepaskan. Bukan melepaskan harapan kepada Tuhan. Justru melepaskan keinginan untuk mengatur bagaimana Tuhan harus menolongmu. Lakukan bagianmu. Berdoalah. Berikhtiarlah. Perbaiki yang masih bisa diperbaiki. Kemudian izinkan Tuhan menentukan bagian yang tidak mampu kaujangkau. Sebab penyerahan sejati bukan ketika mulut berkata, “Aku serahkan kepada-Mu,” melainkan ketika hasilnya berbeda dari keinginanmu dan hatimu masih mampu berkata, “Aku belum mengerti, Tuhan. Tetapi aku tetap percaya.” Mungkin itulah tawakal yang sesungguhnya: bukan mendapatkan kepastian bahwa semuanya akan terjadi sesuai keinginan kita tetapi menemukan ketenangan karena akhirnya kita sadar, hidup ini tidak harus berjalan sesuai rencana kita untuk tetap berada dalam penjagaan-Nya. ~ @The Feri Purwo  #fyp #feripurwo #selfreminder #muhasabahdiri #motivation
Kamu mengatakan sudah menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Dalam doa, kamu berkata, “Aku pasrah kepada-Mu.” Tetapi setelah doa selesai, pikiranmu kembali sibuk menghitung kemungkinan. Mengapa belum terjadi? Mengapa jalannya berbeda? Mengapa doaku belum dijawab seperti yang kuinginkan? Mengapa Tuhan membiarkan semuanya berjalan seperti ini? Barangkali kita perlu jujur. Mungkin yang selama ini kita serahkan kepada Tuhan baru ucapan kita, belum hati kita. Sebab berserah bukan sekadar mengatakan, “Aku percaya kepada-Mu.” Berserah adalah keberanian menerima bahwa jawaban Tuhan mungkin tidak berbentuk seperti yang kita bayangkan. Kita sering berdoa meminta yang terbaik, tetapi diam-diam telah menentukan sendiri seperti apa “yang terbaik” itu. Kita berkata, “Tuhan, aturlah hidupku.” Tetapi ketika pengaturan-Nya berbeda dari rencana kita, kita kecewa. Kita berkata, “Aku serahkan hasilnya kepada-Mu.” Tetapi sesungguhnya hati masih berbisik: “Asalkan hasilnya tetap seperti yang aku mau.” Bukankah itu bukan penyerahan? Itu hanya keinginan yang dibungkus doa. Tawakal tidak berarti kita tidak boleh sedih, takut, atau kecewa. Kita tetap manusia. Hati bisa gemetar. Air mata tetap boleh jatuh. Tetapi di balik semua itu ada satu kesadaran yang perlahan tumbuh: “Aku mungkin tidak memahami keputusan Tuhan hari ini, tetapi aku tidak ingin kehilangan kepercayaan kepada-Nya hanya karena hidup tidak berjalan sesuai keinginanku.” Sebab kita melihat satu kejadian. Tuhan mengetahui seluruh perjalanan. Kita melihat pintu yang tertutup. Tuhan mengetahui apa yang berada di baliknya. Kita menangisi sesuatu yang pergi, sementara kita tidak tahu dari keburukan apa kehilangan itu sedang menyelamatkan kita. Mungkin kedewasaan spiritual dimulai ketika doa kita berubah. Dari, “Tuhan, berikanlah apa yang kuinginkan,” menjadi, “Tuhan, berikanlah apa yang baik bagiku, dan lapangkan hatiku menerima apa pun jawaban-Mu.” Masa depan akan selalu membawa hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan. Ada rencana yang berubah. Ada manusia yang pergi. Ada harapan yang gagal. Ada doa yang jawabannya datang melalui jalan yang sama sekali tidak kita mengerti. Jika ketenangan hanya hadir ketika kehidupan mengikuti kemauan kita, maka sepanjang hidup kita akan menjadi tawanan keadaan. Karena itu, setelah berusaha semampumu, belajarlah melepaskan. Bukan melepaskan harapan kepada Tuhan. Justru melepaskan keinginan untuk mengatur bagaimana Tuhan harus menolongmu. Lakukan bagianmu. Berdoalah. Berikhtiarlah. Perbaiki yang masih bisa diperbaiki. Kemudian izinkan Tuhan menentukan bagian yang tidak mampu kaujangkau. Sebab penyerahan sejati bukan ketika mulut berkata, “Aku serahkan kepada-Mu,” melainkan ketika hasilnya berbeda dari keinginanmu dan hatimu masih mampu berkata, “Aku belum mengerti, Tuhan. Tetapi aku tetap percaya.” Mungkin itulah tawakal yang sesungguhnya: bukan mendapatkan kepastian bahwa semuanya akan terjadi sesuai keinginan kita tetapi menemukan ketenangan karena akhirnya kita sadar, hidup ini tidak harus berjalan sesuai rencana kita untuk tetap berada dalam penjagaan-Nya. ~ @The Feri Purwo #fyp #feripurwo #selfreminder #muhasabahdiri #motivation

About